Breaking News
Trending Tags

Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung.

Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung.

Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Perlu diketahui, angklung memang dikenal sebagai alat musik tradisional yang berkembang di daratan Sunda atau wilayah Jawa Barat.

Tetapi tahukah anda sejarah alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang atau digetarkan ini?

Angklung biasanya dibuat dengan jenis bambu hitam (Awi wulung) atau bambu ater (Awi temen), yang mempunyai ciri khas berwarna kuning keputihan saat mengering.

Angklung dirangkai dengan mengumpulkan 2 hingga 4 tabung bambu beda ukuran dan dirangkai menjadi satu dengan cara diikat dengan rotan.

Sejumlah sumber menyebutkan, angklung telah dikenal sejak Sunda masa lampau. Instrumen angklung digunakan dalam berbagai acara, khususnya perayaan bercocok tanam.

Di masa itu, Angklung dimainkan sebagai bentuk pemanggilan kepada Dewi Sri atau Dewi Kesuburan.

Konon, kata angklung berasal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleung”, yang artinya gerakan pemain dengan mengikuti irama. Sementara kata “klung” adalah suara nada yang dihasilkan instrumen musik tersebut.

Setiap nada dihasilkan dari bentuk tabung bambu yang berbeda ukuran. Sehingga jika digoyangkan akan menghasilkan melodi indah yang enak didengar.

Dalam perjalannya, banyak daerah di Indonesia menghasilkan jenis angklung baru. Berikut jenis-jenis angklung:

  1. Angklung Kanekes
    Angklung Kanekes berasal dari Baduy dan ditampilkan hanya saat upacara menanam padi. Pembuatan angklung pun hanya dilakukan oleh orang suku Baduy Dalam.
  2. Angklung Reog
    Jenis angklung ini digunakan untuk mengiringi tarian Reog Ponorogo di Jawa Timur. Angklung ini memiliki ciri khas bentuk dan suara yang berbeda dengan angklung umum.

Suara pada jenis angklung reog lebih keras dan hanya memiliki dua nada. Angklung Reog juga biasanya digunakan sebagai hiasan. Angklung ini juga dikenal dengan sebutan klong kluk.

  1. Angklung Banyuwangi
    Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperti calung dengan nada budaya Banyuwangi.
  2. Angklung Bali
    Angklung Bali memiliki bentuk dan nada yang khas Bali.
  3. Angklung Gubrag
    Angklung Gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor.

Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.

  1. Angklung Dogdog Lojor
    Dogdog Lojor adalah sebuah tradisi penghormatan kepada tanaman padi. Angklung jenis ini digunakan hanya pada saat ritual tradisi berjalan.

Tradisi ini masih dilakukan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul. Masyarakat adat Banten Kidul setiap tahunnya menyelenggarakantradisi Dogdog Lojor.

Pemain angklung dalam tradisi Dogdog Lojor hanya berjumlah enam orang, di mana dua orang memainkan angklung Dogdog Lojor, dan empat lainnya memainkan angklung besar.

  1. Angklung Badeng
    Berasal dari Garut, angklung Badeng awalnya digunakan sebagai alat musik pengiring dalam ritual penanaman padi.

Seiring dengan masuknya penyebaran Islam pada masa lampau, terjadi pergeseran fungsi, angklung Badeng digunakan sebagai alat pengiring dakwah.

Dibutuhkan 9 angklung untuk melengkapi proses pengiringan dakwah. Kesembilan angklung tersebut terdiri dari dua angklung roel, satu angklung kecer, empat angklung indung, dua angklung anak, dua dogdog, dan dua gembyung.

  1. Angklung Padaeng
    Jenis angklung ini diperkenalkan pertama kali oleh Daeng Soetigna tahun 1938.

Daeng Soetigna melakukan modifikasi pada struktur batang, sehingga mampu menghasilkan nada diatonik. Dengan demikian, angklung ini dapat dimainkan bersama alat musik populer dan modern. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Totok Hariyono Berkunjung ke PWI Pusat

    Totok Hariyono Berkunjung ke PWI Pusat

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tercipta saat Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Totok Hariyono, melakukan kunjungan silaturrahmi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Jakarta. Dalam kunjungannya, Totok diterima langsung Atal S Depari oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Mirza Zulhadi serta jajaran PWI […]

  • Bersiap! BPS Kota Bandung Lanjutkan Sensus Penduduk Bulan Ini

    Bersiap! BPS Kota Bandung Lanjutkan Sensus Penduduk Bulan Ini

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung bakal melanjutkan sensus penduduk bagi warga Kota Bandung. Hal itu diungkapkan Kepala BPS Kota Bandung Aris Budiyanto dalam Bandung Menjawab, Rabu 11 Mei 2022. Agus mengatakan, sensus penduduk ini serentak dilakukan di Indonesia. Tujuannya untuk mewujudkan satu data penduduk. “Sensus penduduk akan dilakukan pada 15 hingga […]

  • Terjadi Refocusing, Walikota Sukabumi Minta SKPD Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

    Terjadi Refocusing, Walikota Sukabumi Minta SKPD Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun, APBD tahun 2021 ini terjadi refocusing anggaran.”Saya minta SKPD untuk tidak lengah, tetap berikan pelayanan, serta lakukan komunikasi terbaik dengan masyarakat,”ujar Fahmi usai melakukan rapat, di Balikota Sukabumi. Selasa, (23/03/2021). Fahmi mengungkapkan, jika APBD […]

  • Keren! Kota Bandung Raih Juara 1 Food Ethnic 2022

    Keren! Kota Bandung Raih Juara 1 Food Ethnic 2022

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung semakin membuktikan dirinya sebagai lima besar kota dengan makanan tradisional terbaik di Asia. Pada pagelaran Food Ethnic 2022 yang diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Kota Bandung meraih juara 1 lomba memasak aneka ragam makanan, Rabu 8 Juni 2022. “Alhamdulillah kami dapat mengantarkan Kota Bandung menjadi Juara 1 dalam kategori […]

  • Panwascam Katapang Bersama stakeholder Setempat Gelar Rakor Bahas Pengawasan Pemilu 2024

    Panwascam Katapang Bersama stakeholder Setempat Gelar Rakor Bahas Pengawasan Pemilu 2024

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kab Bandung,Mbinews.id–Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Katapang gelar Rapat Koordinasi libatkan stakeholder terkait dengan tahapan-tahapan kampanye Pemilu 2024 di Kedai Kampung Buhun, kampung Junti Hilir, Ds. Sangkanhurip, Kec. Katapang, Kab. Bandung. (6/12/2023) dihadiri oleh Ketua Panwascam Katapang, Ferry Vebrian Hamdani, Koordinator Divisi P3S, Ra’abi Ghulamin Halim dan Rijal Mustofa selaku Koordinator Divisi HP2HM Panwascam Katapang, serta […]

  • Pasca Kenaikan BBM, Wali Kota Sukabumi Minta Masyarakat Jangan Melakukan Hal Yang Anarkis

    Pasca Kenaikan BBM, Wali Kota Sukabumi Minta Masyarakat Jangan Melakukan Hal Yang Anarkis

    • calendar_month Rabu, 7 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

      SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, berharap masyarakat tidak melakukan hal- hal yang sifanya anarkis pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan BBM ini merupakan sebuah kebijakan Pemerintah Pusat. Dimana, tentunya kata Fahmi, kebijakan tersebut sudah dipikirkan baik-baik. “Saya berharap warga jangan berbuat anarkis, karena kenaikan ini sudah menjadi kebijakan dari pusat, yang […]

expand_less