Breaking News
Trending Tags

Kerugian Rp 64,3 Miliar, Korban Mafia Tanah Gugat Jaksa Agung hingga Ketua Ombudsman

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Dugaan praktik mafia tanah kembali menyeruak di Kabupaten Sukabumi. Seorang warga bernama Deni Sukandar, melalui kantor hukum ADM Lawyers, resmi mengajukan permohonan praperadilan terhadap tujuh pimpinan lembaga negara karena laporannya tidak ditindaklanjuti.

Kuasa hukum korban, Amiruddin, melali keterangan tertulisnya mengungkapkan, bahwa praperadilan tersebut ditujukan kepada:

  • Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi

  • Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

  • Jaksa Agung RI

  • Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN

  • Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Barat

  • Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi

  • Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat

Permohonan praperadilan itu telah terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak pada 24 November 2025 dengan nomor perkara 4/Pid.Pra/2025/PN.Cbd.

“Sidang pertama digelar pada 5 Desember 2025, namun para pihak tidak hadir. Sidang lanjutan akan berlangsung 9 Januari 2026,” jelas Amiruddin. Kamis (11/12/2025)

Amiruddin menegaskan bahwa praperadilan ini diajukan karena para termohon tidak menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi terkait peralihan tiga Sertifikat Hak Milik (SHM) kliennya yang diduga kuat melibatkan jaringan mafia tanah.

Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 64,3 miliar, berdasarkan asumsi harga tertinggi Rp 2,5 juta/m² untuk total luas 24.520 m².

“Tiga SHM hilang dan beralih nama tanpa persetujuan klien kami, padahal ketiganya sedang diblokir secara sah. Ini indikasi kejahatan, bukan pelayanan publik profesional,” tegasnya.

Kasus ini bermula pada Agustus 2022, saat korban memperoleh fasilitas kredit usaha dari PT Awan Tunai Indonesia, dengan jaminan modal 20%—tanpa menyerahkan sertifikat tanah.

Namun pada 26 Januari 2024, korban memberikan tiga SHM atas dasar kepercayaan. Selanjutnya, pada 20 Mei 2025, korban menandatangani tiga akta di hadapan Notaris Hasnah, S.H., yaitu:

  • Akta penyerahan jaminan sukarela (No. 03)

  • Akta kuasa menjual (No. 04)

  • Akta kuasa membebankan hak tanggungan (No. 05)

Namun karena tidak ada transparansi harga dan khawatir terjadi penyalahgunaan, korban mengajukan pemblokiran seluruh SHM pada 3 Juni 2025.

Korban kemudian mendapat kepastian dari pegawai BPN Sukabumi dan Kanwil BPN Jawa Barat bahwa balik nama tak akan terjadi karena tanah telah diblokir.

Untuk memperkuat perlindungan hukum, pada 10 Oktober 2025, korban mengajukan Akta Pembatalan atas kuasa menjual tersebut.

Anehnya, korban mendapat informasi bahwa ketiga SHM sudah beralih hak, namun tidak pernah diberi tahu siapa pembelinya.

Lebih janggal lagi, BPN Kabupaten Sukabumi baru menerbitkan surat pemblokiran SHM pada 20 Agustus 2025 — atau 78 hari kalender sejak permohonan diajukan.

“Penerbitan blokir yang terlambat ini diduga untuk menyembunyikan perbuatan melawan hukum, sehingga peralihan SHM tetap dilakukan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan penyalahgunaan data pribadi, termasuk pembukaan nomor EFIN klien untuk keperluan peralihan hak.

“Siapa yang membuka akses EFIN klien kami, kami tidak tahu. Semua lembaga yang kami mintai dokumen menolak memberikan jawaban, padahal kami sudah menyurat resmi,” lanjut Amiruddin.

Menurut Amiruddin, salah satu modus mafia tanah dalam kasus ini ialah:

  • Tidak mencatat blokir SHM atau menghapus blokir tanpa izin

  • Menggunakan kembali Surat Kuasa Menjual Nomor 04, padahal telah dibatalkan

  • Menggunakan surat kuasa mutlak yang jelas dilarang berdasarkan PP 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah

“Ini bukan kesalahan administratif biasa. Indikasi tindak pidana korupsi sangat kuat dalam proses peralihan tanah klien kami,” tegasnya.

Amiruddin mengimbau warga yang mengalami kasus serupa untuk segera mencari bantuan hukum agar tidak menjadi korban berikutnya.

“Masyarakat yang menjadi korban mafia tanah bisa menghubungi kantor hukum ADM atau nomor 085311085358. Kami akan membantu semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Kasus ini kini menunggu perkembangan sidang praperadilan lanjutan di PN Cibadak. Pemerhati hukum dan masyarakat menanti bagaimana aparat penegak hukum merespons dugaan mafia tanah yang semakin marak dan meresahkan. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Beberkan Sejarah Hari Jadi Kota Bandung di Sidang Paripurna DPRD

    Sekda Beberkan Sejarah Hari Jadi Kota Bandung di Sidang Paripurna DPRD

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    BANDUNG , MBinews.id – Sekretaris Daerah Kota Bandung, H. Ema Sumarna memaparkan sejarah Kota Bandung dari masa ke masa hingga pengukuhan Hari Jadi Kota Bandung disepakati bersama di Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung dalam peringatan HJKB ke 210 di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Sukabumi 30 Bandung, Jumat (25/9 /2020). Betapa pentingnya sejarah untuk generasi […]

  • RSUD Al-Ihsan Pertama Kali Berhasil Melakukan “TEVAR” Pasien Dengan kondisi Diseksi Aorta

    RSUD Al-Ihsan Pertama Kali Berhasil Melakukan “TEVAR” Pasien Dengan kondisi Diseksi Aorta

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat buka Pusat Instalasi pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah adalah salah satu layanan unggulan selain Stroke dan Cancer “Tim Dokter RSUD Al-Ihsan berhasil melakukan tindakan thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR) untuk pertama kalinya pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2020 tindakan tersebut dilakukan pasien dengan kondisi diseksi aorta […]

  • Hasil Kolaborasi  Pemkot Bandung TNI Dan Polrestabes, kebon Kangkung Kircon  Di Bentuk Kampung Tangguh  Nusantara

    Hasil Kolaborasi Pemkot Bandung TNI Dan Polrestabes, kebon Kangkung Kircon Di Bentuk Kampung Tangguh Nusantara

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Kelurahan Kebon Kangkung Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung kini menjadi Kampung Tangguh Nusantara, Selasa (16/6/2020).. Pembentukan Kampung Tangguh merupakan hasil kolaborasi Polrestabes Bandung, TNI, dengan Pemkot Bandung. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya memaparkan, Kelurahan Kebon Kangkung Kecamatan Kiaracondong terpilih menjadi Kamoung Tangguh Nusantara karena memiliki sarana dan prasarana yang cukup baik […]

  • Pertanyaan Calon Siswa Baru, Kades Bersama Warga Gruduk SMKN 1 Katapang

    Pertanyaan Calon Siswa Baru, Kades Bersama Warga Gruduk SMKN 1 Katapang

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinesw.id – Kades bersama warga Katapang guruduk mendatangi SMKN I Katapang (21/6/2024) pertanyakan penolakannya terhadap peserta didik baru yang berasal dari warga desa Katapang Kec Katapang Kab Bandung. Hal itu dibenarkan Kepala Desa Katapang, Heri Fajri menurutnya, kami sebagai Kepala Desa Katapang dari hari Kamis dan hari Jumat mendatangi SMKN I Katapang mempertanyakan […]

  • STIE STEMBI Bandung Bakal Gelar Seminar Nasional Perpajakan

    STIE STEMBI Bandung Bakal Gelar Seminar Nasional Perpajakan

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Mahasiswa STIE STEMBI Bandung, dalam waktu dekat bakal menggelar Seminar Nasional tentang Perpajakan dengan mengambil thema “Kupas Tuntas Harmonisasi Peraturan Perpajakan”. Ketua pelaksana seminar, Budi Luhung, menyebutkan kegiatan seminar yang salah satu tujuannya untuk mensosialisasikan peraturan perpajakan baru ini akan digelar Minggu, 30 Januari 2022, bertempat di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda […]

  • Pelarangan  Pengawasan dan Pengendalian  Minol,  Ada Sanki Bagi Pelanggar

    Pelarangan Pengawasan dan Pengendalian Minol, Ada Sanki Bagi Pelanggar

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews —  Pansus ( Panitia Khusus ) 9 DPRD Kota Bandung , kini sedang membahas dan mensosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pelarangan pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol (Minol). Perda tentang minuman beralkohol atau minuman keras sudah ada yaitu Perda No 10 tahun 2011 tentang minuman beralkohol kini hanya ada beberapa item yang direvisi. […]

expand_less