Breaking News
Trending Tags

Sempat Ditentang, Desy Jadi Pemain Persib, Timnas, dan Wasit

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Melawan batas dan ketidakmungkinan menjadi semangat awal perempuan berusia 29 tahun yang memiliki nama Desy Amelia ini. Berawal dari hobi, akhirnya Desy terjun lebih dalam lagi menggeluti dunia sepak bola yang ia cintai sejak kecil.

“Memilih sepak bola itu karena panggilan hati,” ucap Desy saat ditemui di sela-sela waktu istirahatnya menjadi wasit dalam turnamen sepak bola wanita Wali Kota Bandung Cup di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Sabtu 30 Juli 2022.

Meski menyukai olahraga lain, tapi baginya, bermain sepak bola merupakan momen di saat ia bisa merasa lebih senang dan tak memiliki beban.

“Sempat ditentang dari orang tua juga sebenarnya, ‘Untuk apa perempuan main sepak bola’. Tapi setelah saya ‘dijebak’ sampai masuk tim nasional (timnas) tahun 2016, orang tua lihat hasilnya seperti apa, jadi lebih percaya kalau anaknya ini mampu dan berpotensi,” ujarnya.

Ia menceritakan, kesempatan masuk timnas sepak bola putri bermula dari ketua RT di rumahnya yang tiba-tiba mendaftarkan ia masuk dalam turnamen setempat. Sampai akhirnya ia mendapatkan kesempatan masuk ke tim Jabar hingga dipanggil bergabung dalam timnas.

Meski awalnya sempat kaget dan bingung, tapi Desy merasa bersyukur bisa ‘dijebak’ masuk dalam timnas sepak bola putri.

“Bermula dari ‘jebakan’ Pak RT, akhirnya saya dapat tawaran masuk timnas. Meski kaget, tapi ya ternyata menyenangkan juga terjebak seperti ini. Bisa bertemu orang-orang baru, bahkan masih muda-muda,” ungkapnya.

Bertemu dengan lingkungan baru membangun perspektif berbeda dalam benak Desy.

Ia mengaku, biasanya di tempat ia berlatih dan bertanding sepak bola lebih didominasi pemain senior. Sedangkan di timnas, banyak pemain segar yang usianya masih sangat muda.

“Jadi ada perspektif dan semangat baru yang bisa dipelajari dari orang-orang di pusat. Mereka muda-muda, tapi sangat berbakat,” akunya.

Tak hanya sampai di sana, Desy juga menjajal peran lainnya, yakni menjadi wasit sepak bola berlisensi.

Sudah lima tahun ia mendalami pekerjaan ini. Meski begitu, ia tetap aktif menjadi atlet sepak bola sekaligus atlet futsal putri.

Bagi Desy, menjadi pesepak bola harus siap diposisikan di mana pun sesuai dengan instruksi pelatih. Terlebih jika tengah bermain dalam liga futsal, semua peran harus bisa ia jalankan dengan apik.

“Kalau aslinya saya ada di posisi tengah. Tapi karena kebutuhan tim, pelatih kadang menunjuk saya ke libero, wing back, bahkan pernah jadi penjaga gawang. Posisi manapun yang dipilih pelatih, saya siap,” tuturnya.

Meski Desy menjadi atlet di dua bidang olahraga yang relatif mirip, tapi baginya tantangan paling besar saat ia bermain di pertandingan futsal.

“Pergantiannya sangat cepat, perputaran pemainnya juga sangat fleksibel, sehingga kita harus siap ditempatkan di posisi manapun. Beda dengan sepak bola yang masih bisa saling backup, flownya juga beda,” paparnya.

Menurutnya, tak banyak orang yang mengetahui bagaimana peran perempuan dalam dunia sepak bola. Sehingga, bagi Desy, turnamen Wali Kota Cup ini menjadi momentum yang baik untuk menyampaikan pada masyarakat jika banyak atlet perempuan yang berpotensi di Kota Bandung.

“Apalagi dibuka untuk umum ya, jadi banyak regenerasi buat ke depannya. Ini juga bisa menambah antusias buat pesepak bola putri karena tidak bisa dipungkiri kalau sepak bola putri itu belum bisa sederajat dengan sepak bola putra,” tuturnya.

Ia berharap, turnamen ini bisa menjadi pencetus agar ke depannya semakin lebih banyak lagi acara pertandingan yang akan digelar untuk para atlet sepak bola putri di Kota Bandung. Sehingga akan banyak anak muda yang semangatnya semakin lebih meningkat.

“Karena dengan adanya turnamen mereka jadi punya tujuan dan itu juga bisa menambah jumlah timnas kita. Apabila banyak usia muda yang antusias, maka jadi banyak pilihan pemain di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Berbeda dengan masanya dahulu yang sangat minim acara turnamen, sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui potensi para atlet perempuan. Pun jika ada penyelenggaraan turnamen, informasinya tak semasif sekarang.

Tingginya animo para turnamen kali ini yang sampai diikuti 352 atlet dari 30 kecamatan se-Kota Bandung menjadi angin segar bagi dunia sepak bola putri.

Namun, bagi Desy, para bibit atlet ini masih perlu didampingi untuk diasah lebih lagi melalui pelatihan dan kompetisi turnamen.

“Ada 300 lebih atlet yang ikut dan pasti banyak bibit unggul, tapi para atlet ini masih mentah. Dengan adanya turnamen ini, bisa memunculkan tim dan sponsor yang mau mewadahi sepak bola putri agar ke depannya mereka bisa lebih maju lagi,” katanya.

“Karena sayang kalau sudah banyak bibit atletnya tapi tidak punya wadah, tidak ada eventnya, ya tidak akan berjalan. Sehingga semuanya harus beriringan,” imbuhnya.

Sebab, jika tidak ada wadah yang menyambut antusiasme para atlet ini, lama kelamaan semangat mereka bisa meredam karena tak tahu harus berlatihan di mana dan untuk apa.

Baginya, tak bisa dipungkiri jika proses itu tidak akan mengkhianati hasil.

“Adik-adik ini harus kita bina dari bawah, harus ada prosesnya juga agar hasilnya juga mengikuti secara positif. Dari sekian banyak anak muda di Indonesia, pasti akan terbentuk para atlet yang bisa membela tanah air,” harapnya.

Ia juga berpesan agar para atlet muda harus keluar dari zona nyaman mereka dengan mencoba peran-peran dan posisi baru demi memaksimalkan potensi.

“Tidak semua atlet sepak bola bisa main futsal, pun sebaliknya. Jadi, para bakal calon atlet yang masih muda-muda ini, maksimalkan potensi kita agar bisa ditempatkan di mana pun nantinya,” katanya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Dorong Penyelesaian Dua Pihak Yayasan untuk Damai, Kebun Binatang Ditutup Sementara

    Pemkot Bandung Dorong Penyelesaian Dua Pihak Yayasan untuk Damai, Kebun Binatang Ditutup Sementara

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, penutupan sementara Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dilakukan sebagai langkah menjaga ketertiban dan kejelasan pengelolaan aset daerah. Saat ini, Pemkot Bandung mendorong penyelesaian damai di antara dua pihak yayasan yang tengah bersengketa agar kebun binatang dapat kembali dibuka untuk masyarakat. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah […]

  • Disaksikan Presiden Jokowi, Anggota DPR RI 2019-2024 Bersumpah Utamakan Kepentingan Bangsa Dan Negara

    Disaksikan Presiden Jokowi, Anggota DPR RI 2019-2024 Bersumpah Utamakan Kepentingan Bangsa Dan Negara

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pelantikan anggota DPR RI/ DPD RI/ MPR RI periode 2019-2024, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna ke I Masa Persidangan […]

  • Wali Kota Bandung Minta Aturan PPKM Darurat di Kota Bandung Tidak Arogan

    Wali Kota Bandung Minta Aturan PPKM Darurat di Kota Bandung Tidak Arogan

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id – Meski penegakan aturan semakin digencarkan, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta para petugas di lapangan tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Para petugas juga harus mengedukasi warga agar disiplin dan taat aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 mendatang. “Mang Oded meminta aparat lapangan […]

  • FPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ini Pesan Penjabat Walikota

    FPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Ini Pesan Penjabat Walikota

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk rencana kerja tahun 2025. Dalam kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Senin (26/02). Dalam keterangannya, kang Tutus sapaan akrab Pj Walikota Sukabumi menyebutkan bahwa, pembangunan bidang pendidikan bukan hanya tugas disdik semata, melainkan […]

  • Dukung UMKM, TKD Koalisi Indonesia Maju Borong Dagangan PKL SAAT Kampanye Terbuka

    Dukung UMKM, TKD Koalisi Indonesia Maju Borong Dagangan PKL SAAT Kampanye Terbuka

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ikut serta saat kampanye terbuka Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Maju Kota Sukabumi di pada Rabu 7 Februari 2024 lalu, ratusan pedagang kaki lima menggratiskan barang dagangannya untuk massa yang mengikuti kegiatan. “Kami membeli semua jajanan yang ada di lokasi saat itu. Warga yang hadir dalam kegiatan itu, bisa langsung menikmati […]

  • Wali Kota  Ajak Seluruh Warga Kota Bandung  Matikan Lampu Selama Satu Jam

    Wali Kota Ajak Seluruh Warga Kota Bandung Matikan Lampu Selama Satu Jam

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.ID – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk bersama-sama mengampanyekan gerakan “Earth Hour” dengan mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam pada Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 20.30-21.30 WIB. “Mang Oded mengajak seluruh wargi Bandung untuk mematikan lampu dan alat elektronik yang sedang tidak di pakai selama […]

expand_less