Kampung Sosial Diluncurkan, Wali Kota Sukabumi Fokus Tangani Stunting hingga Pengangguran
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,MBINews.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri kegiatan Kampung Sosial (Pelayanan Sosial Terpadu Berbasis Wilayah) dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi di Taman Cikondang, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Phalamartha, OJK, DP3AKB Jawa Barat, BAZNAS, hingga perangkat daerah tingkat kota dan wilayah.
Dalam sambutannya, Ayep menegaskan, komitmen Pemkot Sukabumi untuk menyelesaikan persoalan sosial secara terintegrasi. Ia menyebut penanganan stunting menjadi prioritas utama yang ditugaskan langsung kepada TP PKK.
“Penanganan stunting menjadi fokus utama kami, karena ini menyangkut kualitas generasi ke depan,” ujar Ayep.
Selain stunting, pengentasan kemiskinan juga terus diupayakan. Meski angka kemiskinan di Kota Sukabumi tercatat mengalami penurunan sekitar 7 persen—tertinggi di Jawa Barat—namun secara kumulatif masih tergolong tinggi.
Pemerintah kota juga menaruh perhatian serius pada persoalan pengangguran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penguatan program pendidikan berbasis kerja, baik melalui skema pendidikan yang langsung terserap di dunia kerja maupun pendidikan formal yang berorientasi pada peningkatan daya saing tenaga kerja.
“Kami mendorong pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja agar mampu menekan angka pengangguran secara signifikan,” katanya.

Selain itu, Pemkot Sukabumi membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor filantropi, untuk mendukung intervensi sosial seperti stunting, kemiskinan ekstrem, hingga pemberian beasiswa pendidikan.
Sebagai inovasi, pemerintah juga menggulirkan program qordul hasan, yakni pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha ultramikro dengan nominal Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 31 ribu penerima dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara, menjelaskan bahwa Kampung Sosial merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
“Ini merupakan salah satu instruksi khusus dari pimpinan (Gubernur). Di Kampung Cikondang terdapat 143 Pemerlu Atensi Sosial yang kita berikan perhatian,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini mencakup berbagai kegiatan seperti penguatan modal sosial, pendampingan bantuan, serta pengawalan agar bantuan sosial dapat dimanfaatkan secara produktif oleh penerima.
Adapun bentuk bantuan yang diberikan meliputi kursi roda, layanan rehabilitasi sosial, sembako, pelatihan keterampilan, hingga bantuan modal usaha.
“Program Kampung Sosial juga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat dan Kota Sukabumi yang saat ini tercatat turun sekitar 0,3 persen,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar