Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Cashback

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Mirza Zulhadi

Sekadar judul? Bukan! Tapi itulah awal penyebab kemelut, kericuhan, atau sebut saja pemecah tubuh organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia. Jadi, jangan menengok kemana-mana dulu. Memperluas masalah. Cukup memperhatikan fakta yang tersaji. Sesederhana itu awal kisah cashback bermula. ”Tak ada asap kalau tak ada api”.

Ada uang yang ditarik dari kas organisasi. Lalu, katanya diterima pihak penerima dengan tanda terima. Kemudian, dibantah tidak terima oleh pihak penerima. Akhirnya, uang kembali ke kas organisasi. Faktanya bicara begitu. Dan, apa namanya ini? Persekongkolan kah? Antar dua pihak, pemberi dan penerima, atau malah hanya di satu pihak saja?

Klarifikasi tegas hanya datang dari penerima, bahwa mereka tidak menerima uang sepeser pun. Bahkan menantang, silakan tunjuk oknum yang menerima! Sebaliknya, tak muncul klarifikasi dari pihak pemberi. Sebenarnya mudah saja. Jika benar, tinggal mengungkap siapa yang menerima. Apalagi pihak penerima seolah menantang, sebut nama oknumnya!

Tak sepatah kata pun yang terucap. Seakan mengacuhkan beragam informasi yang beredar di publik, bahwa telah terjadi sesuatu kekeliruan dalam kerjasama dua pihak. Meski kabar yang menyebar menyudutkan pihak pemberi, bahkan lewat kalimat yang sudah menjurus pada tuduhan kriminal. Namun tetap bisu. Tak ada bantahan, alias diam!

Pertanyaan lanjutan adalah, apakah fakta sesuai dengan kenyataan? Karena sepi penjelasan. Kali ini diam bukan berarti emas. Sebab ada tuduhan, yang butuh jawaban. Seperti apa kebenarannya? Jangan nanti fakta dianggap sebagai kebenaran. Atau, memang faktanya sudah sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Artinya tak butuh penjelasan tambahan.

Yang muncul berbagai penjelasan, yang intinya tidak membantah kebenaran adanya niat cashback. Sembunyi dibalik penjelasan hasil akuntan publik yang menyebut tidak ada penyalahgunaan keuangan organisasi. Meski dengan memasukan disclaimer, catatan akuntan itu pasti benar. Hanya tidak ada kaitan dengan cashback.

Demi cashback, akhirnya jabatan dipertahankan mati-matian. Lahirlah beragam SK. Mengaduk aturan main organisasi lewat kacamata kepentingan sendiri. Untuk menyelamatkan aksi cashback, antara lain mengembalikan uang ke kas. Meluaskan permasalahan dengan menyentuh ranah hukum. Langkah yang memunculkan efek bumerang. Muncul laporan balik ke aparat penegak hukum.

Perseteruan internal kian berkembang. Sebagian besar anggota tidak nyaman dengan adanya ”kongkalingkong” soal uang. Malu! Pihak ketiga mengusulkan solusi rekonsiliasi, tapi bagi mereka yang kadung malu, rekonsiliasi bukan perkara mudah. Ungkap dulu kenyataannya, apakah kekeliruan, terpeleset, atau memang niat jahat? Ini agar semua bisa bersalaman dengan hati dan tangan yang bersih.

Cashback bukan haram. Katanya, sejak pengurus ke pengurus organisasi ini, istilah itu dikenal. Sering diberikan sebagai tanda terimakasih. Saling tau sama tau. Lalu, kenapa kali ini diributkan? Pasti ada sesuatu yang secara kasat mata dinilai tidak wajar. Entah jumlah, atau calon penerima yang tentunya bukan orang sembarangan. Mungkin juga karena tidak sesuai prosedur. Sebuah pengakuan jujur, sekali lagi, ini yang dibutuhkan. Klarifikasi. Apalagi masalahnya sudah menjadi konsumsi publik. Malu-maluin profesi!

Masalah berlarut dan menyebar ke segala arah. Tanpa urat malu. Bahkan tanpa batasan kode etik. Menyerang personal tanpa peduli etis. Juga tak menggubris bahwa kasus nantinya berefek pada rendahnya kepercayaan publik terhadap organisasi ini. Di sisi lain, niat awal bersatu di bawah bendera organisasi ini, antara lain demi menjaga integritas dan profesionalisme. Semua bisa terhapus, tersisih oleh gema kasus cashback.

Saatnya menyudahi debat organisatoris dengan argumen dari kacamata sendiri. Tak ada habisnya. Angkat ke area lebih tinggi. Etika! Etika tidak bicara tentang benar dan salah. Etika bicara tentang apa yang baik dan buruk, mengenai hak dan kewajiban moral. Etika berhubungan dengan nilai benar yang dianut masyarakat. Pada gilirannya, etika adalah bicara kejujuran. Nurani! Dan, jujur adalah kesesuaian antara kondisi lahir dan batin. Ucapan dan perbuatan. Antara berita dan fakta. Persoalannya, apakah masih berani jujur?

_Penulis adalah Anggota Biasa PWI sejak 1989 – sekarang._

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Dan Musisi Bertekad Wujudkan Bandung Kota Musisi

    Pemkot Bandung Dan Musisi Bertekad Wujudkan Bandung Kota Musisi

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bandung memiliki sejarah yang panjang dalam melahirkan musisi-musisi besar di Indonesia. Kota ini banyak menciptakan inovasi dan kreator-kreator hebat untuk menghibur para pendengar. Hingga hari ini kota Bandung tidak pernah berhenti untuk memproduksi talenta hebat di industri. Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng para pelaku musik kreatif agar mendorong Kota […]

  • Geger! Spanduk Penolakan Bank Emok Muncul di Gang Pelita, Siapa Dalangnya?

    Geger! Spanduk Penolakan Bank Emok Muncul di Gang Pelita, Siapa Dalangnya?

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Warga di Gang Pelita, RW 01, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, dikejutkan dengan pemasangan sebuah spanduk yang berisi penolakan terhadap keberadaan bank emok, bank keliling, rentenir, serta kredit pinjaman berkedok syariah. Spanduk tersebut dipasang di pintu masuk gang dan bertuliskan: “Himbauan dilarang masuk!! Bank emok, bank keliling, rentenir, lintah darat dan kredit pinjaman yang […]

  • Sambut HJKB Ke-210 Tahun 2020 ” Refleksi- 2 Kepemimpinan Mang Oded Dan Kang Yana”

    Sambut HJKB Ke-210 Tahun 2020 ” Refleksi- 2 Kepemimpinan Mang Oded Dan Kang Yana”

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sambut Hari Jadi Kota Bandung ke-210 tahun 2020, Bagian Humas Setda Kota Bandung menggelar Bandung Menjawab dengan Tema ‘Refleksi 2 tahun Kepemimpinan Mang Oded dan Kang Yana di Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-210’, yang dirangkaikan dengan Humas On the Spot, Selasa, 22 September 2020, di Taman Dewi Sartika Kota Bandung. Namun […]

  • HLUN Ke-24, Pemkot Bandung : Lansia agar bisa menikmati hidup dengan produktivitas

    HLUN Ke-24, Pemkot Bandung : Lansia agar bisa menikmati hidup dengan produktivitas

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hidup di usia lanjut di Kota Bandung merupakan anugerah. Di usia senja, warga bisa menikmati udara Bandung yang sejuk dan suasana kota yang menyenangkan. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga memberikan perhatian khusus pada warga lanjut usia (lansia). Pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-24 tingkat Kota Bandung, Wali Kota […]

  • Resmi Daftar Ke KPU, Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki – Boby Maulana Siap Naikan LPE  dan PAD

    Resmi Daftar Ke KPU, Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki – Boby Maulana Siap Naikan LPE dan PAD

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBinews.id- Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, Ayep Zaki dan Boby Maulana, resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, sebagai Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi di Pilkada Kota Sukabumi 2024. Paslon yang di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan, Partai Nasional Demokrasi […]

  • Bank bjb Raih Penghargaan The Most Innovative Bank Transformation

    Bank bjb Raih Penghargaan The Most Innovative Bank Transformation

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – bank bjb berhasil meraih penghargaan The Most Innovative Bank Transformation dari Bisnis Indonesia Award (BIA) 2021. Penghargaan tersebut diberikan secara virtual pada rangkaian acara Anugerah Bisnis Indonesia Award 2021, Rabu 15 September 2021. Penghargaan bank bjb diterima oleh Direktur Komersial dan UMKM bank bjbNancy Adistyasari. Adapun BIA merupakan bentuk apresiasi Binis Indonesia […]

expand_less