Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Yuk Mengenal Sejarah Kebun Binatang Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Keberadaan Kebun Binatang Bandung memiliki sejarah yang panjang. Dosen Pendidikan Sejarah Sekolah Pascasarjana UPI dan Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar kepada Humas Kota Bandung, Kamis 4 Agustus 2022 mengungkapkan kisah berdirinya Kebun Binatang Bandung.

Cerita dimulai pada tahun 1900, Bupati R.A.A. Martanegara mendirikan Kebun Binatang di Cimindi. Sementara itu, sejumlah pecinta satwa mendirikan Kebun binatang di Bukit Dago.

Sejarah mencatat, 1 April 1906 Bandung menjadi gemeente (kotapraja) yang dipimpin seorang walikota (Burgermaster).

Kemudian, pada tahun 1920 Berdiri Bandoeng Vooruit (Bandung Maju) yakni perkumpulan swasta yang menjadi partner pemerintah dalam menata gemeente khusus di bidang pariwisata, yang terdiri dari orang-orang Belanda.

Bandoeng Vooruit adalah partner gementee dalam membangun, menata kota dan membenahi kota, khususnya untuk bidang pariwisata.

Pada tanggal 1 Oktober 1926, Bandung sebagai gemeente menjadi Kotapraja mandiri (Stadgemeente). Sehingga tidak ada lagi dualisme (antara pemerintah pribumi dan Kolonial).

Kota Bandung sebagai kota mungil yang awalnya hanya desa kecil didirikan untuk kepentingan penduduk Eropa, dengan mengadopsi infrastruktur kota di Eropa.

Karena itu, Pemerintah Kotapraja Bandung (gemeente) mendirikan perumahan dalam skala real estate, gedung pemerintahan, motel/hotel, instansi pendidikan, tempat hiburan, serta taman-taman kota.

Satu di antara taman yang didirikan gemeente tersebut adalah Jubileum Park, yang membentang dari ujung paling utara daerah Lebak Gede Barat sampai dengan Cikapundung Timur.

Jubileum Park, atau taman ulang tahun adalah taman botanik yang berupa tanaman keras dan tanaman hias, didirikan pada tahun 1923 dalam rangka memperingati 50 tahun Ratu Wilhelmina memerintah.

Selanjutnya pada tahun 1933, atas prakarsa Bandoeng Vooruit, kedua kebun binatang yang didirikan di Cimindi dan Bukit Dago tersebut disatukan dengan pindah ke wilayah bagian selatan Taman Botanik (Jubileumpark).

“Artinya Kebun binatang tersebut berdiri pada sebagian tanah gemeente (Pemerintah Kota Bandung), yang terletak di Huygensweg (Sekarang Jl. Tamansari),” ujar Leli.

Pendirian ini disahkan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada 12 april 1933 dengan nama Bandoengsche Zoologisch Park pimpinan Hogland, Kepala bank Bank DENNIS yang sekarang BJB, yang secara ekonomi sangat kuat untuk menjadi pen-support dana dalam mengelola taman hewan tersebut.

Pendirian Bandoengsche Zoologisch Park, tertulis pada Kandang Gajah yang dibangun pada tahun yang sama oleh kontraktor Thio Tjoan Tek yang berkantor di Ost Eindeweg (Jl. Sunda).

Pendirian kebun binatang dan taman-taman di Bandung, sama dengan tujuan didirikannya Jubileum park, yakni merupakan bagian dari kelengkapan infrastruktur kota, di samping taman-taman lain, seperti Insulinde Park (Taman Lalu lintas), Molukken Park (Taman Maluku), Ijzerman Park (Taman Ganesa), dan Pieter Park (Taman Merdeka).

Ketika tahun 1942, Jepang mendarat dan melakukan pendudukan, banyak orang Belanda (termasuk Hoogland) ditahan pihak Jepang, dan berada di tempat penampungan (camp interniran).

Kebun Binatang diurus oleh sekelompok kaum pribumi, satu di antaranya R. Ema Bratakoesoema, dalam kondisi keterbatasan biaya tentunya.

Saat chaos, jangankan memikirkan binatang, manusiapun dalam kondisi darurat pangan, sandang dan papan.

Saat kemerdekaan dicapai bangsa ini pada 17 Agustus 1945, kelompok interniran (termasuk Hogland) Kembali ke negaranya (Belanda).

Rentang waktu 1945-1950. Satwa penghuni Kebun Binatang semakin tidak terurus dan memprihatinkan. Karena Indonesia saat itu dalam keadaan mempertahankan kemerdekaan dan menghadapi Agresi Militer I dan II dari pihak Belanda.

Pada saat yang bersamaan, terjadi ketidakstabilan politik dan ekonomi yang disebabkan jatuh bangunnya kabinet. Maka, kondisi Kebun Binatang Bandung makin merana.

Pada tahun 1956, Hogland Kembali ke Bandung, dan melihat bahwa Taman Hewan sudah tampak seperti hutan, dengan tumbuhan liar, serta sedikit hewan yang bisa diselamatkan. Saat itu, terdapat kesepakatan dengan R. Ema Bratakoesoema, yakni :

  1. Pembubaran Taman Hewan (Bandoengsche Zoologisch Park);
  2. Melikuidasi sisa kekayaan Taman Hewan;
  3. Mendirikan Badan Hukum yang dinamai Yayasan Margasatwa Tamansari (Bandoeng Zoolical Garden), dengan Hogland sebagai Ketua Yayasan dan di dalamnya ada beberapa orang Belanda yang dulu terlibat di Bandoengsche Zoologisch Park.

Pada akhir 1957, Hogland bersama rekannya yang lain Kembali ke Belanda, Sehingga Yayasan tersebut dipimpin oleh R. Ema Bratakoesoema sampai meninggal tahun 1984. Selanjutnya YTM dilanjutkan kepengurusannya oleh para ahli warisnya.

Medio 1990. Kebun Binatang nyaris dipindahkan ke Jatinangor, karena saat itu Pemkot Bandung akan menyerahkan wilayah tersebut kepada ITB, yang akan digunakan sebagai perluasan kampus ITB.

Tetapi karena permasalahan dana, rencana tersebut tertunda. Malahan, saat ini Kampus ITB yang sebagian kampusnya berada di Jatinangor. (rob-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok Ketua KPK Firli Bahuri di Mata Sahabatnya, Agus Suparman

    Sosok Ketua KPK Firli Bahuri di Mata Sahabatnya, Agus Suparman

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInewws.id – Siapa yang tak kenal dengan sosok Komisaris Jenderal Polisi Drs. Firli Bahuri, M.Si. ia adalah seorang Purnawirawan Polri yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia periode 2019–2023. Dalam torehan karir hidupnya, Firli pernah tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjabat ajudan Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono, […]

  • Walikota Bandung Resmikan Kebun Sauyunan, Mang Oded : Bangun Ketahanan Pangan Lewat urbanfarming Terintegrasi

    Walikota Bandung Resmikan Kebun Sauyunan, Mang Oded : Bangun Ketahanan Pangan Lewat urbanfarming Terintegrasi

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Kebun Sauyunan di RW 03 Kelurahan Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Rabu (24/6/2020). Kebun Sauyunan ini digerakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kebun Sauyunan. Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2016. Ini menjadi urban farming terintegrasi karena memiliki berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dipelihara sebagai […]

  • HUT ke-80 RI di Bandung Berlangsung Khidmat, Farhan Ajak Warga Kobarkan Semangat Kemerdekaan

    HUT ke-80 RI di Bandung Berlangsung Khidmat, Farhan Ajak Warga Kobarkan Semangat Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Kota Bandung berlangsung khidmat di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 17 Agustus 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bertindak sebagai Inspektur Upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, hingga masyarakat. Tahun ini, peringatan kemerdekaan mengusung tagline “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Siswa untuk Tingkatkan Literasi Digital, Tangkal Penyebaran Berita Hoaks

    Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Siswa untuk Tingkatkan Literasi Digital, Tangkal Penyebaran Berita Hoaks

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Di tengah arus informasi yang semakin deras di era digital, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengingatkan pentingnya literasi media bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam penyebaran berita palsu atau hoaks. Hal ini disampaikan Erwin saat menghadiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di SMP Negeri 30 Bandung, pada […]

  • Pemberlakuan Jam Operasional Para Pelaku Usaha Modern & Tradisional Dikota Sukabumi Tergolong Mentaati Aturan

    Pemberlakuan Jam Operasional Para Pelaku Usaha Modern & Tradisional Dikota Sukabumi Tergolong Mentaati Aturan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Semenjak dikeluarkanya Surat edaran (SE) tentang jam operasioanal kegiatan perdagangan di Kota Sukabumi dalam menghadapi new normal atau Adaptasi kebiasaan Baru (AKB) awal bulan Juni lalu. Para pelaku Pasar baik moderen dan tradisional tergolong mentaati aturan tersebut. Walaupun masih ada beberapa pelaku usaha, khususnya dibidang kuliner harus diingatkan waktu jam operasionalnya. “Masih […]

  • Bobby Maulana Buka Festival Seni Pencak Silat Sukabumi Raya 2026 di Gedung Juang 45

    Bobby Maulana Buka Festival Seni Pencak Silat Sukabumi Raya 2026 di Gedung Juang 45

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id — Festival Seni Pencak Silat Sukabumi Raya ke-3 Tahun 2026 resmi digelar dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Kegiatan yang menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda ini berlangsung di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat (09/01/2026). Pembukaan festival berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri para pesilat dari […]

expand_less