Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Komisi I DPRD Kab Sukabumi Sidak, Izin PT.Salak Utama? Petani Garapan Dintimidasi Pihak Perusahaan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id – Anggota komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Salak Utama yang berada di Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, sayangnya pihak perusahaan tidak ada. Sehingga, para anggota dewan yang datang hanya bertemu dengan petani penggarap di tanah Hak Pakai (HP) PT Salak Utama, PJS Kepala Desa dan unsur Muspika Kalapanunggal serta perwakilan dinas terkait.

Salah satu petani penggarap, Ade Rahmat (54 tahun) mengatakan, ia sangat bersyukur kedatangan anggota dewan yang datang ke desanya. Pasalnya, didesanya sedang terjadi konflik agraria dan mendapatkan intimidasi dari pihak perusahaan. Salah satunya, empat orang petani dilaporkan ke pihak kepolisian, karena dianggap melakukan penyerobotan lahan.

“Kami atas nama petani sangat berterimakasih dengan datang wakil rakyat ke desa kami. Mudah” an dengan datangnya mereka kesini dapat memberikan solusi yang baik bagi para petani penggarap yang menginginkan bertani tapi lahannya tidak ada,” ungkap Ade saat SUKABUMI, MBInews.id melakukan tatap muka dengan DPRD Komisi I di gedung SDN Cingenca, Selasa (3/11/2019). Kemarin

Ade berharap, dengan datangnya anggota dewan nasib ia dan ratusan petani penggarap lainnya bisa bertani seperti biasa tanpa bayang-bayang intimidasi dari pihak perusahaan seperti keempat rekannya yang dilaporkan pihak perusahaan ke kepolisian.

“Kita berharap persoalan ini cepat selesai. Karena jika melihat kebelakang, pada tahun 2006 desa walangsari pernah menyandang desa zona rawan pangan. Jika tanah ini tidak dibagikan atau digarap lagi, tidak menutup kemungkinan tragedi lalu itu (zona rawan pangan) terjadi kembali,” harapnya.

Kata ia, ada beberapa persoalan yang harus cepat diselesaikan. Diantaranya, ganti rugi tanaman yang diratakan oleh pihak perusahaan yang dijanjikan tidak ada, tidak pernah ada Corporate Sosial Responbility (CSR) dan pihak perusahaan melakukan pungutan kepada petani sebesar Rp 2,5 juta/Ha.

“Jadi kita bertanya apakah surat kepemilikan hak dimiliki oleh PT Salak Utama ?. Itu sampai saat ini kita tidak pernah tahu. Maka dari itu, petani minta dipertemukan dengan pihak perusahaan yang difasilitasi dewan,” katanya.

Sementara itu, Sekdis DPMPTSP Saepul Anwar menuturkan, data yang ada di kantor dinasnya, PT Salak Utama itu Hak pakai yang keluar pada tahun 1998, Izin lokasi dan Izin prinsip, serta IMB tahun 2017 yaitu IMB untuk pemagaran sepanjang 4000 meter.

“Kantor perizinan itu ada tahun 2006, sementara dari data yang kami peroleh pada tahun 2017 izin usaha PT Salak Utama keluar pada tahun 1998. Jadi intinya kami kekurangan data untuk menjelaskan persoalan perizinan PT Salak Utama,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Faozi menjelaskan, pihaknya menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh petani penggarap dan juga akan menindaklanjutinya secara serius.

“Semua keluh kesah yang disampaikan akan kita tindak lanjuti. Sayangnya, hari ini tidak ada pihak perusahaan jadi tidak bisa mendapatkan solusi terbaik,” jelasnya.

Masih kata ia, DPRD bakal melakukan pemanggilan ulang kepada pihak perusahaan, BPN dan Dinas Pertanahan dan Tataruang agar persoalan konflik agraria yang terjadi di Kalapanunggal bisa cepat selesai.

“Secepatnya akan kita tindak lanjuti. Bahkan tadi anggota kami ada yang mengusulkan di minggu-minggu ini,” pungkasnya (Dian/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desember 2020 Inflasi Kota Sukabumi Sebesar 0,58 Persen

    Desember 2020 Inflasi Kota Sukabumi Sebesar 0,58 Persen

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran, Kota Sukabumi alami inflasi dibulan Desmber 2020 sebesar 0, 58 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,65.”Perkembangan harga berbagai komoditas di bulan Desember itu, secara umum naik. Sehingga, Kota Sukabumi alami inflasi 0,58 persen,”ujar Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi Cecep Mansur. Senin, (25/1/2021). […]

  • Datangi Kesbangpol, IKWI Kota Sukabumi Siap Berikan Kontribusi Positif

    Datangi Kesbangpol, IKWI Kota Sukabumi Siap Berikan Kontribusi Positif

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Keseriusan dalam membentuk organisasi sosial kemasyarakatan yang mandiri, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Sukabumi mendatangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kamis, (6/6/2023). Kedatangan para istri wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia Kota Sukabumi tersebut, selain untuk menjalin silaturhami, sekaligus juga mendaftarkan keberadaan IKWI Kota Sukabumi. “Datang ke kantor Kesbang Kota […]

  • Masa Orientasi Pendidikan Tinggi Stikindo di lapang Graha Wirakarya Ciparay Kab Bandung

    Masa Orientasi Pendidikan Tinggi Stikindo di lapang Graha Wirakarya Ciparay Kab Bandung

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id- Pembukaan masa orientasi Pendidikan tinggi kesehatan Stikindo Wirautama Tahun Akademik 2024-2025. Masa Pengenalan lingkungan Kampus Stikindo Wirautama Ciparay Graha Wirakarya pada. Rabu, (25/9/2024) Jalan Raya Laswi Kec Ciparay Kabupaten Bandung. Kegiatan Pembukaan MOPT (Masa Orientasi Perguruan Tinggi) Stikindo Wirautama dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI), H.Asep Ikhsan.SE.Spd.MM. Di dampingi […]

  • HUT ke-112 Kota Sukabumi, Ayep Zaki Ajak Kolaborasi Bangun Kota Bercahaya

    HUT ke-112 Kota Sukabumi, Ayep Zaki Ajak Kolaborasi Bangun Kota Bercahaya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Upacara peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi Tahun 2026 berlangsung khidmat di Lapang Merdeka, Rabu (01/04/2026). Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bertindak sebagai pembina upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, ASN, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga. Dalam amanatnya, Ayep Zaki mengusung tema “Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota” sebagai semangat utama peringatan […]

  • Pendampatan Merosot Tajam, Peguyuban Pengusaha Toko Ahmad Yani, Adukan Pembangunan Pedestrian Ke DPRD Kota Sukabumi

    Pendampatan Merosot Tajam, Peguyuban Pengusaha Toko Ahmad Yani, Adukan Pembangunan Pedestrian Ke DPRD Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Paguyuban Pengusaha Toko Ahmad Yani Kota Sukabumi mengaku, tidak pernah tahu adanya pembangunan pedestrian Ahmad Yani yang saat ini tengah dalam pembangunan. Hal itu terungkap saat Paguyuban tersebut melakukan hearing dengan jajaran Komisi II DPRD Kota Sukabumi, di Ruang Paripurna DPRD Kota Sukabumi. Rabu, (1/12/2021). “Sangat disayangkan sosialisasi ke warga tidak ada, harusnya kita […]

  • Logistik Indonesia: Dari Fragmentasi ke Orkestrasi

    Logistik Indonesia: Dari Fragmentasi ke Orkestrasi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., FCILT. (Professor of  Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik Dan Bisnis Internasional – ULBI) Bayang-Bayang Inefisiensi Logistik BAYANGKAN sebuah negara dengan ribuan pulau yang seharusnya menjadi kekuatan logistik dan konektivitas terbesar di dunia, tapi barang dari Surabaya ke Kupang masih bisa […]

expand_less