Breaking News
Trending Tags

Yuk Mengenal Sejarah Kebun Binatang Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Keberadaan Kebun Binatang Bandung memiliki sejarah yang panjang. Dosen Pendidikan Sejarah Sekolah Pascasarjana UPI dan Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar kepada Humas Kota Bandung, Kamis 4 Agustus 2022 mengungkapkan kisah berdirinya Kebun Binatang Bandung.

Cerita dimulai pada tahun 1900, Bupati R.A.A. Martanegara mendirikan Kebun Binatang di Cimindi. Sementara itu, sejumlah pecinta satwa mendirikan Kebun binatang di Bukit Dago.

Sejarah mencatat, 1 April 1906 Bandung menjadi gemeente (kotapraja) yang dipimpin seorang walikota (Burgermaster).

Kemudian, pada tahun 1920 Berdiri Bandoeng Vooruit (Bandung Maju) yakni perkumpulan swasta yang menjadi partner pemerintah dalam menata gemeente khusus di bidang pariwisata, yang terdiri dari orang-orang Belanda.

Bandoeng Vooruit adalah partner gementee dalam membangun, menata kota dan membenahi kota, khususnya untuk bidang pariwisata.

Pada tanggal 1 Oktober 1926, Bandung sebagai gemeente menjadi Kotapraja mandiri (Stadgemeente). Sehingga tidak ada lagi dualisme (antara pemerintah pribumi dan Kolonial).

Kota Bandung sebagai kota mungil yang awalnya hanya desa kecil didirikan untuk kepentingan penduduk Eropa, dengan mengadopsi infrastruktur kota di Eropa.

Karena itu, Pemerintah Kotapraja Bandung (gemeente) mendirikan perumahan dalam skala real estate, gedung pemerintahan, motel/hotel, instansi pendidikan, tempat hiburan, serta taman-taman kota.

Satu di antara taman yang didirikan gemeente tersebut adalah Jubileum Park, yang membentang dari ujung paling utara daerah Lebak Gede Barat sampai dengan Cikapundung Timur.

Jubileum Park, atau taman ulang tahun adalah taman botanik yang berupa tanaman keras dan tanaman hias, didirikan pada tahun 1923 dalam rangka memperingati 50 tahun Ratu Wilhelmina memerintah.

Selanjutnya pada tahun 1933, atas prakarsa Bandoeng Vooruit, kedua kebun binatang yang didirikan di Cimindi dan Bukit Dago tersebut disatukan dengan pindah ke wilayah bagian selatan Taman Botanik (Jubileumpark).

“Artinya Kebun binatang tersebut berdiri pada sebagian tanah gemeente (Pemerintah Kota Bandung), yang terletak di Huygensweg (Sekarang Jl. Tamansari),” ujar Leli.

Pendirian ini disahkan Gubernur Jendral Hindia Belanda pada 12 april 1933 dengan nama Bandoengsche Zoologisch Park pimpinan Hogland, Kepala bank Bank DENNIS yang sekarang BJB, yang secara ekonomi sangat kuat untuk menjadi pen-support dana dalam mengelola taman hewan tersebut.

Pendirian Bandoengsche Zoologisch Park, tertulis pada Kandang Gajah yang dibangun pada tahun yang sama oleh kontraktor Thio Tjoan Tek yang berkantor di Ost Eindeweg (Jl. Sunda).

Pendirian kebun binatang dan taman-taman di Bandung, sama dengan tujuan didirikannya Jubileum park, yakni merupakan bagian dari kelengkapan infrastruktur kota, di samping taman-taman lain, seperti Insulinde Park (Taman Lalu lintas), Molukken Park (Taman Maluku), Ijzerman Park (Taman Ganesa), dan Pieter Park (Taman Merdeka).

Ketika tahun 1942, Jepang mendarat dan melakukan pendudukan, banyak orang Belanda (termasuk Hoogland) ditahan pihak Jepang, dan berada di tempat penampungan (camp interniran).

Kebun Binatang diurus oleh sekelompok kaum pribumi, satu di antaranya R. Ema Bratakoesoema, dalam kondisi keterbatasan biaya tentunya.

Saat chaos, jangankan memikirkan binatang, manusiapun dalam kondisi darurat pangan, sandang dan papan.

Saat kemerdekaan dicapai bangsa ini pada 17 Agustus 1945, kelompok interniran (termasuk Hogland) Kembali ke negaranya (Belanda).

Rentang waktu 1945-1950. Satwa penghuni Kebun Binatang semakin tidak terurus dan memprihatinkan. Karena Indonesia saat itu dalam keadaan mempertahankan kemerdekaan dan menghadapi Agresi Militer I dan II dari pihak Belanda.

Pada saat yang bersamaan, terjadi ketidakstabilan politik dan ekonomi yang disebabkan jatuh bangunnya kabinet. Maka, kondisi Kebun Binatang Bandung makin merana.

Pada tahun 1956, Hogland Kembali ke Bandung, dan melihat bahwa Taman Hewan sudah tampak seperti hutan, dengan tumbuhan liar, serta sedikit hewan yang bisa diselamatkan. Saat itu, terdapat kesepakatan dengan R. Ema Bratakoesoema, yakni :

  1. Pembubaran Taman Hewan (Bandoengsche Zoologisch Park);
  2. Melikuidasi sisa kekayaan Taman Hewan;
  3. Mendirikan Badan Hukum yang dinamai Yayasan Margasatwa Tamansari (Bandoeng Zoolical Garden), dengan Hogland sebagai Ketua Yayasan dan di dalamnya ada beberapa orang Belanda yang dulu terlibat di Bandoengsche Zoologisch Park.

Pada akhir 1957, Hogland bersama rekannya yang lain Kembali ke Belanda, Sehingga Yayasan tersebut dipimpin oleh R. Ema Bratakoesoema sampai meninggal tahun 1984. Selanjutnya YTM dilanjutkan kepengurusannya oleh para ahli warisnya.

Medio 1990. Kebun Binatang nyaris dipindahkan ke Jatinangor, karena saat itu Pemkot Bandung akan menyerahkan wilayah tersebut kepada ITB, yang akan digunakan sebagai perluasan kampus ITB.

Tetapi karena permasalahan dana, rencana tersebut tertunda. Malahan, saat ini Kampus ITB yang sebagian kampusnya berada di Jatinangor. (rob-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gratis! Pajak Balik Nama Dan Bebas Tunggakan Kelima Kendaraan Bermotor

    Gratis! Pajak Balik Nama Dan Bebas Tunggakan Kelima Kendaraan Bermotor

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) masih berlangsung sampai 31 Agustus 2022 di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. Program ini bertujuan untuk membantu pemilik kendaraan menuntaskan kewajiban hanya dengan membayar pajak pokok tahun ini, tanpa dikenakan denda. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemilik kendaraan, di antaranya wajib memiliki STNK, KTP, […]

  • Jelang Buka Puasa Ramadan 1441 H, PWI Kota Bandung Bagikan Tajil Ditengah Pademi Covid-19

    Jelang Buka Puasa Ramadan 1441 H, PWI Kota Bandung Bagikan Tajil Ditengah Pademi Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Bentuk peduli terhadap sesama warga terdampak corona, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1441 H, tahun 2020, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung bagi bagi tajil ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19), Jumat (1/5/2020). Ketua PWI Kota Bandung H. Hardiyansyah, SH, di wakili  Asep Budianto, SE., SH., C.L.A. Wakil Ketua PWI Kota Bandung mengatakan, bagi […]

  • Bandung Membiru, Ribuan Pelari Ramaikan Pocari Sweat Run 2025

    Bandung Membiru, Ribuan Pelari Ramaikan Pocari Sweat Run 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah ajang lari berskala nasional, Pocari Sweat Run Indonesia 2025, yang resmi dimulai pada Sabtu 19 Juli 2025. Ribuan peserta yang sebagian besar mengenakan jersey berwarna biru ini mengikuti dua kategori pertama yaitu 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Lomba dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan […]

  • Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Pemkot Sukabumi Berencana AKan Bangun Museum dan Monumen K.H.Ahmad Sanusi

    Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Pemkot Sukabumi Berencana AKan Bangun Museum dan Monumen K.H.Ahmad Sanusi

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, berencana membangun Museum dan monumen KH Ahmad Sanusi di tahun 2023 mendatang. Hal itu, sebagai bentuk rasa bangga dan kehormatan atas capaian penganugrahan KH. AHamad Sanusi sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat. “Penganugrahan pahlawan nasional menjadi sebuah kebahagiaan dan kebanggaan, karena pengusulan ini sudah beberapa kali, dan beberapa kali […]

  • Program TJSL BRI Ciamis: Bantuan Sembako Tepat Sasaran untuk Masyarakat Membutuhkan

    Program TJSL BRI Ciamis: Bantuan Sembako Tepat Sasaran untuk Masyarakat Membutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 361
    • 0Komentar

    CIAMIS, eljabar.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terbaru, melalui Branch Office (BO) Ciamis, BRI menyalurkan bantuan paket sembako yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Ciamis. Program ini merupakan salah […]

  • DPRD Kota Sukabumi Beri Apresiasi Kepada Satuan Pendidikan

    DPRD Kota Sukabumi Beri Apresiasi Kepada Satuan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja ke beberapa satuan pendidikan yang ada di Kota Sukabumi. Pada kunjungan kali ini, Komisi III DRPD Kota Sukabumi ingin memastikan proses berjalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah, berjalan dengan lancar. “Saya dan teman-teman Komisi III DPRD Kota Sukabumi, hari ini melakukan kunjungan […]

expand_less