Breaking News
Trending Tags

Komisi I DPRD Kab Sukabumi Sidak, Izin PT.Salak Utama? Petani Garapan Dintimidasi Pihak Perusahaan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id – Anggota komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Salak Utama yang berada di Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, sayangnya pihak perusahaan tidak ada. Sehingga, para anggota dewan yang datang hanya bertemu dengan petani penggarap di tanah Hak Pakai (HP) PT Salak Utama, PJS Kepala Desa dan unsur Muspika Kalapanunggal serta perwakilan dinas terkait.

Salah satu petani penggarap, Ade Rahmat (54 tahun) mengatakan, ia sangat bersyukur kedatangan anggota dewan yang datang ke desanya. Pasalnya, didesanya sedang terjadi konflik agraria dan mendapatkan intimidasi dari pihak perusahaan. Salah satunya, empat orang petani dilaporkan ke pihak kepolisian, karena dianggap melakukan penyerobotan lahan.

“Kami atas nama petani sangat berterimakasih dengan datang wakil rakyat ke desa kami. Mudah” an dengan datangnya mereka kesini dapat memberikan solusi yang baik bagi para petani penggarap yang menginginkan bertani tapi lahannya tidak ada,” ungkap Ade saat SUKABUMI, MBInews.id melakukan tatap muka dengan DPRD Komisi I di gedung SDN Cingenca, Selasa (3/11/2019). Kemarin

Ade berharap, dengan datangnya anggota dewan nasib ia dan ratusan petani penggarap lainnya bisa bertani seperti biasa tanpa bayang-bayang intimidasi dari pihak perusahaan seperti keempat rekannya yang dilaporkan pihak perusahaan ke kepolisian.

“Kita berharap persoalan ini cepat selesai. Karena jika melihat kebelakang, pada tahun 2006 desa walangsari pernah menyandang desa zona rawan pangan. Jika tanah ini tidak dibagikan atau digarap lagi, tidak menutup kemungkinan tragedi lalu itu (zona rawan pangan) terjadi kembali,” harapnya.

Kata ia, ada beberapa persoalan yang harus cepat diselesaikan. Diantaranya, ganti rugi tanaman yang diratakan oleh pihak perusahaan yang dijanjikan tidak ada, tidak pernah ada Corporate Sosial Responbility (CSR) dan pihak perusahaan melakukan pungutan kepada petani sebesar Rp 2,5 juta/Ha.

“Jadi kita bertanya apakah surat kepemilikan hak dimiliki oleh PT Salak Utama ?. Itu sampai saat ini kita tidak pernah tahu. Maka dari itu, petani minta dipertemukan dengan pihak perusahaan yang difasilitasi dewan,” katanya.

Sementara itu, Sekdis DPMPTSP Saepul Anwar menuturkan, data yang ada di kantor dinasnya, PT Salak Utama itu Hak pakai yang keluar pada tahun 1998, Izin lokasi dan Izin prinsip, serta IMB tahun 2017 yaitu IMB untuk pemagaran sepanjang 4000 meter.

“Kantor perizinan itu ada tahun 2006, sementara dari data yang kami peroleh pada tahun 2017 izin usaha PT Salak Utama keluar pada tahun 1998. Jadi intinya kami kekurangan data untuk menjelaskan persoalan perizinan PT Salak Utama,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Faozi menjelaskan, pihaknya menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh petani penggarap dan juga akan menindaklanjutinya secara serius.

“Semua keluh kesah yang disampaikan akan kita tindak lanjuti. Sayangnya, hari ini tidak ada pihak perusahaan jadi tidak bisa mendapatkan solusi terbaik,” jelasnya.

Masih kata ia, DPRD bakal melakukan pemanggilan ulang kepada pihak perusahaan, BPN dan Dinas Pertanahan dan Tataruang agar persoalan konflik agraria yang terjadi di Kalapanunggal bisa cepat selesai.

“Secepatnya akan kita tindak lanjuti. Bahkan tadi anggota kami ada yang mengusulkan di minggu-minggu ini,” pungkasnya (Dian/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang PSBB, PWI Kota Bandung Dan SMSI Jabar Bagikan Ratusan Sembako  & Masker

    Jelang PSBB, PWI Kota Bandung Dan SMSI Jabar Bagikan Ratusan Sembako & Masker

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BANDUNG , MBInews.id – Sehari menjelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung dalam rangka pencegahan pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 yang akan mulai berlaku Rabu 22 April Pukul 00.00 WIB, PWI Kota Bandung  dan SMSI Jabar bagikan ratusan paket sembako dan masker untuk masyarakat terdampak Covid-19. Ratusan paket sembako yang terdiri […]

  • Anggaran APBD Kota Sukabumi Alami Defisit? DPRD sahkan Anggaran Baru

    Anggaran APBD Kota Sukabumi Alami Defisit? DPRD sahkan Anggaran Baru

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 sekitar Rp1,4 yang baru disahkan oleh  DPRD kota Sukabumi Rabu malam, (28/11), terjadi defisit. Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui, jika APBD tahun 2020 ini alami defisit. Namun Fahmi berharap setelah masuknya anggaran yang bersumber dari bantuan provinsi dan dari pusat setidaknya bisa terjadi perimbangan […]

  • Meski Diakui Melanggar, Pembangunan Toko Waralaba di Sukagalih Masih Berlangsung

    Meski Diakui Melanggar, Pembangunan Toko Waralaba di Sukagalih Masih Berlangsung

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 1.423
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Pembangunan sebuah gedung yang diduga akan digunakan sebagai toko waralaba di Jalan Sukagalih RT 01 RW 07, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, masih terus berlangsung meski belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kondisi tersebut memunculkan sorotan terhadap kinerja Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Disciptabintar) Kota Bandung yang dinilai belum […]

  • Dewan Dorong Sinergi Multihelix dalam Upaya Eliminasi TBC Tahun 2030 di Kota Bandung

    Dewan Dorong Sinergi Multihelix dalam Upaya Eliminasi TBC Tahun 2030 di Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Hal tersebut ia sampaikan pada paparannya sebagai narasumber dalam kegiatan Pertemuan Lintas Sektor Program Penanggulangan TBC Kota Bandung, di Hotel UTC Dago, […]

  • Ini Kata Wali Kota Sukabumi, Saat Hadir di Bimtek Pemanfaatan Sertifikat Elektronik Untuk Tandatangan Elektronik

    Ini Kata Wali Kota Sukabumi, Saat Hadir di Bimtek Pemanfaatan Sertifikat Elektronik Untuk Tandatangan Elektronik

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (pemkot) Sukabumi, melalaui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan sertifikat elektronik untuk tandatangan elektronik. Kegiatan yang diikuti oleh 60 orang guru Sekolah Dasar (SD) tersebut, dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di Balai Kota Sukabumi, Selasa, (6/6/2023). Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengatakan, dengan kemajuan […]

  • Tolak RUU HIP,  Ratusan Massa Unjuk Rasa Di Depan Gedung Sate Lantunkan Sholawat Takbir Serta Dzikir

    Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Unjuk Rasa Di Depan Gedung Sate Lantunkan Sholawat Takbir Serta Dzikir

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInrws.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (Formasi) dan sejumlah ormas Islam tengah lakukan aksi menuntut RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) ditarik dari Prolegnas. Aksi massa membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan penolakan terhadap RUU HIP. Antara lain bertuliskan ‘Tolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila’ dan ‘PKI itu pengkhianat’. di depan Gedung Sate, Kota […]

expand_less