Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Rastik, Sulap Kulit Jengkol Jadi Busana

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bingung punya banyak sampah elektronik di rumah dan tidak tahu harus dibuang ke mana? Rastik bisa jadi salah satu solusinya.

Barang bekas antik atau dikenal dengan Rastik merupakan salah satu komunitas pegiat lingkungan yang berlokasi di Jalan Pamitran IV No. 22 Cipadung Kulon, Bandung.

Sejak 10 tahun, komunitas ini berkutat dalam pengolahan sampah anorganik. Di antaranya sampah plastik, logam, dan elektronik.

Founder dan creator Rastik, Enie Mualifah mengatakan, komunitas Rastik biasanya mengadakan kegiatan rutin setiap Sabtu dan Minggu. Mulai dari proses pengumpulan barang bekas sampai membuatnya menjadi sebuah karya bernilai ekonomi.

“Biasanya kita dapat sampah dari warga sekitar. Tapi, kalau saat kita bikin ternyata masih kurang bahan, biasanya kita cari ke tukang rongsok,” ujar Enie.

Hasil dari prakarya ini, mereka jual melalui online. Enie mengungkapkan, banyak respon positif yang ia terima dari konsumennya.

Tak hanya personal, tapi juga dari tataran pemerintah kerap memesan karya tangan Enie dan kawan-kawan Rastik.

“Banyak yang pesan Alhamdulillah. Ada dari pemerintah sekitar Bandung. Ada juga yang personal dari Kalimantan pesan karya kita,” ungkapnya.

Untuk kisaran harga, Enie menyebutkan, tergantung dari tingkat kesulitan dalam membuat pesanannya. Sebab, jika semakin rumit atau spesifik, biasanya sulit juga dalam mencari bahan baku barang bekas elektronik yang dibutuhkan.

“Kisaran harga Rp25.000 – Rp1,5 juta. Selain dari ukuran, harganya juga tergantung tingkat kesulitan bahan dan lamanya pembuatan,” ucap Enie.

“Paling mudah itu kita bisa menyelesaikan dalam waktu satu jam, seperti gelas pot, atau kerajinan yang diukir sederhana. Lalu, yang lama itu bikin lukisan, instalasi, atau wastafel. Biasanya jadi dua minggu atau 1-2 bulan,” imbuhnya.

Saat melihat beberapa karya Rastik, ada satu karya yang sangat menarik, yakni wastafel. Wastafel ini bukan terbuat dari ember, batu, atau kayu seperti yang biasa di pasaran.

Enie menceritakan, wastafel ini ia buat bersama timnya dari bahan elektronik bekas, yaitu mesin jahit manual dan monitor tabung.

“Kantor kelurahan sempat pesan wastafel ini di kami. Pembuatannya itu selama dua minggu. Waktu itu kami jual Rp1,5 juta karena memang bahannya sekarang susah dicari ya, mesin jahit manual yang pakai kaki, dan monitor tabung,” paparnya.

Bukan hanya mengolah sampah elektronik menjadi sesuatu yang antik dan unik, Rastik juga membuat busana dari bekas kulit jengkol.

Bahkan, busana ini sempat mendapatkan penghargaan dari Atalia Praratya tahun 2017, semasa Ridwan Kamil masih menjadi wali Kota Bandung.

“Waktu itu kami diundang ke acara fashion show pameran batik di Siliwangi tahun 2017. Beberapa busana yang kami buat itu dari bahan kulit jengkol dan bekas jok sofa. Alhamdulillah dapat penghargaan dari Ibu Atalia,” cerita Enie.

Enie menjelaskan, kegiatan pengolahan limbah anorganik ini juga merupakan salah satu inovasi dari Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) yang berada di bawah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Enie sangat berharap, akan semakin banyak orang yang bisa teredukasi dari hasil karyanya bersama teman-teman di komunitas Rastik ini.

“Semoga masyarakat jadi paham ya kalau sampah itu juga masih punya nilai ekonomi kalau kita bisa mengolahnya dengan cara yang tepat,” tuturnya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 51.000 KPPS Kota Bandung Dilantik Serentak

    Sebanyak 51.000 KPPS Kota Bandung Dilantik Serentak

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung melantik 3.419 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari Kecamatan Antapani dan Arcamanik di Sport Jabar, Kamis 25 Januari 2024. Di saat yang bersamaan, ada 51.968 petugas KPPS se-Kota Bandung yang dilantik secara serentak di berbagai lokasi. Hal itu disampaikan, Pj Wali […]

  • USB YPKP Bandung Bersama Lithan Educlaas Gelar Orientasi Kelas Internasional, Terjaring 50 Mahasiswa Tepilih

    USB YPKP Bandung Bersama Lithan Educlaas Gelar Orientasi Kelas Internasional, Terjaring 50 Mahasiswa Tepilih

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBImews.id  – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP menggelar Orientasi kelas kerjasama Internasional bersama Edu Claas”Lithan Edu Claas. Untuk mengembangkan kelas internasional pada bidang studi teknik informatika. Edu Claas Pte Ltd merupakan anak perusahaan internasional Lithan yang menjadi pemilik platform Pan-Asia edu Claas. Hadir dalam Orientasi Kerjasama ini, Rektor USB YPKP, Dr. H. Asep Effendi […]

  • Ranperda APBD 2025 Telah Diketok, Ini Catatan DPRD Provinsi Jawa Barat

    Ranperda APBD 2025 Telah Diketok, Ini Catatan DPRD Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan beberapa catatan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran (TA) 2025 yang belum lama ini disahkan atau ditetapkan menjadi Perda APBD TA 2025. Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menegaskan APBD TA 2025 harus tepat […]

  • Program PIPPK Belum Tepat Sasaran, Mang Oded  Minta LPM Bantu Sempurnakan

    Program PIPPK Belum Tepat Sasaran, Mang Oded Minta LPM Bantu Sempurnakan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengakui jika Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayah (PIPPK) masih harus terus disempurnakan. Hal itu agar PIPPK lebih tepat sasaran dan masyarakat bisa lebih merasakan manfaatnya. Oleh karenanya, Oded meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turut mengkaji kegiatan-kegiatan pada PIPPK. “LPM sebagai tokoh masyarakat, harus bisa mengoptimakan […]

  • Kota Bandung Belum Punya Payung Hukum Perlindungam Pemberdayaan Perempuan

    Kota Bandung Belum Punya Payung Hukum Perlindungam Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Panitia Khusus (Pansus) 5 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelindungan dan Pemberdayaan Perempuan. Latar belakang dibentuk raperda ini karena di Kota Bandung belum ada payung hukum untuk perlindungan perempuan. Ketua Pansus 5 DPRD Kota Bandung Drg. Susi Sulastri dalam kesempatannya mengatakan, DPRD Kota Bandung […]

  • Kolaborasi BIN  Dan Pemkot Bandung, Sebanyak 3.000 Orang  Ikut Dalam Rapid Test

    Kolaborasi BIN Dan Pemkot Bandung, Sebanyak 3.000 Orang Ikut Dalam Rapid Test

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Badan Intelijen Negara (BIN) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar rapid test di Gedung Promosi Bandung, Jalan Cijerah, Kamis (25/6/2020). Ini merupakan upaya BIN dan Pemkot Bandung memutus mata rantai virus corona.Tes ini akan berlangsung hingga Sabtu, 27 Juni mendatang. Targetnya, sebanyak 3.000 orang mengikuti tes ini. Wali Kota Bandung, Oded […]

expand_less