Rotasi Jabatan Eselon II, Ayep Zaki Dorong Birokrasi Sukabumi Lebih Gesit
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki kembali melakukan langkah strategis dalam penataan birokrasi dengan merotasi lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) sekaligus melantik Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bumi Wibawa. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Balai Kota Sukabumi, Selasa (04/02/2026).
Rotasi ini menandai komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempercepat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor strategis, mulai dari sosial, lingkungan hidup, hingga pelayanan air bersih.
Dalam pelantikan tersebut, Ayep Zaki menetapkan Asep Suhendrawan sebagai Kepala Dinas Sosial, Een Rukmini sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, serta Reni Rosyida Muthmainnah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Sementara itu, jabatan Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia diamanahkan kepada Asep Irawan.
Selain itu, Wali Kota Sukabumi juga melantik Olga Pragosta sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta Dian Apriandi sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa, lembaga yang memiliki peran krusial dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menegaskan bahwa rotasi jabatan ini dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi. Menurutnya, mutasi bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari upaya mendorong birokrasi agar lebih adaptif dan responsif.
“Mutasi ini dilakukan untuk mengakselerasi kinerja perangkat daerah. Semua bermuara pada peningkatan efektivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Taufik usai pelantikan.
Ia menjelaskan, penempatan pejabat telah melalui pertimbangan kompetensi, pengalaman, serta tantangan yang akan dihadapi masing-masing OPD ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan bahwa jabatan strategis diisi oleh figur yang mampu menjawab tuntutan kinerja secara cepat dan tepat.
Sementara itu, terkait jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi yang hingga kini masih kosong, Taufik mengungkapkan bahwa proses pengisiannya masih berjalan karena memerlukan mekanisme khusus.
“Pengisian jabatan Disdukcapil berbeda prosedurnya. Selain melibatkan pemerintah daerah dan Badan Kepegawaian Negara, juga harus melalui proses dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Dari hasil job fit, lanjut Taufik, terdapat tiga calon pejabat yang akan didorong mengikuti assessment oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri sebelum penetapan jabatan definitif dilakukan.
Rotasi dan pelantikan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Ayep Zaki tengah menyiapkan birokrasi yang lebih solid, profesional, dan siap menjawab tuntutan pelayanan publik yang kian kompleks. (Ardan/Wan/Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar