Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat Dan Jenisnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung.

Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung.

Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Perlu diketahui, angklung memang dikenal sebagai alat musik tradisional yang berkembang di daratan Sunda atau wilayah Jawa Barat.

Tetapi tahukah anda sejarah alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang atau digetarkan ini?

Angklung biasanya dibuat dengan jenis bambu hitam (Awi wulung) atau bambu ater (Awi temen), yang mempunyai ciri khas berwarna kuning keputihan saat mengering.

Angklung dirangkai dengan mengumpulkan 2 hingga 4 tabung bambu beda ukuran dan dirangkai menjadi satu dengan cara diikat dengan rotan.

Sejumlah sumber menyebutkan, angklung telah dikenal sejak Sunda masa lampau. Instrumen angklung digunakan dalam berbagai acara, khususnya perayaan bercocok tanam.

Di masa itu, Angklung dimainkan sebagai bentuk pemanggilan kepada Dewi Sri atau Dewi Kesuburan.

Konon, kata angklung berasal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleung”, yang artinya gerakan pemain dengan mengikuti irama. Sementara kata “klung” adalah suara nada yang dihasilkan instrumen musik tersebut.

Setiap nada dihasilkan dari bentuk tabung bambu yang berbeda ukuran. Sehingga jika digoyangkan akan menghasilkan melodi indah yang enak didengar.

Dalam perjalannya, banyak daerah di Indonesia menghasilkan jenis angklung baru. Berikut jenis-jenis angklung:

  1. Angklung Kanekes
    Angklung Kanekes berasal dari Baduy dan ditampilkan hanya saat upacara menanam padi. Pembuatan angklung pun hanya dilakukan oleh orang suku Baduy Dalam.
  2. Angklung Reog
    Jenis angklung ini digunakan untuk mengiringi tarian Reog Ponorogo di Jawa Timur. Angklung ini memiliki ciri khas bentuk dan suara yang berbeda dengan angklung umum.

Suara pada jenis angklung reog lebih keras dan hanya memiliki dua nada. Angklung Reog juga biasanya digunakan sebagai hiasan. Angklung ini juga dikenal dengan sebutan klong kluk.

  1. Angklung Banyuwangi
    Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperti calung dengan nada budaya Banyuwangi.
  2. Angklung Bali
    Angklung Bali memiliki bentuk dan nada yang khas Bali.
  3. Angklung Gubrag
    Angklung Gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor.

Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.

  1. Angklung Dogdog Lojor
    Dogdog Lojor adalah sebuah tradisi penghormatan kepada tanaman padi. Angklung jenis ini digunakan hanya pada saat ritual tradisi berjalan.

Tradisi ini masih dilakukan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul. Masyarakat adat Banten Kidul setiap tahunnya menyelenggarakantradisi Dogdog Lojor.

Pemain angklung dalam tradisi Dogdog Lojor hanya berjumlah enam orang, di mana dua orang memainkan angklung Dogdog Lojor, dan empat lainnya memainkan angklung besar.

  1. Angklung Badeng
    Berasal dari Garut, angklung Badeng awalnya digunakan sebagai alat musik pengiring dalam ritual penanaman padi.

Seiring dengan masuknya penyebaran Islam pada masa lampau, terjadi pergeseran fungsi, angklung Badeng digunakan sebagai alat pengiring dakwah.

Dibutuhkan 9 angklung untuk melengkapi proses pengiringan dakwah. Kesembilan angklung tersebut terdiri dari dua angklung roel, satu angklung kecer, empat angklung indung, dua angklung anak, dua dogdog, dan dua gembyung.

  1. Angklung Padaeng
    Jenis angklung ini diperkenalkan pertama kali oleh Daeng Soetigna tahun 1938.

Daeng Soetigna melakukan modifikasi pada struktur batang, sehingga mampu menghasilkan nada diatonik. Dengan demikian, angklung ini dapat dimainkan bersama alat musik populer dan modern. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara dan Paradoks Logistik Indonesia

    Danantara dan Paradoks Logistik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., CMILT. (Professor of  Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik Dan Bisnis Intenasional – ULBI)   Indonesia Kehilangan Triliunan dari Inefisiensi SETIAP tahun Indonesia kehilangan lebih dari Rp 600 triliun karena biaya logistik yang tidak efisien—setara dengan 3,2 persen Produk Domestik Bruto […]

  • PosIND Dipercaya Kirim 53 Ribu Koper Jamaah Haji Indonesia

    PosIND Dipercaya Kirim 53 Ribu Koper Jamaah Haji Indonesia

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG ,Mbinews – Musim Haji 2025 PT Pos Indonesia (Persero) dipercaya mengirimkan koper, tas kabin, dan kursi roda Jemaah Haji asal Indonesia. Pengiriman ini dilakukan dari berbagai Kantor Cabang Utama maupun Kantor Cabang Pos Indonesia di seluruh Indonesia. Pengiriman dilakukan dari berbagai Lokasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menuju bandara keberangkatan maupun asrama haji masing-masing […]

  • Muscab IMM Sukabumi Harapkan Kader Idealis Bukan Pragmatis

    Muscab IMM Sukabumi Harapkan Kader Idealis Bukan Pragmatis

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswi Muhammadiyah Sukabumi Raya ke-13 di isi dengan diskusi refleksi arah gerak masa ke masa, Sabtu 1 Mei 2021 di gedung KNPI Kabupaten Sukabumi. Sejumlah demisioner ketua Umum IMM Cabang Sukabumi atau demisioner menyampaikan materi gagasan-gagasan dan harapan IMM Sukabumi Raya ke depan. “Alhamdulillah dalam diskusi ini ada 12 […]

  • Silaturahmi DPD Partai Berkarya Kabupaten Bandung

    Silaturahmi DPD Partai Berkarya Kabupaten Bandung

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kabupaten Bandung, Mbinews.id – Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Bandung menggelar acara silaturahmi yang berlangsung di Rumah Makan Pawon Bu Sri 3, Jalan Gading Ntutuka Soreang. Sabtu, 6 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Mayjen (Purn) Muchdi PR beserta jajaran pengurus DPW Partai Berkarya. Kehadiran tokoh penting […]

  • Peringati HDKD 2021, Lapas Sukabumi Ikuti Upacara Secara Virtual

    Peringati HDKD 2021, Lapas Sukabumi Ikuti Upacara Secara Virtual

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Peringati Hari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Hari Dharma Karyadhika (HDKD) ke 76, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, mengajak kepada seluruh pejabat dan pegawai Kemenkumham untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi, guna menciptakan terobosan/inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sehingga terwujud Kemenkumham yang Semakin PASTI […]

  • Rayakan Imlek, Yuk Melipir Ke Restoran 499, Restoran Cina Halal Pertama Di Kota Bandung

    Rayakan Imlek, Yuk Melipir Ke Restoran 499, Restoran Cina Halal Pertama Di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Suka dengan masakan Cina, tapi bingung cari yang halal? Restoran 499 bisa jadi pilihan terbaik untuk dicoba. Saat berkunjung ke restoran yang berada di Jalan Ahmad Yani no 499 ini, aroma khas dari masakan Cina tercium, membuat perut semakin keroncongan. Berdiri sejak 1968, Restoran 499 hadir dengan konsep ramah muslim. “Bermula dari […]

expand_less