BMKG Kota Bandung : Hati –Hati Puncak Hujan Desember – Pebruari
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) A Fachri Radjab menjelaskan kondisi cuaca saat ini dan prediksinya selama sepekan, Senin (4/1), di Kantor BMKG, Jakarta. Potensi hujan di Jawa saat ini hanya intensitas ringan-sedang, tetapi berpotensi terus meningkat menjadi sedang-lebat, terutama di akhir pekan ini.Kompas/Johanes Galuh Bimantara (JOG)04-01-2016
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, MBInews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Desember 2019 hingga Februari 2020 mendatang. Sedangkan musim hujan akan berlangsung hingga Mei 2020.
“Intensitas hujan akan meningkat di November ini. Puncaknya di Desember hingga Februari. Memang Desember hingga Februari merupakan masa jumlah curah hujan tinggi dibanding bulan-bulan lainnya,” ungkap Kepala Stasiun BMKG Kota Bandung, Toni Agus Wijaya, sabtu (16/11/2019).
Toni menyebutkan, musim hujan tahun ini diprediksi hampir sama dengan musim sebelumnya. Sehingga musim hujan tahun 2019-2020 ini masih dalam kondisi normal.
Namun Toni mengingatkan, hal yang perlu diantisipasi yaitu hujan yang terkumpul di hari-hari tertentu. Seperti gangguan cuaca jangka pendek yaitu angin di dataran tinggi dan rendah tidak merata seperti biasanya.
“Yang biasanya merata seminggu namun terkumpul sehari. Itu berpotensi longsor dan banjir di perkotaan,” ujar Toni.
Toni mengungkapkan, curah hujan di Kota Bandung dengan daerah sekitar seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat relatif sama.
“Curah hujan di Kota Bandung dengan kota di Bandung raya itu umumnya relatif sama. Meskipun bervariasi dataran tinggi dan dataran rendah,”ujarnya.
Kendati dinilai normal, Toni mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk tetap mengantisipasi terjadinya potensi bencana seperti banjir dan longsor di dataran tinggi. Ia menyarankan warga selalu menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran air.
“Untuk antisipasi maka membersihkan saluran air sehingga tak terjadi genangan. Termasuk membersihkan sampah sekitar lingkungan,” imbaunya. (**mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar