Breaking News
Trending Tags

Cashback

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Mirza Zulhadi

Sekadar judul? Bukan! Tapi itulah awal penyebab kemelut, kericuhan, atau sebut saja pemecah tubuh organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia. Jadi, jangan menengok kemana-mana dulu. Memperluas masalah. Cukup memperhatikan fakta yang tersaji. Sesederhana itu awal kisah cashback bermula. ”Tak ada asap kalau tak ada api”.

Ada uang yang ditarik dari kas organisasi. Lalu, katanya diterima pihak penerima dengan tanda terima. Kemudian, dibantah tidak terima oleh pihak penerima. Akhirnya, uang kembali ke kas organisasi. Faktanya bicara begitu. Dan, apa namanya ini? Persekongkolan kah? Antar dua pihak, pemberi dan penerima, atau malah hanya di satu pihak saja?

Klarifikasi tegas hanya datang dari penerima, bahwa mereka tidak menerima uang sepeser pun. Bahkan menantang, silakan tunjuk oknum yang menerima! Sebaliknya, tak muncul klarifikasi dari pihak pemberi. Sebenarnya mudah saja. Jika benar, tinggal mengungkap siapa yang menerima. Apalagi pihak penerima seolah menantang, sebut nama oknumnya!

Tak sepatah kata pun yang terucap. Seakan mengacuhkan beragam informasi yang beredar di publik, bahwa telah terjadi sesuatu kekeliruan dalam kerjasama dua pihak. Meski kabar yang menyebar menyudutkan pihak pemberi, bahkan lewat kalimat yang sudah menjurus pada tuduhan kriminal. Namun tetap bisu. Tak ada bantahan, alias diam!

Pertanyaan lanjutan adalah, apakah fakta sesuai dengan kenyataan? Karena sepi penjelasan. Kali ini diam bukan berarti emas. Sebab ada tuduhan, yang butuh jawaban. Seperti apa kebenarannya? Jangan nanti fakta dianggap sebagai kebenaran. Atau, memang faktanya sudah sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Artinya tak butuh penjelasan tambahan.

Yang muncul berbagai penjelasan, yang intinya tidak membantah kebenaran adanya niat cashback. Sembunyi dibalik penjelasan hasil akuntan publik yang menyebut tidak ada penyalahgunaan keuangan organisasi. Meski dengan memasukan disclaimer, catatan akuntan itu pasti benar. Hanya tidak ada kaitan dengan cashback.

Demi cashback, akhirnya jabatan dipertahankan mati-matian. Lahirlah beragam SK. Mengaduk aturan main organisasi lewat kacamata kepentingan sendiri. Untuk menyelamatkan aksi cashback, antara lain mengembalikan uang ke kas. Meluaskan permasalahan dengan menyentuh ranah hukum. Langkah yang memunculkan efek bumerang. Muncul laporan balik ke aparat penegak hukum.

Perseteruan internal kian berkembang. Sebagian besar anggota tidak nyaman dengan adanya ”kongkalingkong” soal uang. Malu! Pihak ketiga mengusulkan solusi rekonsiliasi, tapi bagi mereka yang kadung malu, rekonsiliasi bukan perkara mudah. Ungkap dulu kenyataannya, apakah kekeliruan, terpeleset, atau memang niat jahat? Ini agar semua bisa bersalaman dengan hati dan tangan yang bersih.

Cashback bukan haram. Katanya, sejak pengurus ke pengurus organisasi ini, istilah itu dikenal. Sering diberikan sebagai tanda terimakasih. Saling tau sama tau. Lalu, kenapa kali ini diributkan? Pasti ada sesuatu yang secara kasat mata dinilai tidak wajar. Entah jumlah, atau calon penerima yang tentunya bukan orang sembarangan. Mungkin juga karena tidak sesuai prosedur. Sebuah pengakuan jujur, sekali lagi, ini yang dibutuhkan. Klarifikasi. Apalagi masalahnya sudah menjadi konsumsi publik. Malu-maluin profesi!

Masalah berlarut dan menyebar ke segala arah. Tanpa urat malu. Bahkan tanpa batasan kode etik. Menyerang personal tanpa peduli etis. Juga tak menggubris bahwa kasus nantinya berefek pada rendahnya kepercayaan publik terhadap organisasi ini. Di sisi lain, niat awal bersatu di bawah bendera organisasi ini, antara lain demi menjaga integritas dan profesionalisme. Semua bisa terhapus, tersisih oleh gema kasus cashback.

Saatnya menyudahi debat organisatoris dengan argumen dari kacamata sendiri. Tak ada habisnya. Angkat ke area lebih tinggi. Etika! Etika tidak bicara tentang benar dan salah. Etika bicara tentang apa yang baik dan buruk, mengenai hak dan kewajiban moral. Etika berhubungan dengan nilai benar yang dianut masyarakat. Pada gilirannya, etika adalah bicara kejujuran. Nurani! Dan, jujur adalah kesesuaian antara kondisi lahir dan batin. Ucapan dan perbuatan. Antara berita dan fakta. Persoalannya, apakah masih berani jujur?

_Penulis adalah Anggota Biasa PWI sejak 1989 – sekarang._

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi III DPRD Jabar Dorong Warga Garap Sektor Jasa Layanan Umum

    Anggota Komisi III DPRD Jabar Dorong Warga Garap Sektor Jasa Layanan Umum

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BEKASI,MBInews.id – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Hj.Sumiyati,S.Pd.I., M.I.Pol yang membidangi keuangan meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah sekitar perkotaan bergerak di bidang layanan jasa. Hal itu disampaikan saat menggelar reses di Bekasi,ungkapnya melalui telepon selulernya Rabu 8 Desember 2021. “BUMDes merupakan wadah menghimpun potensi pendapatan bagi aparatur kewilayahan untuk menambah pemasukan […]

  • Masih Dalam Masa PPKM, Unras Mahasiswa Terpaksa Dibubarkan

    Masih Dalam Masa PPKM, Unras Mahasiswa Terpaksa Dibubarkan

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Aksi unjuk rasa (unras) mahasiswa di depan Gedung Balaikota Sukabumi, terpaksa dibubarkan oleh petugas kepolisian Polres Sukabumi Kota, Rabu (25/8/2021) siang. Masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pasar Pelita, berasal dari beberapa organisasi mahasiswa yang berbeda. Sedikitnya ada tiga organisasi mahasiswa yang turut dalam aksi unras tersebut, diantaranya ada Pengurus Besar […]

  • Mahasiswa Teriak Saat Gubernur Sumut  Pidato Sidang Paripurna DPRD

    Mahasiswa Teriak Saat Gubernur Sumut Pidato Sidang Paripurna DPRD

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    MEDAN, MBInews.id – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tengah menyampaikan pidato di Ruang Sidang Paripurna DPRD Sumut. Tiba-tiba, terdengar suara keras dari seorang pria yang mengatakan “Hidup Mahasiswa Gubernur Edy Menaikan harga BBM”. Kamis (15/04/2021). Insiden yang mengejutkan itu pun terdengar di lantai 2 ruang sidang paripurna DPRD Sumut. Terlihat, seorang pria yang mengenakan baju […]

  • USB YPKP Menerima Mahasiswa Baru TA 2024 – 2025

    USB YPKP Menerima Mahasiswa Baru TA 2024 – 2025

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menggelar prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru TA (Tahun Akademik) 2024/2025, pada Sabtu (5/10/2024). Prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2024/2025, USB YPKP Bandung kedatangan tamu kehormatan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Slovakia, Pribadi Sutiono, S.S., M.A., Ph.D, dan dua profesor dari perguruan tinggi eropa yakni, Comenius University, Slovakia. […]

  • A&W Indonesia: Memenangkan QSR Media Asia Tabsquare Awards 2024 di Singapore

    A&W Indonesia: Memenangkan QSR Media Asia Tabsquare Awards 2024 di Singapore

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sukabumi,Mbinews.id– Enam belas merek menerima penghargaan di acara QSR Media Asia Tabsquare Awards 2024 di acara yang berlangsung di Singapore. Acara penghargaan tahunan ini, memberikan penghargaan kepada merek-merek terbaik yang bergerak di industri restoran cepat saji, karena strateginya yang berhasil memberikan dampak pada kemajuan industri. Tahun ini, QSR Media Asia Tabsquare Awards 2024, menerima sebanyak […]

  • Gerakan Bangkit Belajar, Ketua DPC PKB Kota Bandung Berikan Fasilitas WiFi Gratis & Handphone

    Gerakan Bangkit Belajar, Ketua DPC PKB Kota Bandung Berikan Fasilitas WiFi Gratis & Handphone

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kegiatan Belajar sebagai inisiatif untuk membangkitkan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 belum usai. H. Erwin SE sebagai Ketua DPC PKB juga anggota Komisi D DPRD Kota Bandung menginisiasi dan memandang perlu melakukan Gerakan Bangkit Pembelajaran ini disamping untuk memfasilitasi juga memotivasi agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. “Fasilitas yang diberikan yaitu wifi […]

expand_less