Breaking News
Trending Tags

Pemkot Bandung Mendukung Penuh Prinsip Kehati-Hatian dan kepatuhan terhadap Regulasi Ligkungan Nasional,

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, terkait pengolahan sampah Pemerintah Kota Bandung akan menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan semua kebijakan pengelolaan sampah akan didasarkan pada data resmi dan koridor hukum yang berlaku.

Farhan mencatat dan menghargai penegasan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bahwa penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan karena berpotensi menimbulkan emisi berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

“Pemkot Bandung mendukung penuh prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan nasional,” katanya.

Apa yang dimaksud “insinerator mini”

Untuk memberi gambaran yang jelas kepada masyarakat, secara umum mesin yang biasa disebut insinerator mini memiliki kapasitas relatif kecil, misalnya unit portabel dan rumah sakit yang berkisar puluhan kilogram per jam (contoh 10–50 kg/jam), hingga unit semi-industri atau kecil yang berkisar puluhan hingga beberapa ratus kilogram per jam (mis. 50–200 kg/jam atau 200–500 kg/jam), tergantung tipe dan produsennya.

Spesifikasi seperti ini biasanya ditemukan pada produk-produk insinerator yang dipasarkan untuk fasilitas kecil/menengah.

“Pemahaman kapasitas ini penting agar kita membedakan antara perangkat kecil yang dilarang dan fasilitas besar yang memiliki proses kontrol emisi ketat,” ucapnya.

Kondisi di Bandung: insinerator berkapasitas lebih besar

Beberapa insinerator yang saat ini dimiliki atau diupayakan di wilayah Bandung mampu mengolah sampah pada skala yang jauh di atas kategori “mini”, contoh ada fasilitas yang terukur kapasitasnya hingga lebih dari 1 ton per hari atau setara beberapa ton per hari pada operasi penuh.

Namun, setiap rencana pemanfaatan teknologi pembakaran tersebut akan dikaji ketat agar memenuhi standar emisi, izin lingkungan, dan prinsip ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan Kementerian LH. Pemkot Bandung tidak akan menggunakan perangkat yang termasuk kategori “insinerator mini” yang dilarang.

“Mengapa ini penting bagi warga Bandung, kendala yang sedang kami hadapi Kota Bandung saat ini menghadapi kesenjangan antara timbulan sampah harian dan kapasitas pembuangan/olah (misalnya pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti yang mengurangi jatah pembuangan daerah), sehingga ada potensi penumpukan pada beberapa titik. Mohon dimengerti bahwa larangan terhadap insinerator mini dari Kementerian membuat opsi pembakaran skala kecil yang pernah dipertimbangkan menjadi tidak mungkin dilanjutkan, namun hal ini kami terima sebagai bagian dari prioritas perlindungan lingkungan,” jelas Farhan.

Oleh karena itu, lanjutnya, solusi kami harus selaras dengan regulasi pusat dan sekaligus mencari alternatif pengelolaan dalam kota yang aman dan efektif, Langkah yang kami ambil (sejalan dengan arahan KLH).

Kepatuhan penuh

Segala rencana atau perangkat pengolahan sampah yang termasuk kategori insinerator mini akan dihentikan dan tidak dioperasikan.

“Kami akan berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian LH untuk langkah teknis yang memenuhi standar. Percepatan pengolahan di sumber: Memperkuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menggenjot komposting komunitas, pemanfaatan maggot, bank sampah, dan TPST-berbasis RW agar volume yang mesti dibuang ke TPA berkurang,” paparnya.

Kajian teknologi berskala besar & ramah lingkungan

Jika teknologi pembakaran/thermo-processing yang memenuhi parameter emisi dan perizinan tersedia untuk skala yang tepat, kami akan pertimbangkan dengan kajian kesehatan lingkungan dan uji emisi yang transparan.

“Perbaikan kapasitas pengangkutan dan koordinasi Sarimukti: Kami terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan kuota dan mencari solusi jangka menengah agar penumpukan tidak berulang,” ungkapnya.

Diungkapkan Farhan, data Timbulan dan Kendala Kapasitas berdasarkan data Pemkot Bandung, timbulan sampah kota mencapai sekitar 1.496,3 ton per hari. Namun jatah pengiriman ke TPA Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) hanya 981,3 ton per hari.

Artinya, lebih dari 500 ton sampah per hari belum dapat diangkut ke TPA. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti, yang sudah kelebihan kapasitas. Selain itu, pengiriman sampah ke Sarimukti dibatasi maksimal 140 rit per hari sedangkan potensi armada Kota Bandung mencapai 154 rit. Sisa belasan rit per hari inilah yang saat ini menjadi kendala utama.

Akibatnya, masih ada penumpukan sampah di beberapa TPS dan jalanan. Namun Pemkot sudah menanganinya: sekitar 136 titik penumpukan telah berhasil dituntaskan, dan saat ini fokus diarahkan pada pengolahan sampah di TPS-TPS kota agar tumpukan tidak terulang kembali.

Seruan Partisipasi Masyarakat

Penanganan masalah sampah tidak bisa hanya diandalkan pemerintah; keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan.

“Untuk itu, saya mengajak warga Bandung bersama-sama melakukan hal-hal ;berikut:

Kurangi sampah di sumbernya. Hindari penggunaan plastik sekali pakai dan kemasan tidak perlu. Belilah bahan ramah lingkungan dan gunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai. (Menteri LH menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari rumah tangga),” ucapnya.

Farha menekankan, Pilah sampah di rumah. Pisahkan sampah organik (dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot) dan sampah anorganik dari sumbernya. Sampah organik harus 100% diolah di tingkat RW masing-masing dan tidak dibuang sembarangan.

“Ini kunci mengurangi volume yang dibawa ke TPA. Manfaatkan sampah organik. Buat kompos atau budidaya maggot di lingkungan sekitar Anda. Pemkot akan memperbanyak fasilitas komposter komunitas dan pendampingan teknik pengolahan sederhana untuk tiap RW,” ujarnya.

Dukung program 3R dan Kang Pisman

Farhan pun menganjurkan agar masyarakat mengikuti program Reduce-Reuse-Recycle serta inisiatif Kawasan Bebas Sampah (Kang Pisman) yang diperkuat Pemkot. Manfaatkan bank sampah, TPS 3R, dan wadah daur ulang lainnya.

“Maklumi kendala saat ini. Mohon pengertian jika masih terjadi penumpukan sampah sesaat, karena keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti. Pemerintah Kota sedang berupaya keras mencari solusi jangka panjang (misalnya TPST baru dan teknologi pengolahan ramah lingkungan) agar ketergantungan pada TPA Sarimukti berkurang,” terangnya.

Diungkapkan Farhan, dengan partisipasi aktif masyarakat, ia yakin pengelolaan sampah di Bandung akan semakin membaik.

“Semua pihak, dari pemerintah hingga warga, harus bekerja sama. Mari kita wujudkan Bandung bersih dan nyaman dengan cara mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga,” pungkasnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Dukung Langkah Wali Kota Selamatkan Bandung Zoo

    Pekerja Dukung Langkah Wali Kota Selamatkan Bandung Zoo

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews – Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) sebagai wadah karyawan Bandung Zoo berikan apresiasi pada skema solusi yang ditawarkan Walikota Bandung, Muhammad Farhan. Solusi tersebut merupakan titik temu dari belum jelasnya penyelesaian persoalan Kebun Binatang di tengah Bandung itu. Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i mengungkapkan setelah perwakilan karyawan bertemu dengan tim yang diutus walikota mulai […]

  • TPID Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

    TPID Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) membahas strategi kegiatan pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi di Kota Bandung dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino terhadap neraca bahan pangan, Rabu 17 Mei 2023. Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, hampir 100 persen bahan makanan pokok di Kota Bandung dipasok dari luar daerah. Bila terjadi […]

  • Pemkot Bandung Tangani Stunting Dari Hulu Ke Hilir

    Pemkot Bandung Tangani Stunting Dari Hulu Ke Hilir

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan stunting di Kota Bandung dilaksanakan secara holistik integratif. Dengan memperhatikan penyebab utama stunting, di antaranya layanan kesehatan, pelayanan gizi, pola asuh dan lingkungan. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat mempresentasikan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Bandung pada penilaian kinerja pelaksanaan […]

  • Wakil Wali Kota Sukabumi, Ikuti Pertemuan Tahunan BI

    Wakil Wali Kota Sukabumi, Ikuti Pertemuan Tahunan BI

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami, mengikuti pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) di Gedung BI Bandung. Pertemuan yang diikuti juga oleh sejumlah Kepala Daerah, pelaku industri, dan kalangan dunia usaha tersebut, bertajuk Strategi mengantisipasi kemungkinan resesi global tahun 2023, yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo mengambil tema Sinergi dan Inovasi Memperkuat […]

  • Wahana Teror Rumah Hantu! Rasakan Sensasi Horor Hadir di Kota Bandung

    Wahana Teror Rumah Hantu! Rasakan Sensasi Horor Hadir di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    BANDUNG ,Mbinews – Wahana Teror Rumah hantu JurnalRisa Experience hadir di Paris Van Java Mal Kota Bandung. Wahana yang disajikan bukan sekedar wahana teror biasa, tapi menghadirkan suasana mengenai kisah-kisah hantu yang biasa dibagikan oleh Risa Saraswati. Perlu diketahui, Risa Saraswati dikenal penyanyi, penulis berkebangsaan Indonesia. Di luar itu, Risa disebut memiliki kemampuan supranatural yang […]

  • BAZNAS Jabar Terima Donasi untuk Palestina dan Sumatera

    BAZNAS Jabar Terima Donasi untuk Palestina dan Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews – BAZNAS Provinsi Jawa Barat menerima donasi dari UPZ Relawan Nusantara untuk disalurkan kepada masyarakat Palestina dan wilayah terdampak di Sumatera, pada Jum’at (13/2/2026). Agenda tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No.458, Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Adapun total donasi yang diserahkan sebesar Rp723.148.308, dengan rincian Rp500.000.000 […]

expand_less