Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Penting Untuk Diketahui, Kang DS: Ini Enam Komponen Literasi yang Bisa Dipahami Masyarakat

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannya Festival Literasi Bedas yang dilaksanakan pada Sabtu 25 Mei 2024 lalu di Lapangan Upakarti Soreang Komplek Pemkab Bandung.

Pada kegiatan Festival Literasi Bedas 2024 itu, bersamaan dengan pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai Kabupaten Bandung yang memiliki Bunda Literasi terbanyak se-Indonesia dengan jumlah 4.620 Bunda Literasi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kita bersama dalam mendorong tercapainya visi Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya membangun budaya literasi masyarakat,” kata Bupati Bandung didampingi Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna dan Kepala Dispusip Kabupaten Bandung H. Teguh Purwayadi dalam keterangannya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menyebutkan, di era digitalisasi seperti saat ini, membangun budaya literasi memang sangat sulit.

“Perlu kerja keras dan kolaborasi bersama, agar dinamika globalisasi ini bisa kita hadapi bersama. Salah satunya dengan mendukung gerakan literasi dari lingkaran terkecil yaitu keluarga dengan membentuk Bunda Literasi di lingkungan warga untuk mendukung peningkatan kegiatan literasi masyarkat,” katanya.

Bupati Bedas juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung yang terus melakukan inovasi dalam membangun masyarakat Kabupaten Bandung yang literat.

“Tentunya apa yang kita laksanakan telah sejalan dengan misi Pemkab Bandung ke-2, yakni menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan merata. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) masyarakat Kabupaten Bandung, “tuturnya.

Dalam upaya meningkatkan minat baca, imbuhnya, sebagai bentuk strategi pemberdayaan potensi muatan lokal dan peran serta pilar-pilar literasi dalam partispasi mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang literat, Bunda Literasi Kabupaten Bandung telah mendirikan Bunda Literasi Kecamatan, Desa dan RW se-Kabupaten Bandung.

“Mereka terdiri dari Bunda Literasi Kecamatan 31 orang, Bunda Literasi Desa 270 orang dan Bunda Literasi Kelurahan 10 orang, serta Bunda Literasi RW 4.308 orang, sehingga total Kabupaten Bandung sudah mempunyai Bunda Literasi sebanyak 4.620 orang,” jelasnya.

Kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini, hadirnya Bunda Literasi tingkat RW bertujuan untuk memberikan layanan pengetahuan, informasi dan keterampilan masyarakat.

“Dengan harapan memiliki kecakapan dan wawasan luas serta keterampilan yang mampu,” harapnya.

Ia berharap dengan hadirnya Bunda Literasi tingkat RW ini bisa dijadikan tempat untuk mengembangkan minimal dua dari enam komponen literasi. Yaitu literasi baca tulis, literasi sains, literasi digital/teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan/finansial, literasi budaya dan kewargaan.

Dikatakannya, pemecahan rekor MURI sebagai Bunda Literasi terbanyak se-Indonesia, harus mampu menjadikan titik tonggak gerakan yang masif di Kabupaten Bandung.

“Mulai dari lini terkecil yaitu lingkungan keluarga, dan lingkungan desa. Diharapkan akan semakin memudahkan untuk memiliki kebiasaan literasi yang baik, yang akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” harapnya.

Kang DS berharap kegiatan yang dilaksanakan Dispusip itu menandakan dukungan bagi optimalisasi SDM yang berkualitas dan memiliki kemampuan berdaya saing, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para Bunda Literasi yang ada di Kabupaten Bandung. Mereka telah berpartisipasi dan terus semangat bersinergi dengan pemerintah selama ini.

“Kepedulian Bunda Literasi itu sejalan dengan misi ke-3 yakni mengoptimalkan pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat yang menjunjung tinggi kreativitas dalam membingkai kearifan lokal,” katanya.

Bupati juga menyampaikan pesan kepada para peserta Festival Literasi yang hadir saat itu agar dapat menjalankan komitmenya bersama yang telah disepakati, yaitu tersedianya perpustakaan desa, SDM pengelolaan perpustakaan desa di setiap desa dan kelurahan.

Kemudian tersedianya perpustakaan sekolah di setiap desa dan kelurahan. Tersedianya pojok baca di ruang publik baik di ruang posyandu, PKK maupun di desa-desa, tersedianya taman bacaan masyarakat mandiri.

“Tersedianya literasi seni dan budaya, tersedianya literasi kesehatan, tersedianya UMKM berbasis inklusi sosial,” tutupnya.(HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempat Biasa dan Kopi Trotoar Gelar Event Garut Ekpo Competition, Catat Tanggalnya

    Tempat Biasa dan Kopi Trotoar Gelar Event Garut Ekpo Competition, Catat Tanggalnya

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    GARUT, MBInews.id -Tempat Biasa dan Kopi Trotoar Gelar Event Garut Expo, Competition V60 & Cup TesterKopi tak hanya menjadi minuman wajib bagi para orang tua. Ketua pelaksana, Okky Caressa Ginanjar, mengatakan Saat ini penikmatnya pun bertambah dari berbagai macam Profesi, Seiring dengan perkembangannya kedai kopi juga berlomba untuk menawarkan cita rasa kopi khasnya masing masing […]

  • PSBB Kota Bandung Tunggu Restu Dari Pemprov Jabar Dan Menkes

    PSBB Kota Bandung Tunggu Restu Dari Pemprov Jabar Dan Menkes

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung akan berakhir pada 5 Mei 2020. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang baru saja mendapat restu dari Menteri Kesehatan untuk menerapkan PSBB di Jawa Barat. “Kita sebagai daerah otonom tidak mungkin menjadi bagian yang terpisahkan dari itu. Tindak […]

  • Harga Cabai Rawit Merah di Sukabumi Bertahan Rp 100 Ribu, Pedagang Kecil Merana

    Harga Cabai Rawit Merah di Sukabumi Bertahan Rp 100 Ribu, Pedagang Kecil Merana

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Harga cabai rawit merah di Kota Sukabumi terus bertahan di angka Rp 100 ribu per kilogram selama sepekan terakhir. Lonjakan harga ini membuat pelaku usaha kecil, khususnya penjual makanan, kebingungan dalam menyiasati modal usaha mereka. Sardi, seorang penjual mie goreng di Kota Sukabumi, mengaku mulai kesulitan menghadapi tingginya harga cabai. Menurutnya,kenaikan harga […]

  • Inflasi Kota Sukabumi Sebesar 0,19 Persen di Bulan Maret 2021

    Inflasi Kota Sukabumi Sebesar 0,19 Persen di Bulan Maret 2021

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Akibat adanya kenaikan dibeberapa kelompok pengeluaran. Kota Sukabumi alami inflasi di bulan Maret 2021, sebesar 0,19 persen.”Di bulan Maret secara umum alami kenaikan harga. Misalkan bahan pokok penting (Bapokting). Diantaranya, cabai rawit, dan cabai merah. Atau terjadi kenaikan IHK dari 105,99 pada Februari 2021, menjadi 106,19 di Maret 2021,”ujar Asisten Daerah II, Bidang Pembangunan […]

  • Dengan Penguatan Surveilans Gizi, Upaya Pemkot Sukabumi Tekan Angka Stunting

    Dengan Penguatan Surveilans Gizi, Upaya Pemkot Sukabumi Tekan Angka Stunting

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dengan penguatan surveilans gizi, merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dalam menekan angka stunting. Meskpun saat ini, adanya penurunan angka stunting di Kota Sukabumi dari 5,9 persen pada Agustus 2021, menjadi 4,03 persen di Agutus 2022. Baca Juga:https://mbinews.id/2022/06/24/wakil-wali-kota-sukabumi-hadiri-rapat-koordinasi-penurunan-stunting/ “Pemkot terus berusaha menekan angak stunting. Dan salah bentuknya denegan penguatan surveilans gizi,”ujar […]

  • Anggota DPRD Kota Bandung Prihatin Perda RT RW Banyak Dilanggar karena Kurang Sosialisasi

    Anggota DPRD Kota Bandung Prihatin Perda RT RW Banyak Dilanggar karena Kurang Sosialisasi

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Perda ( Peratura Daerah ) yang sudah disahkan DPRD Kota Bandung, seringkali tidak diketahui oleh warga karena kurangnya sosialisasi. Selain itu, menurut Anggota DPRD Kota Bandung  Dr.Ir. Juniarso Ridwan  SH.MH.SM i  ada beberapa Perda yang tidak diketahui warga Kota Bandung , karena tidak dilengkapi Perwal (Peraturan wali kota). Seperti  Perda yang kurang […]

expand_less