Breaking News
Trending Tags

Rastik, Sulap Kulit Jengkol Jadi Busana

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bingung punya banyak sampah elektronik di rumah dan tidak tahu harus dibuang ke mana? Rastik bisa jadi salah satu solusinya.

Barang bekas antik atau dikenal dengan Rastik merupakan salah satu komunitas pegiat lingkungan yang berlokasi di Jalan Pamitran IV No. 22 Cipadung Kulon, Bandung.

Sejak 10 tahun, komunitas ini berkutat dalam pengolahan sampah anorganik. Di antaranya sampah plastik, logam, dan elektronik.

Founder dan creator Rastik, Enie Mualifah mengatakan, komunitas Rastik biasanya mengadakan kegiatan rutin setiap Sabtu dan Minggu. Mulai dari proses pengumpulan barang bekas sampai membuatnya menjadi sebuah karya bernilai ekonomi.

“Biasanya kita dapat sampah dari warga sekitar. Tapi, kalau saat kita bikin ternyata masih kurang bahan, biasanya kita cari ke tukang rongsok,” ujar Enie.

Hasil dari prakarya ini, mereka jual melalui online. Enie mengungkapkan, banyak respon positif yang ia terima dari konsumennya.

Tak hanya personal, tapi juga dari tataran pemerintah kerap memesan karya tangan Enie dan kawan-kawan Rastik.

“Banyak yang pesan Alhamdulillah. Ada dari pemerintah sekitar Bandung. Ada juga yang personal dari Kalimantan pesan karya kita,” ungkapnya.

Untuk kisaran harga, Enie menyebutkan, tergantung dari tingkat kesulitan dalam membuat pesanannya. Sebab, jika semakin rumit atau spesifik, biasanya sulit juga dalam mencari bahan baku barang bekas elektronik yang dibutuhkan.

“Kisaran harga Rp25.000 – Rp1,5 juta. Selain dari ukuran, harganya juga tergantung tingkat kesulitan bahan dan lamanya pembuatan,” ucap Enie.

“Paling mudah itu kita bisa menyelesaikan dalam waktu satu jam, seperti gelas pot, atau kerajinan yang diukir sederhana. Lalu, yang lama itu bikin lukisan, instalasi, atau wastafel. Biasanya jadi dua minggu atau 1-2 bulan,” imbuhnya.

Saat melihat beberapa karya Rastik, ada satu karya yang sangat menarik, yakni wastafel. Wastafel ini bukan terbuat dari ember, batu, atau kayu seperti yang biasa di pasaran.

Enie menceritakan, wastafel ini ia buat bersama timnya dari bahan elektronik bekas, yaitu mesin jahit manual dan monitor tabung.

“Kantor kelurahan sempat pesan wastafel ini di kami. Pembuatannya itu selama dua minggu. Waktu itu kami jual Rp1,5 juta karena memang bahannya sekarang susah dicari ya, mesin jahit manual yang pakai kaki, dan monitor tabung,” paparnya.

Bukan hanya mengolah sampah elektronik menjadi sesuatu yang antik dan unik, Rastik juga membuat busana dari bekas kulit jengkol.

Bahkan, busana ini sempat mendapatkan penghargaan dari Atalia Praratya tahun 2017, semasa Ridwan Kamil masih menjadi wali Kota Bandung.

“Waktu itu kami diundang ke acara fashion show pameran batik di Siliwangi tahun 2017. Beberapa busana yang kami buat itu dari bahan kulit jengkol dan bekas jok sofa. Alhamdulillah dapat penghargaan dari Ibu Atalia,” cerita Enie.

Enie menjelaskan, kegiatan pengolahan limbah anorganik ini juga merupakan salah satu inovasi dari Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) yang berada di bawah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Enie sangat berharap, akan semakin banyak orang yang bisa teredukasi dari hasil karyanya bersama teman-teman di komunitas Rastik ini.

“Semoga masyarakat jadi paham ya kalau sampah itu juga masih punya nilai ekonomi kalau kita bisa mengolahnya dengan cara yang tepat,” tuturnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Pulihkan Sektor Wisata, PLN Tambah Infrastruktur Kelistrikan di Pelabuhan Ratu

    Dukung Pulihkan Sektor Wisata, PLN Tambah Infrastruktur Kelistrikan di Pelabuhan Ratu

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dukung pemulihan sektor pariwisata, PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan infrastruktur kelistrikan berupa Extension Trafo 2 pada Gas Insulated Switchgear (GIS) Pelabuhan Ratu. Dengan adanya Extension Trafo 2, GIS Pelabuhan Ratu saat ini mengoperasikan 2 trafo dengan masing-masing kapasitas sebesar 60 Mega Volt Ampere (MVA). Sebelumnya, GIS Pelabuhan Ratu hanya memiliki satu trafo dengan kapasitas […]

  • Alami Penurunan Tanah, Pemkot Cimahi Minta Industri Kurangi Pengambilan air bawah tanah

    Alami Penurunan Tanah, Pemkot Cimahi Minta Industri Kurangi Pengambilan air bawah tanah

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Mbinews.id, CIMAHI– Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukan adanya peristiwa penurunan tanah yang terjadi di wilayah Bandung Raya yang cukup mengkhawatirkan. Termasuk di Kota Cimahi. Pemkot Cimahi angkat bicara perihal adanya aktifitas penurunan permukaan tanah (landsubsidence) di Bandung Raya, termasuk di Kota Cimahi, yang dianggap cukup mengkhawatirkan. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota […]

  • PWI Kota Bandung Dukung ACT Gelar Aksi BALAD Bagi Warga Pra Sejahtera

    PWI Kota Bandung Dukung ACT Gelar Aksi BALAD Bagi Warga Pra Sejahtera

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – ACT – MRI Bandung, menggelar aksi “BALAD” bagi warga pra sejahtera. Bandung Lautan Dermawan atau BALAD adalah program “satu orang membantu satu orang”. Kegiatan yang dilakukan yaitu berbagi paket pangan gratis. Aksi yang didukung juga oleh PWI Kota Bandung ini dilaksanakan dibeberapa wilayah di Kota Bandung, Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan sukajadi […]

  • Tahun 2019, Kasus Narkotika Dominasi Paling Banyak, Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti

    Tahun 2019, Kasus Narkotika Dominasi Paling Banyak, Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kejahatan narkotika di Kota sukabumi cukup mendominasi. Bahkan kasus narkotika menjadi paling banyak selama dua tahun terakhir. “Tidak hanya di 2019,2018 pun narkotika mendominasi. Tahun ini saja ada 10 perkara narkotika,” ujar Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina usai pemusnahan barang bukti di halaman Kantor Kerjari Kota sukabumi, Selasa (10/12) Bahkan menurutnya, […]

  • Hingga Agustus, Sebanyak 118 Bencana Menimpa Kota Sukabumi

    Hingga Agustus, Sebanyak 118 Bencana Menimpa Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota SUkabumi, merilis angka kejadian bencana mulai dari bulan Januari hingga Agustus 2021. Berdasarkan data Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) milik BPBD Kota Sukabumi, tercatat sebanyak 118 kejadian bencana, Jumat (3/9/2021). “Dari hasil rekapan data yang terdapat pada aplikasi SiEdan, tercatat 51,98 Hektar luas wilayah yang […]

  • Sah! Bandung Jadi Kota Ramah Lansia

    Sah! Bandung Jadi Kota Ramah Lansia

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung resmi mendeklarasikan diri sebagai Kota Ramah Lansia, Kamis, 9 Juni 2022 pada Peringatan hari lanjut usia nasional (HLUN) tingkat Kota Bandung ke-26 di Balaikota Bandung. Deklarasi Bandung Kota Ramah Lansia dibacakan oleh Sekretaris Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Bandung, Ati Anjarahman dan Ketua LLI Kota Bandung, Lili Suwarli Abdullah. Deklarasi […]

expand_less