Breaking News
Trending Tags

Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung.

Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung.

Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Perlu diketahui, angklung memang dikenal sebagai alat musik tradisional yang berkembang di daratan Sunda atau wilayah Jawa Barat.

Tetapi tahukah anda sejarah alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang atau digetarkan ini?

Angklung biasanya dibuat dengan jenis bambu hitam (Awi wulung) atau bambu ater (Awi temen), yang mempunyai ciri khas berwarna kuning keputihan saat mengering.

Angklung dirangkai dengan mengumpulkan 2 hingga 4 tabung bambu beda ukuran dan dirangkai menjadi satu dengan cara diikat dengan rotan.

Sejumlah sumber menyebutkan, angklung telah dikenal sejak Sunda masa lampau. Instrumen angklung digunakan dalam berbagai acara, khususnya perayaan bercocok tanam.

Di masa itu, Angklung dimainkan sebagai bentuk pemanggilan kepada Dewi Sri atau Dewi Kesuburan.

Konon, kata angklung berasal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleung”, yang artinya gerakan pemain dengan mengikuti irama. Sementara kata “klung” adalah suara nada yang dihasilkan instrumen musik tersebut.

Setiap nada dihasilkan dari bentuk tabung bambu yang berbeda ukuran. Sehingga jika digoyangkan akan menghasilkan melodi indah yang enak didengar.

Dalam perjalannya, banyak daerah di Indonesia menghasilkan jenis angklung baru. Berikut jenis-jenis angklung:

  1. Angklung Kanekes
    Angklung Kanekes berasal dari Baduy dan ditampilkan hanya saat upacara menanam padi. Pembuatan angklung pun hanya dilakukan oleh orang suku Baduy Dalam.
  2. Angklung Reog
    Jenis angklung ini digunakan untuk mengiringi tarian Reog Ponorogo di Jawa Timur. Angklung ini memiliki ciri khas bentuk dan suara yang berbeda dengan angklung umum.

Suara pada jenis angklung reog lebih keras dan hanya memiliki dua nada. Angklung Reog juga biasanya digunakan sebagai hiasan. Angklung ini juga dikenal dengan sebutan klong kluk.

  1. Angklung Banyuwangi
    Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperti calung dengan nada budaya Banyuwangi.
  2. Angklung Bali
    Angklung Bali memiliki bentuk dan nada yang khas Bali.
  3. Angklung Gubrag
    Angklung Gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor.

Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.

  1. Angklung Dogdog Lojor
    Dogdog Lojor adalah sebuah tradisi penghormatan kepada tanaman padi. Angklung jenis ini digunakan hanya pada saat ritual tradisi berjalan.

Tradisi ini masih dilakukan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul. Masyarakat adat Banten Kidul setiap tahunnya menyelenggarakantradisi Dogdog Lojor.

Pemain angklung dalam tradisi Dogdog Lojor hanya berjumlah enam orang, di mana dua orang memainkan angklung Dogdog Lojor, dan empat lainnya memainkan angklung besar.

  1. Angklung Badeng
    Berasal dari Garut, angklung Badeng awalnya digunakan sebagai alat musik pengiring dalam ritual penanaman padi.

Seiring dengan masuknya penyebaran Islam pada masa lampau, terjadi pergeseran fungsi, angklung Badeng digunakan sebagai alat pengiring dakwah.

Dibutuhkan 9 angklung untuk melengkapi proses pengiringan dakwah. Kesembilan angklung tersebut terdiri dari dua angklung roel, satu angklung kecer, empat angklung indung, dua angklung anak, dua dogdog, dan dua gembyung.

  1. Angklung Padaeng
    Jenis angklung ini diperkenalkan pertama kali oleh Daeng Soetigna tahun 1938.

Daeng Soetigna melakukan modifikasi pada struktur batang, sehingga mampu menghasilkan nada diatonik. Dengan demikian, angklung ini dapat dimainkan bersama alat musik populer dan modern. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua SIWO PWI Pusat: Porwanas Tetap Digelar Tahun 2021

    Ketua SIWO PWI Pusat: Porwanas Tetap Digelar Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBINews.id – Rapat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memutuskan bahwa Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tetap digelar tahun 2021. Kepastian tempat dan waktu pelaksanaan Porwanas 2021 yang akan diikuti oleh para wartawan dari seluruh Indonesia akan diputuskan kemudian. Begitu juga seberapa banyak cabang olahraga dan jenis cabang olahraga yang dipertandingkan, akan dibahas lebih detail […]

  • Pertahankan Inflasi dan Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkab Bandung Gelar Bazar Ramadhan

    Pertahankan Inflasi dan Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkab Bandung Gelar Bazar Ramadhan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG – MBINews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung gelar Bazar Ramadhan 1445 Hijriah dan Operasi Pasar Murah Bersubsidi tahun 2024 untuk membantu masyarakat yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Sekaligus kegiatan ini pula merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-383 Kabupaten Bandung tahun 2024. Pembukaan Bazar Ramadhan 1445 Hijriah itu langsung dihadiri Bupati Bandung […]

  • LPE Kota Sukabumi Diatas 5 Persen, Target RPJMD Dalam Jangkauan

    LPE Kota Sukabumi Diatas 5 Persen, Target RPJMD Dalam Jangkauan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) kota ini berhasil bertahan di atas 5 persen dalam dua tahun terakhir. Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatakan perekonomian daerahnya terus membaik sejak terpukul pandemi […]

  • Hari Kesaktian Pancasila: Disiplin Prokes Bagian Dari Mengamalkan Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila: Disiplin Prokes Bagian Dari Mengamalkan Pancasila

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin merupakan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan disiplin prokes berarti telah mencegah penularan Covid-19. “Di masa pandemi ini kita saling ingatkan. Salah satunya menjaga prokes,” tutur Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Aswin Sulaeman Usama Abdurrahman, […]

  • Buka Seminar HPN PWI Jabar, Emil : Jabar konsumen Media Terbesar Di Indonesia.

    Buka Seminar HPN PWI Jabar, Emil : Jabar konsumen Media Terbesar Di Indonesia.

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara resmi membuka seminar dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar, Kamis (12/3/2020). Kegiatan yang digelar mulai pukul 09.00 di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, orang Indonesia lebih […]

  • Erick Darmadjaya Dorong Pejabat Pemkot Matangkan Inovasi

    Erick Darmadjaya Dorong Pejabat Pemkot Matangkan Inovasi

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KET: Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P., menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung Bandung, Rabu (4/1/2023). Indra/Humpro DPRD Kota Bandung. BANDUNG, — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya, B.Sc., M.K.P., menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji […]

expand_less