Breaking News
Trending Tags

Pemkot Bandung Wacanakan Lindungi Pekerja Non-ASN Dengan BPJS Ketenagakerjaan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan para pekerja non-ASN di tataran perangkat daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merencanakan penganggaran program BPJS Ketenagakerjaan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023 mendatang.

Meski perlu pembahasan lebih dalam, rencana ini diharapkan bisa sesuai dengan Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung nomor 33 tahun 2020.

Dalam rapat koordinasi bersama BPJS Ketenagakerjaan Bandung Cabang Suci pada Kamis, 21 April 2022, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah menjalankan perwal ini adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung.

“Di DLHK, para pegawai non-ASN seperti pengangkut sampah dan penyapu sebanyak 1.800 orang, begitu masuk mereka turut ikut dalam program BPJS ketenagakerjaan ini,” ungkap Ema.

Namun, Ema menambahkan, sampai saat ini skema iuran yang digunakan masih diambil dari penghasilan para pekerja. Sebab, jika harus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan matang.

“Terlebih dengan adanya peraturan baru yang melarang pemerintah daerah memiliki tenaga non-ASN. Semua harus diganti menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sedangkan pegawai non-ASN di Kota Bandung saja ada lebih dari 5.000 orang,” ucapnya.

Untuk itu, Ema pun menyarankan, agar BPJS Ketenagakerjaan juga menyisir para pekerja sektor formal dan informal. Kolaborasi ini bisa dimulai dari koordinasi melalui asosiasi masing-masing sektor, misal salah satunya Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Dengan kolaborasi bersama pihak-pihak pekerja non-ASN di sektor formal dan informal, diharapkan bisa menjadi hubungan simbiosis mutualisme.

“Selain APPBI, bisa juga ajak para PKL di Kota Bandung. Kita ada 22.000 lebih PKL di sini. Nanti BPJS bisa hubungi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan para koordinator PKL di berbagai titik untuk diajak menggunakan BPJS Ketenagakerjaan,” imbau Ema.

Termasuk di pasar tradisional, ia menambahkan, perlu adanya perlindungan ketenagakerjaan untuk para pekerja di sana.

“Di Kota Bandung itu ada 37 pasar tradisional, terdiri dari 17.000 pegawai pasar. Ini bisa jadi prospek BPJS juga,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Cabang BPJS Kantor Suci, Agus Hariyanto menuturkan, program BPJS Ketenagakerjaan yang diimplementasikan pada ASN Kota Bandung sudah sangat sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kota Bandung untuk perlindungan ASN-nya sudah menganggarkan, bahkan paling besar dibandingkan wilayah lain se-Jawa Barat. Pegawainya sudah terlindungi dan teralokasi. Namun memang PR kita bersama masih ada pada non-ASN,” ujar Agus.

Padahal, kata Agus, klaim santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sekarang telah dinaikkan dari Rp24 juta menjadi Rp42 juta. Tak hanya itu, apabila ada ahli waris usia sekolah, maka akan diberi jaminan biaya kuliah sampai lulus untuk dua orang anaknya sebesar Rp174 juta.

“Ini akan sangat membantu teman-teman non-ASN jika mereka juga difasilitasi BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk para pekerja formal dan informal, Agus mengatakan, dari 30.000-an pekerja, 12.000 orang di antaranya telah memiliki BPJS Kesehatan.

“Untuk saat ini memang yang baru berjalan itu BPJS Kesehatan. Namun, untuk BPJS Ketenagakerjaan bagi para pelaku usaha mikro, seperti pekerja-pekerja di pasar, PKL, pegawai ritel belum terlindungi,” pungkasnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghargaan JDIH DPRD Kota Bandung Tingkatkan Layanan Informasi Publik

    Penghargaan JDIH DPRD Kota Bandung Tingkatkan Layanan Informasi Publik

    • calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., berharap Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) DPRD Kota Bandung , terus berinovasi dan termotivasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Meskipun JDIH DPRD Kota Bandung baru saja kembali menyabet penghargaan juara 1 JDIH tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahun 2023 ini, DPRD Kota Bandung kembali […]

  • Yana Dorong REI Bangun Hunian Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    Yana Dorong REI Bangun Hunian Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat untuk bersama membangun kawasan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Kita (Pemkot Bandung) berharap REI membantu pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya pada Pelantikan Komisariat REI Jabar, di Trans Luxury […]

  • Ini Komentar Hamdan Zoelva, Tokoh Muda  Masuk Daftar kabinet Jokowi-Amin

    Ini Komentar Hamdan Zoelva, Tokoh Muda Masuk Daftar kabinet Jokowi-Amin

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    MAJALENGKA,MBInews.id -Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Hasil Pilpres 2019, mulai muncul nama beberapa tokoh muda sebagai kandidat menteri. Mereka dinilai layak menduduki jabatan menteri di era pemerintahan Jokowi – Kiai Ma’ruf Amin lima tahun mendatang.Sejumlah nama tokoh nasional pun disebut-sebut akan menjadi bagian kabinet mendatang. Disinggung kemungkinan namanya masuk ke dalam daftar kabinet Jokowi-Amin, Koordinator […]

  • Pemkot Bandung Bakal Bangun IGD Khusus Terindikasi Covid-19 Di RSKIA

    Pemkot Bandung Bakal Bangun IGD Khusus Terindikasi Covid-19 Di RSKIA

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal membangun instalasi gawat darurat (IGD) khusus terindikasi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA). Hal itu sebagai upaya meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19. Menurut Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, pelayanan IGD rumah sakit bagi terindikasi Covid-19 harus terpisah. Ia mengungkapkan, pelayanan kepada pasien berindikasi Covid-19 membutuhkan tenaga […]

  • Generasi Milenial Sukabumi Deklarasikan Dukungan Kepada Fahmi-Dida Pada Pilkada Kota Sukabumi

    Generasi Milenial Sukabumi Deklarasikan Dukungan Kepada Fahmi-Dida Pada Pilkada Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komunitas Merangkul Sukabumi yang beranggotakan generasi milenial Kota Sukabumi resmi menyatakan dukungan politik mereka untuk memenangkan bakal pasangan calon (bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Dida Sembada. Adam Ghifari anggota komunitas Merangkul Sukabumi, mengungkapkan bahwa keputusan mendukung pasangan Fahmi-Dida didasari pada penilaian bahwa pasangan ini mampu mengakomodir kebutuhan generasi […]

  • Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan untuk menambah tempat isolasi mandiri. Hal ini sebagai langkah antisipasi mengingat tempat isolasi mandiri yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini penuh. Untuk itu, Ema terus mendorong agar seluruh kecamatan di Kota Bandung memiliki tempat isolasi mandiri. Saat ini tinggal beberapa kecamatan […]

expand_less