Breaking News
Trending Tags

Pemkot Bandung Mendukung Penuh Prinsip Kehati-Hatian dan kepatuhan terhadap Regulasi Ligkungan Nasional,

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, terkait pengolahan sampah Pemerintah Kota Bandung akan menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan semua kebijakan pengelolaan sampah akan didasarkan pada data resmi dan koridor hukum yang berlaku.

Farhan mencatat dan menghargai penegasan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bahwa penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan karena berpotensi menimbulkan emisi berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

“Pemkot Bandung mendukung penuh prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan nasional,” katanya.

Apa yang dimaksud “insinerator mini”

Untuk memberi gambaran yang jelas kepada masyarakat, secara umum mesin yang biasa disebut insinerator mini memiliki kapasitas relatif kecil, misalnya unit portabel dan rumah sakit yang berkisar puluhan kilogram per jam (contoh 10–50 kg/jam), hingga unit semi-industri atau kecil yang berkisar puluhan hingga beberapa ratus kilogram per jam (mis. 50–200 kg/jam atau 200–500 kg/jam), tergantung tipe dan produsennya.

Spesifikasi seperti ini biasanya ditemukan pada produk-produk insinerator yang dipasarkan untuk fasilitas kecil/menengah.

“Pemahaman kapasitas ini penting agar kita membedakan antara perangkat kecil yang dilarang dan fasilitas besar yang memiliki proses kontrol emisi ketat,” ucapnya.

Kondisi di Bandung: insinerator berkapasitas lebih besar

Beberapa insinerator yang saat ini dimiliki atau diupayakan di wilayah Bandung mampu mengolah sampah pada skala yang jauh di atas kategori “mini”, contoh ada fasilitas yang terukur kapasitasnya hingga lebih dari 1 ton per hari atau setara beberapa ton per hari pada operasi penuh.

Namun, setiap rencana pemanfaatan teknologi pembakaran tersebut akan dikaji ketat agar memenuhi standar emisi, izin lingkungan, dan prinsip ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan Kementerian LH. Pemkot Bandung tidak akan menggunakan perangkat yang termasuk kategori “insinerator mini” yang dilarang.

“Mengapa ini penting bagi warga Bandung, kendala yang sedang kami hadapi Kota Bandung saat ini menghadapi kesenjangan antara timbulan sampah harian dan kapasitas pembuangan/olah (misalnya pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti yang mengurangi jatah pembuangan daerah), sehingga ada potensi penumpukan pada beberapa titik. Mohon dimengerti bahwa larangan terhadap insinerator mini dari Kementerian membuat opsi pembakaran skala kecil yang pernah dipertimbangkan menjadi tidak mungkin dilanjutkan, namun hal ini kami terima sebagai bagian dari prioritas perlindungan lingkungan,” jelas Farhan.

Oleh karena itu, lanjutnya, solusi kami harus selaras dengan regulasi pusat dan sekaligus mencari alternatif pengelolaan dalam kota yang aman dan efektif, Langkah yang kami ambil (sejalan dengan arahan KLH).

Kepatuhan penuh

Segala rencana atau perangkat pengolahan sampah yang termasuk kategori insinerator mini akan dihentikan dan tidak dioperasikan.

“Kami akan berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian LH untuk langkah teknis yang memenuhi standar. Percepatan pengolahan di sumber: Memperkuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menggenjot komposting komunitas, pemanfaatan maggot, bank sampah, dan TPST-berbasis RW agar volume yang mesti dibuang ke TPA berkurang,” paparnya.

Kajian teknologi berskala besar & ramah lingkungan

Jika teknologi pembakaran/thermo-processing yang memenuhi parameter emisi dan perizinan tersedia untuk skala yang tepat, kami akan pertimbangkan dengan kajian kesehatan lingkungan dan uji emisi yang transparan.

“Perbaikan kapasitas pengangkutan dan koordinasi Sarimukti: Kami terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan kuota dan mencari solusi jangka menengah agar penumpukan tidak berulang,” ungkapnya.

Diungkapkan Farhan, data Timbulan dan Kendala Kapasitas berdasarkan data Pemkot Bandung, timbulan sampah kota mencapai sekitar 1.496,3 ton per hari. Namun jatah pengiriman ke TPA Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) hanya 981,3 ton per hari.

Artinya, lebih dari 500 ton sampah per hari belum dapat diangkut ke TPA. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti, yang sudah kelebihan kapasitas. Selain itu, pengiriman sampah ke Sarimukti dibatasi maksimal 140 rit per hari sedangkan potensi armada Kota Bandung mencapai 154 rit. Sisa belasan rit per hari inilah yang saat ini menjadi kendala utama.

Akibatnya, masih ada penumpukan sampah di beberapa TPS dan jalanan. Namun Pemkot sudah menanganinya: sekitar 136 titik penumpukan telah berhasil dituntaskan, dan saat ini fokus diarahkan pada pengolahan sampah di TPS-TPS kota agar tumpukan tidak terulang kembali.

Seruan Partisipasi Masyarakat

Penanganan masalah sampah tidak bisa hanya diandalkan pemerintah; keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

“Untuk itu, saya mengajak warga Bandung bersama-sama melakukan hal-hal ;berikut:

Kurangi sampah di sumbernya. Hindari penggunaan plastik sekali pakai dan kemasan tidak perlu. Belilah bahan ramah lingkungan dan gunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. (Menteri LH menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari rumah tangga),” ucapnya.

Farha menekankan, Pilah sampah di rumah. Pisahkan sampah organik (dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot) dan sampah anorganik dari sumbernya. Sampah organik harus 100% diolah di tingkat RW masing-masing dan tidak dibuang sembarangan.

“Ini kunci mengurangi volume yang dibawa ke TPA. Manfaatkan sampah organik. Buat kompos atau budidaya maggot di lingkungan sekitar Anda. Pemkot akan memperbanyak fasilitas komposter komunitas dan pendampingan teknik pengolahan sederhana untuk tiap RW,” ujarnya.

Dukung program 3R dan Kang Pisman

Farhan pun menganjurkan agar masyarakat mengikuti program Reduce-Reuse-Recycle serta inisiatif Kawasan Bebas Sampah (Kang Pisman) yang diperkuat Pemkot. Manfaatkan bank sampah, TPS 3R, dan wadah daur ulang lainnya.

“Maklumi kendala saat ini. Mohon pengertian jika masih terjadi penumpukan sampah sesaat, karena keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti. Pemerintah Kota sedang berupaya keras mencari solusi jangka panjang (misalnya TPST baru dan teknologi pengolahan ramah lingkungan) agar ketergantungan pada TPA Sarimukti berkurang,” terangnya.

Diungkapkan Farhan, dengan partisipasi aktif masyarakat, ia yakin pengelolaan sampah di Bandung akan semakin membaik.

“Semua pihak, dari pemerintah hingga warga, harus bekerja sama. Mari kita wujudkan Bandung bersih dan nyaman dengan cara mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga,” pungkasnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • USB YPKP Bandung Gelar Workshop Internasional Generative AI, Hadirkan Pakar Korea dan Dorong Inovasi Mahasiswa

    USB YPKP Bandung Gelar Workshop Internasional Generative AI, Hadirkan Pakar Korea dan Dorong Inovasi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews  – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) sukses menggelar workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi perkembangan pesat teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI). Workshop ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wadah eksplorasi […]

  • Prof Agus Purnomo Dikukuhkan sebagai Guru Besar

    Prof Agus Purnomo Dikukuhkan sebagai Guru Besar

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) menggelar Sidang Terbuka Senat untuk pengukuhan Guru Besar bidang logistik Prof Dr. Ir. Agus Purnomo, MT, CLMIT. Pengukuhan dilakukan di Auditorium YPBPI, Jalan Sari Asih, Kota Bandung, Rabu 5 Februari 2025. Hadir jajaran senat akademik, jajaran direksi Pos Indonesia, antara lain Direktur Bisnis Jasa Keuangan Haris, […]

  • Faisal Minta Bapemperda Tunda Bahas Raperda Penyertaan Modal PDAM

    Faisal Minta Bapemperda Tunda Bahas Raperda Penyertaan Modal PDAM

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-Salah satu anggota DPRD Kota Sukabumi, meminta agar salah satu Rancangan Peraturan Daerah (raperda) yang dijadwalkan akan dibahas pada triwulan ke dua ini, lebih baik di tunda. Satu raperda yang dimaksud itu yakni mengenai penyertaan modal bagi PDAM. “Di triwulan ke dua ini, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Sukabumi, akan membahas tiga raperda. […]

  • Pameran Foto Kegiatan Reses DPRD Jabar

    Pameran Foto Kegiatan Reses DPRD Jabar

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG, Mbinews.id – Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Bagian Humas dan Protokol menggelar pameran foto dengan tema “Reses Partisipatif”. Pameran foto tersebut memuat foto-foto kegiatan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di 15 Daerah Pemilihan (Dapil) yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat. Bertempat di lobby Ruang Paripurna DPRD Jabar, pameran […]

  • Webinar bank bjb Bagikan Resep Rahasia Sukses Banjir Order Kepada UMKM

    Webinar bank bjb Bagikan Resep Rahasia Sukses Banjir Order Kepada UMKM

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    CIREBON, MBInews.id – Setiap pelaku usaha tentu berkeinginan agar produk yang dipasarkannya mendapat respon positif dan diburu konsumen. Namun, tak jarang, hasil yang diharapkan tak kunjung diperoleh meskipun segala strategi pemasaran yang dirasa mungkin telah coba dilakukan, baik secara konvensional ataupun via media sosial melalui berbagai platform seperti dari Facebook, Instagram, hingga WhatsApp. Jika sudah […]

  • PWI Jabar Mengutuk Keras Tindak Kekerasan Terhadap Pekerja Jurnalistik Di Majalengka

    PWI Jabar Mengutuk Keras Tindak Kekerasan Terhadap Pekerja Jurnalistik Di Majalengka

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat mengutuk tindakan kekerasan terhadap pekerja jurnalistik. Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat, menyatakan itu terkait  peristiwa perundungan terhadap dua wartawan oleh sejumlah anggota Ormas di Kantor Desa Mekarwangi Kabupaten Majalengka. “Kami mengutuk keras kepada pihak pihak yang melakukan kekerasan fisik terhadap pekerja jurnalistik,” kata Hilman. Apabila  di […]

expand_less