Breaking News
Trending Tags

Rancang Beragam Strategi Turunkan BOR, Dinkes Kota Bandung Atasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Dinas Kesehatan terus merancang beragam strategi untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang muncul pascalibur Panjang. Tujuannya, menurunkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit.

Sejumlah strategi yang disiapkan untuk mengatasi hal tersebut yakni melalui penambahan tempat tidur khusus Covid-19.

Termasuk merancang skema transit pra hospital dan pascahospital untuk pasien yang kondisi fisiknya sudah terpantau baik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Yorisa Sativa mengungkapkan, laporan terakhir saat ini BOR di Kota Bandung sudah menyentuh angka 94,15 persen. Puncak keterisian rumah sakit sangat terasa meningkat pesat dalam dua pekan terakhir.

Keterisian tempat tidur di 29 rumah sakit rujukan dengan sekitar 2.000 tempat tidur sudah terisi 94,15 persen.

“Meningkat tajam pada saat pascaliburan kemarin. Datanya ini sama di seluruh Indonesia. Tren naiknya seragam,” ucap Yori di Balai Kota Bandung, Kamis, (24/6/2021).

Yori menuturkan, dari data yang terpantau keterisian rumah sakit tersebut, 56 persen dihuni oleh pasien asal Kota Bandung. Sedangkan 44 persen lainnya merupakan pasien kasus Covd-19 yang berasa dari sejumlah daerah di luar Kota Bandung.

Setiap kali BOR di atas standar WHO, yakni sebesar 60 persen maka Kota Bandung selalu cekatan berkoordinasi dengan pengelola rumah sakit untuk menambah kapasitas.

“Di Kota Bandung, alhamdulillah di awal pandemi Covid-19 ketika masih 400an dari 28 rumah sakit, dan terus meningkat sampai lebih dari seribu,” ulasnya.

Termasuk dalam beberapa waktu lalu Ketika kasus meningkat dan instruksi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi sampai ke tingkat Kota yang bahkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun turut berperan berkoordinasi langsung mengupayakan tambahan ruang perawatan.

“Kemarin ada arahan, setiap rumah sakit untuk mengonversi atau menambah tempat tidur 30-40 persen. Dan secara total, Kota Bandung alhamdulillah ada penambahan 36 persen. Walaupun tidak merata ada yang kurang dari 30 persen tapi ada juga yang lebih dari 40 persenan penambahannya,” terangnya.

Yori memaparkan, skema penanganan lainnya yakni dengan merancang tempat perawatan pasca hospital. Konsep ini merupakan solusi untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit dengan memanfaatkan gedung lembaga pendidikan dan pelatihan milik pemerintah atau pun bangunan hotel yang dirancang menjadi ruang perawatan.

Menurut Yori, tempat isolasi pasca perawatan ini akan dihuni oleh pasien yang secara medis sudah menunjukan perkembangan kondisi fisik semakin membaik. Sehinga perawatan akan dilanjutkan di luar rumah sakit. Namun masih belum diperkenankan pulang ke rumah sebelum pulih total.

“Kita bikin antisipasi bagaimana yang dirawat cepat keluar dan yang butuh cepat masuk. Makanya kita buat strategi tempat isolasi pasca perawatan. Itu kita imbau rumah sakit jika dilihat kondisi fisiknya sudah bagus tapi belum selesai perawatannya jadi tidak dulu dipulangkan Tetapi kita pindahkan ke tempat isolasi tadi,” bebernya.

Masih menurut Yori, saat ini pihaknya tengah mematangkan skema pascahospital. Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kota dan provinsi kini sedang menjajaki sejumlah tempat.

“Sekarang yang pascahospital sedang dipantau kalau bisa menampung sampai 500 orang. Jadi di satu gedung sehingga koordinasinya lebih mudah,” ujar Yori.

Yori mengungkapkan, skema lain untuk mengatasi lonjakan keterisian yakni dengan menyiapkan konsep pra hospital. Yaitu semacam tempat transit untuk menunggu ruang perawatan di rumah sakit.

“Tujuannya untuk mentransit. Katakanlah ada 200 bed bisa dilayani observasi satu sampai 2 hari intinya sampai rumah sakit kosong,” dia menjelaskan.

Untuk pra hospital ini, Yori mengungkapkan, puskesmas dan klinik menjadi filter awal mendeteksi tingkat gejala yang diderita pasien. Jika tidak terlalu parah maka bisa dirawat di rumah dengan pantauan ketat oleh tim kesehatan puskesmas atau klinik.

“Strategi kedua disaring oleh puskesmas atau klinik, kalau gejalanya tidak terlalu berat maka dipantau dan isolasi mandiri di rumah. Jadi rumah sakit untuk yang betul-betul keadaan gawat yaitu kelompok bergejala kuning atau merah, atau bisa dimasukin dulu ke pra hospital yang kita buat,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usulan Menhub : Puncak HPN 2020 Dipusatkan Di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

    Usulan Menhub : Puncak HPN 2020 Dipusatkan Di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAKARTA,  MBInews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Panitia Hari Pers Nasional 2020 bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat,(22/11/2019) di Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Jalan Merdeka Barat Jakarta. Kedatangan PWI sendiri selain bersilahturahmi juga memberikan ucapan selamat atas penunjukan kembali Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan. “Selamat atas penunjukan kembali Pak Budi sebagai Menteri […]

  • Luncurkan Sejumlah Inovasi Baru, Bank Bjb Gelar Acara Puncak DigiCash

    Luncurkan Sejumlah Inovasi Baru, Bank Bjb Gelar Acara Puncak DigiCash

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Bank bjb menggelar acara puncak DigiCash Fair yang diselenggarakan secara hybrid di Trans Luxury Hotel Bandung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dan dilakukan test swab antigen kepada para peserta (28/10). Acara turut dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian BUMD Lembaga Non Keuangan pada Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Jawa Barat Irfan Hadisiswanto […]

  • Aplikasi Perizinan Dapat Memudahkan Pelayanan di Kota Bandung

    Aplikasi Perizinan Dapat Memudahkan Pelayanan di Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Diharapkan Aplikasi Perijinan yang dikembangkan oleh DPMPTSP Kota Bandung dapat mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang mengurus perijinan.Demikan Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung mengatakan pada Rapat Rapat Evaluasi Kinerja T.A 2022 dan Rencana Kerja T.A. 2023 Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, […]

  • Komisi II Kecewa Tak Dilibatkan Rapat Berakhirnya Pasar Pelita

    Komisi II Kecewa Tak Dilibatkan Rapat Berakhirnya Pasar Pelita

    • calendar_month Rabu, 2 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Berakhirnya masa perjanjian kerjasama pembangunan Pasar Pelita dengan pihak ketiga per tanggal 31 mei 2021. Jajaran komisi II DPRD Kota Sukabumi merasa kecewa. Pasalnya, mereka tidak dilibatkan dalam rapat pembahasan Pasar Pelita yang dilakukan oleh Pemkot Sukabumi. “Sebagi fungsi pengawasan, jelas kecewa kami dong, khusunya Komisi II terkait adnaya rapat khusus mengenai […]

  • Pemkot  Dan Kejari Sukabumi Lakukan Penandatangan Kerjasama Bidang Hukum Perdata Dan Tata Usaha

    Pemkot Dan Kejari Sukabumi Lakukan Penandatangan Kerjasama Bidang Hukum Perdata Dan Tata Usaha

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama koordinasi bidang hukum perdata dan tata usaha. Penandatangan tersebut langsung dilakuka oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina di Salah satu Hotel Kawasan Siliwangi Kota Suakbumi. Selasa, (27/08/2019). Walikota Suakbumi Achmad Fahmi mengatakan, penyelenggaran […]

  • Bulan Oktober Mendatang,  35 Anggota Dewan Sudah Menerima Haknya

    Bulan Oktober Mendatang, 35 Anggota Dewan Sudah Menerima Haknya

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBInews.id –Sekretaris DPRD Kota Suakbumi Asep L Sukmana mengatakan, sebanyak 35 anggota dewan yang baru dilantik akan menerima hak keuanganya di bulan Oktober mendatang.”Jadi para wakil rakyat yang baru dilantik kemarin itu, hak keuanganya di bulan depan,”ujar Asep, Selasa, (03/09/2019). Asep menambahkan, hak-hak keuangan yang akan diperoleh para anggota dewan tersebut diantaranya, gaji pokok atau […]

expand_less