Breaking News
Trending Tags

Kerugian Rp 64,3 Miliar, Korban Mafia Tanah Gugat Jaksa Agung hingga Ketua Ombudsman

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Dugaan praktik mafia tanah kembali menyeruak di Kabupaten Sukabumi. Seorang warga bernama Deni Sukandar, melalui kantor hukum ADM Lawyers, resmi mengajukan permohonan praperadilan terhadap tujuh pimpinan lembaga negara karena laporannya tidak ditindaklanjuti.

Kuasa hukum korban, Amiruddin, melali keterangan tertulisnya mengungkapkan, bahwa praperadilan tersebut ditujukan kepada:

  • Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi

  • Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

  • Jaksa Agung RI

  • Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN

  • Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Barat

  • Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi

  • Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat

Permohonan praperadilan itu telah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak pada 24 November 2025 dengan nomor perkara 4/Pid.Pra/2025/PN.Cbd.

“Sidang pertama digelar pada 5 Desember 2025, namun para pihak tidak hadir. Sidang lanjutan akan berlangsung 9 Januari 2026,” jelas Amiruddin. Kamis (11/12/2025)

Amiruddin menegaskan bahwa praperadilan ini diajukan karena para termohon tidak menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi terkait peralihan tiga Sertifikat Hak Milik (SHM) kliennya yang diduga kuat melibatkan jaringan mafia tanah.

Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 64,3 miliar, berdasarkan asumsi harga tertinggi Rp 2,5 juta/m² untuk total luas 24.520 m².

“Tiga SHM hilang dan beralih nama tanpa persetujuan klien kami, padahal ketiganya sedang diblokir secara sah. Ini indikasi kejahatan, bukan pelayanan publik profesional,” tegasnya.

Kasus ini bermula pada Agustus 2022, saat korban memperoleh fasilitas kredit usaha dari PT Awan Tunai Indonesia, dengan jaminan modal 20%—tanpa menyerahkan sertifikat tanah.

Namun pada 26 Januari 2024, korban memberikan tiga SHM atas dasar kepercayaan. Selanjutnya, pada 20 Mei 2025, korban menandatangani tiga akta di hadapan Notaris Hasnah, S.H., yaitu:

  • Akta penyerahan jaminan sukarela (No. 03)

  • Akta kuasa menjual (No. 04)

  • Akta kuasa membebankan hak tanggungan (No. 05)

Namun karena tidak ada transparansi harga dan khawatir terjadi penyalahgunaan, korban mengajukan pemblokiran seluruh SHM pada 3 Juni 2025.

Korban kemudian mendapat kepastian dari pegawai BPN Sukabumi dan Kanwil BPN Jawa Barat bahwa balik nama tak akan terjadi karena tanah telah diblokir.

Untuk memperkuat perlindungan hukum, pada 10 Oktober 2025, korban mengajukan Akta Pembatalan atas kuasa menjual tersebut.

Anehnya, korban mendapat informasi bahwa ketiga SHM sudah beralih hak, namun tidak pernah diberi tahu siapa pembelinya.

Lebih janggal lagi, BPN Kabupaten Sukabumi baru menerbitkan surat pemblokiran SHM pada 20 Agustus 2025 — atau 78 hari kalender sejak permohonan diajukan.

“Penerbitan blokir yang terlambat ini diduga untuk menyembunyikan perbuatan melawan hukum, sehingga peralihan SHM tetap dilakukan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan penyalahgunaan data pribadi, termasuk pembukaan nomor EFIN klien untuk keperluan peralihan hak.

“Siapa yang membuka akses EFIN klien kami, kami tidak tahu. Semua lembaga yang kami mintai dokumen menolak memberikan jawaban, padahal kami sudah menyurat resmi,” lanjut Amiruddin.

Menurut Amiruddin, salah satu modus mafia tanah dalam kasus ini ialah:

  • Tidak mencatat blokir SHM atau menghapus blokir tanpa izin

  • Menggunakan kembali Surat Kuasa Menjual Nomor 04, padahal telah dibatalkan

  • Menggunakan surat kuasa mutlak yang jelas dilarang berdasarkan PP 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah

“Ini bukan kesalahan administratif biasa. Indikasi tindak pidana korupsi sangat kuat dalam proses peralihan tanah klien kami,” tegasnya.

Amiruddin mengimbau warga yang mengalami kasus serupa untuk segera mencari bantuan hukum agar tidak menjadi korban berikutnya.

“Masyarakat yang menjadi korban mafia tanah bisa menghubungi kantor hukum ADM atau nomor 085311085358. Kami akan membantu semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Kasus ini kini menunggu perkembangan sidang praperadilan lanjutan di PN Cibadak. Pemerhati hukum dan masyarakat menanti bagaimana aparat penegak hukum merespons dugaan mafia tanah yang semakin marak dan meresahkan. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yana: Terima Kasih Para Penjaga Kebersihan Kota Bandung

    Yana: Terima Kasih Para Penjaga Kebersihan Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga kebersihan Kota Bandung selama ini. Pasalnya, kebersihan Kota Bandung bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetapi juga seluruh masyarakat. Termasuk yang telah dilakukan oleh DCDC yang menggaet sejumlah komunitas membersihkan Kota Bandung di 10 titik selama […]

  • Anda Ingin Sehat, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Makin Percaya Diri Setelah Divaksin

    Anda Ingin Sehat, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Makin Percaya Diri Setelah Divaksin

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masuk dalam daftar pemberian vaksin tahap kedua di Kota Bandung. Puluhan wakil rakyat ini tampak antusias hadir pada penyuntikan yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung, Selasa, (2/3/2021). Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi merasakan hal berbeda setelah disuntik vaksin. Secara psikologis, dia merasa semakin […]

  • Wawan Juanda Diadukan Ke Dewan Kehormatan DPRD Kota Sukabumi, Ada Apa?

    Wawan Juanda Diadukan Ke Dewan Kehormatan DPRD Kota Sukabumi, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Fraksi PKS Wawan Juanda diadukan ke Badan Kehormatan DPRD Kota Sukabumi oleh mahasiswa PB HIMASI. Kamis (22/10/20). Ketua PB HIMASI Eki Rukmansyah, menyebutkan, dalam penandatanganan penolakan UU Cipta Kerja yang dilakukan Wawan Juanda pada Jum’at (16/10) lalu, dianggap tidak memenuhi unsur dan ketentuan […]

  • Outlet ke-7 Ramela Resto Hadir di Sukabumi, Sajikan Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Modern

    Outlet ke-7 Ramela Resto Hadir di Sukabumi, Sajikan Cita Rasa Nusantara dalam Balutan Modern

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 767
    • 0Komentar

      SUKABUMI, Mbinews – Persaingan industri kuliner dan hospitality di Sukabumi semakin semarak. Ramela Resto ikut memperluas jejak bisnisnya dengan resmi membuka outlet ke-7 di The Bountie Hotel Sukabumi, menghadirkan konsep kuliner Nusantara yang dipadukan dengan suasana modern, nyaman, dan hangat. Pembukaan outlet terbaru ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga menjadi langkah Ramela Resto […]

  • Tingkatkan Tata Ruang Kota Sukabumi, Fahmi : Peran Aktif Masyarakat Dan Kerjasama Segala Sektor

    Tingkatkan Tata Ruang Kota Sukabumi, Fahmi : Peran Aktif Masyarakat Dan Kerjasama Segala Sektor

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus melakukan langkah-langkah penataan ruang wilayahnya ke arah lebih baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu perlu adanya kerjasama yang baik dengan segala sektor, termasuk dengan masyarakat. Seperti dikatakan oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, dalam meningkatkan tata ruang di kota Sukabumi diperlukan peran aktif masyarakat. Apalagi, kata Fahmi undang-undang […]

  • Buka Tabungan di bank bjb, Dapat Tiket Bergembira Bersama Music Festival 2022

    Buka Tabungan di bank bjb, Dapat Tiket Bergembira Bersama Music Festival 2022

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews id – Buka tabungan di bank bjb sekarang punya banyak keuntungan. Salah satunya adalah mendapat tiket Bergembira Bersama Music Fetsival 2022 cuma-cuma. Hanya dengan setoran awal mulai dari Rp100.000, calon nasabah sudah bisa memperoleh tiket Daily Pass Bergembira Bersama Music Festival 2022 yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 – 13 November 2022 di […]

expand_less