Breaking News
Trending Tags

Rancang Beragam Strategi Turunkan BOR, Dinkes Kota Bandung Atasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Dinas Kesehatan terus merancang beragam strategi untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang muncul pascalibur Panjang. Tujuannya, menurunkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit.

Sejumlah strategi yang disiapkan untuk mengatasi hal tersebut yakni melalui penambahan tempat tidur khusus Covid-19.

Termasuk merancang skema transit pra hospital dan pascahospital untuk pasien yang kondisi fisiknya sudah terpantau baik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Yorisa Sativa mengungkapkan, laporan terakhir saat ini BOR di Kota Bandung sudah menyentuh angka 94,15 persen. Puncak keterisian rumah sakit sangat terasa meningkat pesat dalam dua pekan terakhir.

Keterisian tempat tidur di 29 rumah sakit rujukan dengan sekitar 2.000 tempat tidur sudah terisi 94,15 persen.

“Meningkat tajam pada saat pascaliburan kemarin. Datanya ini sama di seluruh Indonesia. Tren naiknya seragam,” ucap Yori di Balai Kota Bandung, Kamis, (24/6/2021).

Yori menuturkan, dari data yang terpantau keterisian rumah sakit tersebut, 56 persen dihuni oleh pasien asal Kota Bandung. Sedangkan 44 persen lainnya merupakan pasien kasus Covd-19 yang berasa dari sejumlah daerah di luar Kota Bandung.

Setiap kali BOR di atas standar WHO, yakni sebesar 60 persen maka Kota Bandung selalu cekatan berkoordinasi dengan pengelola rumah sakit untuk menambah kapasitas.

“Di Kota Bandung, alhamdulillah di awal pandemi Covid-19 ketika masih 400an dari 28 rumah sakit, dan terus meningkat sampai lebih dari seribu,” ulasnya.

Termasuk dalam beberapa waktu lalu Ketika kasus meningkat dan instruksi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi sampai ke tingkat Kota yang bahkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun turut berperan berkoordinasi langsung mengupayakan tambahan ruang perawatan.

“Kemarin ada arahan, setiap rumah sakit untuk mengonversi atau menambah tempat tidur 30-40 persen. Dan secara total, Kota Bandung alhamdulillah ada penambahan 36 persen. Walaupun tidak merata ada yang kurang dari 30 persen tapi ada juga yang lebih dari 40 persenan penambahannya,” terangnya.

Yori memaparkan, skema penanganan lainnya yakni dengan merancang tempat perawatan pasca hospital. Konsep ini merupakan solusi untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit dengan memanfaatkan gedung lembaga pendidikan dan pelatihan milik pemerintah atau pun bangunan hotel yang dirancang menjadi ruang perawatan.

Menurut Yori, tempat isolasi pasca perawatan ini akan dihuni oleh pasien yang secara medis sudah menunjukan perkembangan kondisi fisik semakin membaik. Sehinga perawatan akan dilanjutkan di luar rumah sakit. Namun masih belum diperkenankan pulang ke rumah sebelum pulih total.

“Kita bikin antisipasi bagaimana yang dirawat cepat keluar dan yang butuh cepat masuk. Makanya kita buat strategi tempat isolasi pasca perawatan. Itu kita imbau rumah sakit jika dilihat kondisi fisiknya sudah bagus tapi belum selesai perawatannya jadi tidak dulu dipulangkan Tetapi kita pindahkan ke tempat isolasi tadi,” bebernya.

Masih menurut Yori, saat ini pihaknya tengah mematangkan skema pascahospital. Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kota dan provinsi kini sedang menjajaki sejumlah tempat.

“Sekarang yang pascahospital sedang dipantau kalau bisa menampung sampai 500 orang. Jadi di satu gedung sehingga koordinasinya lebih mudah,” ujar Yori.

Yori mengungkapkan, skema lain untuk mengatasi lonjakan keterisian yakni dengan menyiapkan konsep pra hospital. Yaitu semacam tempat transit untuk menunggu ruang perawatan di rumah sakit.

“Tujuannya untuk mentransit. Katakanlah ada 200 bed bisa dilayani observasi satu sampai 2 hari intinya sampai rumah sakit kosong,” dia menjelaskan.

Untuk pra hospital ini, Yori mengungkapkan, puskesmas dan klinik menjadi filter awal mendeteksi tingkat gejala yang diderita pasien. Jika tidak terlalu parah maka bisa dirawat di rumah dengan pantauan ketat oleh tim kesehatan puskesmas atau klinik.

“Strategi kedua disaring oleh puskesmas atau klinik, kalau gejalanya tidak terlalu berat maka dipantau dan isolasi mandiri di rumah. Jadi rumah sakit untuk yang betul-betul keadaan gawat yaitu kelompok bergejala kuning atau merah, atau bisa dimasukin dulu ke pra hospital yang kita buat,” katanya.

Reporter: Fazark

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar bjb Expo 2022,  Siap Manjakan Pengunjung dengan Program Menarik dan Terbaik

    Gelar bjb Expo 2022, Siap Manjakan Pengunjung dengan Program Menarik dan Terbaik

    • calendar_month Minggu, 15 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews id – bank bjb menyambut dan memeriahkan HUT ke-61 dengan menggelar bjb Expo 2022 yang menghadirkan berbagai developer dan tenant terbaik dari berbagi bidang disertai beragam promo menarik bagi pengunjung. Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan bjb Expo 2022 berlangsung mulai 16 – 22 Mei 2022 di Mall 23 Paskal […]

  • Pansus Pemajuan Kebudayaan Usulkan Muatan Lokal Masuk Kurikulum Pelajaran

    Pansus Pemajuan Kebudayaan Usulkan Muatan Lokal Masuk Kurikulum Pelajaran

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pansus Raperda terkait Pemajuan Kebudayaan DPRD Kota Bandung mengusulkan mata pelajaran muatan lokal masuk kurikulum pelajaran Sekolah Dasar. Hal tersebut dibahas pada rapat kerja Pansus 4 bersama Disbudpar, Bagian Hukum, Tim Naskah Akademik dan Perwakilan Komunitas Kebudayaan Kota Bandung di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Bandung, Jumat, (16/9/2022). Rapat tersebut dipimpin […]

  • Jaga Ketertiban dan Kebersihan Idulfitri, Pemkot Bandung Batasi Waktu Berjualan PKL

    Jaga Ketertiban dan Kebersihan Idulfitri, Pemkot Bandung Batasi Waktu Berjualan PKL

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam upaya menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan Malam Takbir, telah mengeluarkan imbauan resmi terkait batasan waktu berjualan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Para PKL hanya diberi waktu hingga pukul 23.00 WIB untuk berjualan. Demi keamanan dan ketertiban, kita tegaskan PKL hanya boleh beroperasi sampai pukul 23.00 WIB […]

  • BPJS Jamsostek di Kota Sukabumi, Dorong Universal Coverage Jamsotek

    BPJS Jamsostek di Kota Sukabumi, Dorong Universal Coverage Jamsotek

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUKABUM,Mbinews.id– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas cakupan perlindungan sosial tenaga kerja melalui Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Sukabumi. Hal ini, untuk memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan guna melindungi dari berbagai risiko ekonomi dan sosial. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Ryan gustaviana mengatakan, perlindungan sosial memiliki […]

  • Pos Indonesia  Sabet Tiga Penghargaan di Ajang  Anugerah BUMN Award 2022

    Pos Indonesia Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Anugerah BUMN Award 2022

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – PT Pos Indonesia (Persero) menyabet tiga penghargaan dalam ajang Anugerah BUMN 2022. Kali ini, Pos Indonesia memenangkan kategori Pengembangan Talenta Unggul Terbaik II yang diraih oleh PT Pos Indonesia (Persero); Pengembangan Talenta & Unggul Terbaik III yang diraih oleh PT Pos Finansial Indonesia serta Kategori Bisnis dan Teknologi Terbaik III yang diraih […]

  • Jabar Terbanyak Akses Judi Online, Hasim Adnan: Tangkap Bandarnya!

    Jabar Terbanyak Akses Judi Online, Hasim Adnan: Tangkap Bandarnya!

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong pemerintah menangkap bandar judi online atau konvensional. Hal tersebut dinilai efektif dalam pemberantasan judi online atau pun konvensional. “Tangkap bandarnya supaya praktik judi online atau konvensional ini diberantas sampai tuntas,” tegas Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Hasim Adnan, Kota Bandung, Senin (08/07/2024). […]

expand_less