Breaking News
Trending Tags

Keren! Newhun Sulap Sampah Plastik Jadi Jam Tangan Estetik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bagi Sae, Yahya, dan Regi, sampah-sampah plastik ini ibarat pundi rupiah bernilai jutaan. Sebagai bentuk terima kasih kepada bumi, tiga pemuda ini mengolah sampah plastik menjadi produk jam tangan bernilai tinggi dengan nama brand ‘Newhun’.

Sae, salah satu founder Newhun berbagi kisah perjalanan panjangnya meriset produk ini pada tim Humas Kota Bandung.

“Sudah 2,5 tahun saya melakukan riset sebelum akhirnya Newhun berdiri pada 5 Mei 2022. Setelah itu, saya ajak Yahya dan Regi juga untuk ikut jadi founder brand ini,” ujar Sae kepada Humas Kota Bandung.

Berlokasi di Jalan Sabang No. 2A, Cihapit, Kota Bandung, proses produksi berjalan setiap Senin-Jumat. Perlahan, Newhun pun mulai bertumbuh, bertambah pula personil yang ikut mengembangkannya.

“Ada Dian yang gabung jadi Manager Operational. Lalu kami juga rekrut satu orang karyawan. Kebetulan ada dua orang yang mau jadi volunteer. Jadi sekarang totalnya kami sudah bertujuh di sini,” lanjutnya.

Menariknya, meski produk Newhun menggagas konsep go green, tapi latar belakang pendidikan Sae sebagai inisiator brand ini sangat bertolak belakang. Ia merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Padjadjaran.

Namun, meski begitu, ia kerap turun ke lapangan mengikuti beragam kegiatan sosial lingkungan. Inilah yang menjadi inspirasi Sae untuk membuat produk dari sampah plastik.

“Awalnya dari keresahan. Kalau pulang ke rumah pasti lewatin TPS di pinggir jalan yang selalu penuh. Rasanya kok ganggu banget ya lihat sampah setumpuk itu,” katanya.

“Terus pernah ikut kegiatan sosial di Bantar Gebang. Lihat kondisi di sana yang truk sampah tuh tiap menit datang bawa sampah melebihi kapasitas. Saya berpikir, di ibu kota yang harusnya semua serba maju, tapi kok pengolahan sampahnya masih gini ya. Bagaimana dengan daerah lain?” imbuh Sae.

Akhirnya ia pun melakukan riset selama 2,5 tahun untuk mencari tahu cara mengolah sampah plastik agar tetap memiliki fungsi dan bernilai ekonomi.

Sae pun menggaet Yahya yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen. Lalu mengajak Regi yang berasal dari lulusan teknik mesin.

Proses pembuatan produk Newhun pun tak bisa dibilang mudah. Mulai dari memilah sampah, mencuci, mencacah, injeksi/melting, cetak, dan merangkai. Bagi Sae, tahapan tersulit adalah saat proses memilah dan mencuci sampah.

“Sampah plastik itu ada 7 jenis dan harus kita pisahkan sesuai jenis dan warna. Setelah itu dicuci dengan cara manual. Mengeringkannya juga masih manual pakai sinar matahari. Kalau tidak ada matahari, ya bisa sampai dua hari baru benar-benar kering,” paparnya.

Tak hanya itu, tantangan pun mereka temukan saat melakukan pencetakan. Alat press yang masih manual membuat pencetakan kerap mengalami kegagalan. Dari 10 produk yang dibuat pada hari itu, lima di antaranya gagal.

“Seringnya bahan tidak memenuhi isi cetakan. Malah dulu kita pernah dari 10 produk, cuma satu yang berhasil,” ucapnya sambil menunjukkan tumpukan boks berisi produk yang gagal.

Dari tujuh jenis sampah plastik, biasanya bahan-bahan seperti alat makan plastik sekali pakai, kresek, botol sabun, botol shampo, tutup galon, tutup botol, juga sampah plastik lainnya jenis DPE atau PEDH (High Density Polyethylene), LDPE atau PE-LD (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan PS (Polystyrene) yang sering digunakan untuk membuat produk-produk Newhun.

“Makin keras, justru makin mudah dicacah. Kalau plastik yang halus itu susah dicacahnya,” akunya.

Untuk satu item jam tangan membutuhkan 150 gram plastik. Lalu, jam meja memerlukan 150 gram plastik. Sedangkan, jam dinding terbuat dari 500 gram plastik.

Selanjutnya, tatakan gelas, terbuat dari 80 gram plastik. Kemudian, meja berukuran 1×1 meter dengan tebal 20 mm membutuhkan 25 kg plastik. Lalu, meja dengan ketebalam 10 mm memerlukan 15 kg plastik.

“Sehari kalau pake mesin injeksi kapasitas sekarang bisa bikin 14 bentuk. Jam meja bisa bikin 7 item. Jam dinding, jam tangan, meja itu cuma bisa jadi satu per hari. Apalagi jam tangan itu lebih sulit karena produknya detail dengan banyak kontur,” jelas Sae.

Ia mengaku tak sulit untuk mendapatkan bahan sampah plastik. Bahkan, sampah itu datang dengan sendirinya ke lokasi mereka. Biasanya mereka memperoleh sampah plastik dari orang terdekat dan warga di Kelurahan Cihapit.

“Tapi kami tidak buka penerimaan sampah karena pasti akan membludak, tempat ini tidak akan cukup,” tuturnya.

Sae juga mengatakan, rata-rata dalam sebulan Newhun bisa menjual 20 item produk. Namun, jumlahnya masih sangat fluktuatif. Bahkan, ada juga masanya dalam sebulan mereka tidak mengeluarkan barang sama sekali.

“Tapi ada juga yang sekali pesan jam meja itu sampai 70 pcs. Lalu ada yang pesan medali sampai 100 pcs,” katanya.

Meski usahanya pasang surut, omzet Newhun di tahun 2021 hampir mencapai Rp100 juta. Bahkan, di tengah tahun ini sudah menyentuh Rp50 juta.

Untuk kisaran harga produk sangat bervariasi, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan. Produk paling murah adalah tatakan gelas, berada di harga Rp35.000. Lalu, jam meja seharga Rp149.000. Kemudian jam dinding seharga Rp279.000.

“Kalau jam tangan sekarang ada promo, masih Rp799.000, normalnya di Rp1,3 jutaan. Terus kalau kursi harganya Rp980.000. Meja kotak harganya Rp1,3 juta dan meja belajar yang lebarnya semeter itu di Rp1,5 juta,” papar Sae.

Jika Anda ingin memesan produk Newhun bisa melalui akun instagramnya @newhun.recycle dan Whatsapp. Namun, dalam waktu dekat ini, Sae dan timnya sedang mempersiapkan produk ready stock untuk dimasukkan di e-commerce.

Di akhir perbincangan Sae menyampaikan, untuk memulai sebuah usaha, terutama di bidang seperti yang ia geluti, perlu banyak perhitungan dan persiapan.

“Harus siap bakar uang apalagi di jenis bisnis kayak gini. Kalau bisnis makanan dan minuman itu bisnis yang cepat. Kalau ini, risetnya juga panjang, prosesnya juga lebih lama. Jadi perhitungannya harus banyak persiapan,” jelasnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot dan DKM akan Tata Area Luar Masjid Raya Bandung

    Pemkot dan DKM akan Tata Area Luar Masjid Raya Bandung

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Meski merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tak dipungkiri jika Masjid Raya Bandung merupakan wajah dari Kota Bandung. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung turut andil dalam penataannya. Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana seusai silaturahmi bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bandung di Balai Kota Bandung, Senin, […]

  • Tiga Terminal Tipe C Kota Bandung Upgrade Jadi Tipe B

    Tiga Terminal Tipe C Kota Bandung Upgrade Jadi Tipe B

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyerahkan tiga terminal kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada Selasa, 7 Juni 2022. Penyerahan terminal ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 560.22/Kep.1197-Dishub/2016 tentang Terminal Penumpang Tipe B di Daerah Provinsi Jabar. “Kita akan lakukan secara berkala, mulai dari Terminal Ciroyom terlebih dahulu. Semoga tiga terminal ini […]

  • Hari Pertama Pelaksanaan PSBB Dikota Bandung, Banyak Warga Yang belum Disiplin

    Hari Pertama Pelaksanaan PSBB Dikota Bandung, Banyak Warga Yang belum Disiplin

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung akan terus menyosialisasikan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, pada hari pertama pelaksanaan PSBB masih banyak warga yang belum sepenuhnya paham tentang PSBB. Seperti yang terjadi saat Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya, dan Dandim 0618/BS, Kol M. […]

  • Warga Diminta Segera Lengkapi Dokumen Kependudukan, Layanan Tersedia di Banyak Titik

    Warga Diminta Segera Lengkapi Dokumen Kependudukan, Layanan Tersedia di Banyak Titik

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan, seluruh pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kota Bandung sudah semakin cepat dan diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Hal tersebut ia sampaikan usai meninjau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Jumat 11 April 2025. “Saya sangat mengapresiasi pelayanan adminduk di Kota Bandung saat ini. […]

  • H. Yanto Ajak Warga Untuk Tidak Golput

    H. Yanto Ajak Warga Untuk Tidak Golput

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Kab Bandung, Mbinews. id- H. Yanto Setianto, SE.,MM ,Anggota DPRD Kab Bandung mengadakan reses , masa sidang I tahun 2023 kegiatan tersebut berlangsung di Gedung serbaguna Desa Margahayu Selatan kecamatan Margahayu kabupaten Bandung. Dihadiri Ketua PD Golkar Margahayu, 160 peserta tamu undangan terdiri dari para konstituen beserta para kader Golkar yang ada di desa Marsel […]

  • Hari Ini, Bupati Dadang Supriatna Lantik 62 Pejabat di Lingkungan Pemkab Bandung

    Hari Ini, Bupati Dadang Supriatna Lantik 62 Pejabat di Lingkungan Pemkab Bandung

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan PNS yang menduduki jabatan kepala sekolah, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan selamat kepada 62 orang pejabat di lembaga lingkungan pendidikan yang telah dilantik pada hari ini di Gedung Dharma Wanita Komplek Pemkab Bandung Soreang, Selasa (11/6/2024). Bupati Bandung menjelaskan peran penting seorang kepala sekolah […]

expand_less