Breaking News
Trending Tags

Hasil Rapat Evaluasi Pasar Pelita Sukabumi, Pj Walikota: Penertiban Ulang Setelah Melakukan Rembuk

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pasca 2 tahun dilaunching, pengembang Pasar Pelita Sukabumi (PT Fortunindo Artha Perkasa/FAP), justru merasa dirugikan dengan situasi yang terjadi saat ini. Meskipun, terdapat perjanjian kerjasama yang berlangsung antara PT FAP dengan pemerintah daerah setempat, untuk pengembangan Pasar Pelita Sukabumi, namun mereka selaku pengembang mereasa keberatan dengan kondisi yang ada saat ini. Bahkan mereka, sudah 2 kali melayangkan surat keberatan kepada Pemerintah Kota Sukabumi.

Sonya Yuliana selaku perwakilan salah satu pengelola Pasar Pelita Sukabumi mengatakan, setelah dilayangkan dua kali surat keberatan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, saat ini mereka (PT FAP) melakukan audiensi dengan pemerintah daerah setempat, untuk melakukan evaluasi terhadap perjanjian kerjasama serta fakta yang ada di lapangan saat ini.

“Hari ini kita melakukan evaluasi perjanjian kerjasama, anatara PT FAP selaku pengembang Pasar Pelita Sukabumi, dengan pemerintah daerah. Kita bersama-sama membahas poin-poin apa yang hari kami (PT FAP) lakukan dan Pemerintah Kota Sukabumi lakukan,” jelas Sonya kepada awak media, Kamis (30/05/2024).

Lanjutnya, pihaknya merasa terdapat beberapa hal yang harus dievaluasi khusunya pada poin-poin kerjasama yang berlangsung, antara pengembang Pasar Pelita Sukabumi dengan pemerintah daerah.

“Bukan belum terlaksana (poin-poin dalam perjanjian kerjasama), tapi kita bersama-sama mengevaluasi apa yang sudah dilakukan saat ini, semenjak sudah launching 2 tahun lalu,” ungkap Sonya.

Masih menurut Sonya, hal yang sangat ditekankan pihaknya kepada Pemerintah Daerah Kota Sukabumi yakni terkait, poin strelisasi PKL pada 12 ruas jalan yang ada di Kota Sukabumi, yang masuk dalam perjanjian kerjasama.

“Poin yang paling ditekankan dalam evaluasi itu kan ada 12 ruas jalan yang KL harus masuk kedalam pasar, tapi meskipun penertiban ring 1 dan ring 2 sudah dilakukan faktanya masih banyak PKL yang masih ramai berjualan di ruas jalan sekitar pasar. Serta evaluasi terkait kewajiban kami (PT FAP), dan masing-masing (Pemerintah Kota Sukabumi dan PT FAP) akan melaksanakan hasil evaluasi ini,” bebernya.

Selain itu, selaku pengembang pihaknya juga menyayangkan adanya pasar-pasar tandingan yang ada di sekitaran Pasar Pelita Sukabumi, yang sudah jelas itu sangat merugikan pihak pengembang.

“(Kondisi terbaru Pasar Pelita Sukabumi) Makin parah, makanya kenapa kita melayangkan surat keberatan. Karena yang awalnya di seputar pasar itu PKL yang menggelar seperti itu, saat ini di seputar pasar sudah ada pasar-pasar yang difasilitasi dengan auning dan sebagainya,” cetus Sonya.

“Saya tidak tahu itu resmi atau tidak, dan tentunya itu juga sudah kami tuangkan dalam surat keberatan kami kepada Pemerintah Kota Sukabumi,” sambung Sonya.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji mengatakan, diharapkan setelah adanya pertemuan antara pengembang Pasar Pelita Sukabumi dengan pemerintah daerah saat ini, mampu menghasilkan solusi.

Hasil evaluasi jadi nanti kita akan berembuk tripartit antara Pemerintah Kota Sukabumi, termasuk menindaklanjuti hasil perjajian kerjasama dengan PT FAP dan juga masyarakat (pedagang). Agar solusi yang didapatkan, merupakan solusi yang terbaik,” ujar Kusmana.

Ketika disinggung terkait surat kebertan yang dilayangkan pengembang Pasar Pelita Sukabumi Kusmana membenarkan adanya hal tersebut. Bahkan Kusmana menyebutkan, bahwa surat keberatan tersebut juga telah dilakukan jawaban secara admisitratif kepada pengembang.

“Beberapa kali (surat keberetan) dari PT FAP memang sudah kita (Pemerintah Kota Sukabumi) terima dan secara administratif juga sudah kita jawab. Khusunya terkait hak dan kewajibannya, tinggal saat ini intinya bagaiman ketertiban, penertiban dan pengawasan serta peran dari masing-masing pihak bisa tercapai,” ungkap Kusmana

Masih menurut Kusmana, saat dikonfirmasi perihal ada atau tidaknya agenda penertiban ulang ruas jalan yang saat ini masih terdapat PKL, dirinya membenarkan hal tersebut.

“(Penertiban ulang) Ya, nanti kita setelah kita melakukan rembuk. Karena kita sebagai Pemerintah Kota Sukabumi tidak bisa otoriter, satu sisi kita juga harus teknokrat dan satu sisi kita juga harus memahami kondisi para pedagang,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Akhir Menuju Perda PKL Baru di Kota Bandung

    Langkah Akhir Menuju Perda PKL Baru di Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) akan segera disahkan menjadi Perda. Ketua Pansus 6 DPRD Kota Bandung, Drs. Riana, mengungkapkan bahwa Raperda ini akan segera dibawa ke forum Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung. “Sebetulnya, pengusulan Perda tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL sudah ada di Bapemperda cukup lama. […]

  • Bantuan Wali Kota Datang di Tengah Keterbatasan

    Bantuan Wali Kota Datang di Tengah Keterbatasan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS — Di sebuah rumah kontrakan sederhana di RT 3 RW 1 Pasir Endah, Ujungberung Kota Bandung, suasana siang itu terasa berbeda. Tangis haru tak terbendung dari mata Ibu Nuryani, seorang ibu yang harus mengasuh delapan anak seorang diri. Kamis, 19 Maret 2026, menjadi hari yang tak akan mudah ia lupakan. Di tengah keterbatasan hidup […]

  • Komisi IV : Kondisi Jembatan DayeuhKolot Mengkhawatirkan

    Komisi IV : Kondisi Jembatan DayeuhKolot Mengkhawatirkan

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, Mbinews.id – Jembatan Dayeuhkolot merupakan akses yang menghubungkan dua Kecamatan yaitu Kecamatan Dayeuhkolot dan Kecamatan Baleendah, kondisinya sudah mengalami keretakan yang cukup mengkhawatirkan. Ketua Komisi IV Tetep Abdulatip mengatakan bahwa pihaknya sudah melihat langsung kondisi jalan tersebut dan itu harus segera ditangani karena merupakan akses inti yang menghubungkan antar Kecamatan. “Kami dari Komisi […]

  • Jelang Idul Adha, Wali Kota Sukabumi Pantau Kesehatan Hewan Kurban

    Jelang Idul Adha, Wali Kota Sukabumi Pantau Kesehatan Hewan Kurban

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Jelang Idul Adha 1444 Hijriyah, Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban di beberapa titik lapak penjualan, wilayah Kecamatan Warudoyong. Senin, (26/6/2023). “Hasil pemantauan tadi di sejumlah titik semuanya aman. Sehingga warga bisa membeli hewan kurban dengan nyaman,”ujar Fahmi. Tapi, kata Fahmi, tahun ini penjualanya alami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya. […]

  • Edwin Senjaya Isi Kajian Tematik “Hidupku Jariyahku

    Edwin Senjaya Isi Kajian Tematik “Hidupku Jariyahku

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Dr. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mengisi kajian tematik bertema “Hidupku Jariyahku”, di Masjid Al Kautsar, Jl. Sekelimus Utara, Kota Bandung, Kamis, (23/6/2022). Edwin berpesan kepada jamaah bahwa kita harus tetap mengingat kematian, karena hakikatnya manusia paling beruntung adalah orang yang selalu mengingat kematian. Edwin menyampaikan dengan […]

  • Dr.Dandan siap Ngadandanan Jadikan Bandung ASIK

    Dr.Dandan siap Ngadandanan Jadikan Bandung ASIK

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Memiliki visi misi menjadikan Bandung ASIK (Agamis, Sejahtera, Inovatif, Kreatif dan Kolaboratif) Dr. Dandan Riza Wardana ingin menggerakan seluruh elemen untuk bersama-sama ‘Ngadandanan Bandung’. Ngadandanan Bandung’ artinya, melanjutkan dan meningkatkan program yang sudah baik dan membenahi persoalan yang kerap dan masih terjadi di Kota Bandung. Persoalan yang dikeluhkan warga dan terjadi di […]

expand_less