Breaking News
Trending Tags

Sempat Ditentang, Desy Jadi Pemain Persib, Timnas, dan Wasit

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Melawan batas dan ketidakmungkinan menjadi semangat awal perempuan berusia 29 tahun yang memiliki nama Desy Amelia ini. Berawal dari hobi, akhirnya Desy terjun lebih dalam lagi menggeluti dunia sepak bola yang ia cintai sejak kecil.

“Memilih sepak bola itu karena panggilan hati,” ucap Desy saat ditemui di sela-sela waktu istirahatnya menjadi wasit dalam turnamen sepak bola wanita Wali Kota Bandung Cup di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Sabtu 30 Juli 2022.

Meski menyukai olahraga lain, tapi baginya, bermain sepak bola merupakan momen di saat ia bisa merasa lebih senang dan tak memiliki beban.

“Sempat ditentang dari orang tua juga sebenarnya, ‘Untuk apa perempuan main sepak bola’. Tapi setelah saya ‘dijebak’ sampai masuk tim nasional (timnas) tahun 2016, orang tua lihat hasilnya seperti apa, jadi lebih percaya kalau anaknya ini mampu dan berpotensi,” ujarnya.

Ia menceritakan, kesempatan masuk timnas sepak bola putri bermula dari ketua RT di rumahnya yang tiba-tiba mendaftarkan ia masuk dalam turnamen setempat. Sampai akhirnya ia mendapatkan kesempatan masuk ke tim Jabar hingga dipanggil bergabung dalam timnas.

Meski awalnya sempat kaget dan bingung, tapi Desy merasa bersyukur bisa ‘dijebak’ masuk dalam timnas sepak bola putri.

“Bermula dari ‘jebakan’ Pak RT, akhirnya saya dapat tawaran masuk timnas. Meski kaget, tapi ya ternyata menyenangkan juga terjebak seperti ini. Bisa bertemu orang-orang baru, bahkan masih muda-muda,” ungkapnya.

Bertemu dengan lingkungan baru membangun perspektif berbeda dalam benak Desy.

Ia mengaku, biasanya di tempat ia berlatih dan bertanding sepak bola lebih didominasi pemain senior. Sedangkan di timnas, banyak pemain segar yang usianya masih sangat muda.

“Jadi ada perspektif dan semangat baru yang bisa dipelajari dari orang-orang di pusat. Mereka muda-muda, tapi sangat berbakat,” akunya.

Tak hanya sampai di sana, Desy juga menjajal peran lainnya, yakni menjadi wasit sepak bola berlisensi.

Sudah lima tahun ia mendalami pekerjaan ini. Meski begitu, ia tetap aktif menjadi atlet sepak bola sekaligus atlet futsal putri.

Bagi Desy, menjadi pesepak bola harus siap diposisikan di mana pun sesuai dengan instruksi pelatih. Terlebih jika tengah bermain dalam liga futsal, semua peran harus bisa ia jalankan dengan apik.

“Kalau aslinya saya ada di posisi tengah. Tapi karena kebutuhan tim, pelatih kadang menunjuk saya ke libero, wing back, bahkan pernah jadi penjaga gawang. Posisi manapun yang dipilih pelatih, saya siap,” tuturnya.

Meski Desy menjadi atlet di dua bidang olahraga yang relatif mirip, tapi baginya tantangan paling besar saat ia bermain di pertandingan futsal.

“Pergantiannya sangat cepat, perputaran pemainnya juga sangat fleksibel, sehingga kita harus siap ditempatkan di posisi manapun. Beda dengan sepak bola yang masih bisa saling backup, flownya juga beda,” paparnya.

Menurutnya, tak banyak orang yang mengetahui bagaimana peran perempuan dalam dunia sepak bola. Sehingga, bagi Desy, turnamen Wali Kota Cup ini menjadi momentum yang baik untuk menyampaikan pada masyarakat jika banyak atlet perempuan yang berpotensi di Kota Bandung.

“Apalagi dibuka untuk umum ya, jadi banyak regenerasi buat ke depannya. Ini juga bisa menambah antusias buat pesepak bola putri karena tidak bisa dipungkiri kalau sepak bola putri itu belum bisa sederajat dengan sepak bola putra,” tuturnya.

Ia berharap, turnamen ini bisa menjadi pencetus agar ke depannya semakin lebih banyak lagi acara pertandingan yang akan digelar untuk para atlet sepak bola putri di Kota Bandung. Sehingga akan banyak anak muda yang semangatnya semakin lebih meningkat.

“Karena dengan adanya turnamen mereka jadi punya tujuan dan itu juga bisa menambah jumlah timnas kita. Apabila banyak usia muda yang antusias, maka jadi banyak pilihan pemain di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Berbeda dengan masanya dahulu yang sangat minim acara turnamen, sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui potensi para atlet perempuan. Pun jika ada penyelenggaraan turnamen, informasinya tak semasif sekarang.

Tingginya animo para turnamen kali ini yang sampai diikuti 352 atlet dari 30 kecamatan se-Kota Bandung menjadi angin segar bagi dunia sepak bola putri.

Namun, bagi Desy, para bibit atlet ini masih perlu didampingi untuk diasah lebih lagi melalui pelatihan dan kompetisi turnamen.

“Ada 300 lebih atlet yang ikut dan pasti banyak bibit unggul, tapi para atlet ini masih mentah. Dengan adanya turnamen ini, bisa memunculkan tim dan sponsor yang mau mewadahi sepak bola putri agar ke depannya mereka bisa lebih maju lagi,” katanya.

“Karena sayang kalau sudah banyak bibit atletnya tapi tidak punya wadah, tidak ada eventnya, ya tidak akan berjalan. Sehingga semuanya harus beriringan,” imbuhnya.

Sebab, jika tidak ada wadah yang menyambut antusiasme para atlet ini, lama kelamaan semangat mereka bisa meredam karena tak tahu harus berlatihan di mana dan untuk apa.

Baginya, tak bisa dipungkiri jika proses itu tidak akan mengkhianati hasil.

“Adik-adik ini harus kita bina dari bawah, harus ada prosesnya juga agar hasilnya juga mengikuti secara positif. Dari sekian banyak anak muda di Indonesia, pasti akan terbentuk para atlet yang bisa membela tanah air,” harapnya.

Ia juga berpesan agar para atlet muda harus keluar dari zona nyaman mereka dengan mencoba peran-peran dan posisi baru demi memaksimalkan potensi.

“Tidak semua atlet sepak bola bisa main futsal, pun sebaliknya. Jadi, para bakal calon atlet yang masih muda-muda ini, maksimalkan potensi kita agar bisa ditempatkan di mana pun nantinya,” katanya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Dukungan PPKM Darurat Jawa – Bali, Berikut Jadwal Jam Operasional Layanan Kas bank bjb

    Bentuk Dukungan PPKM Darurat Jawa – Bali, Berikut Jadwal Jam Operasional Layanan Kas bank bjb

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBinews.id – Pemerintah akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang ditetapkan pada tanggal 3 – 20 Juli 2021 di wilayah Jawa dan Bali, untuk itu bank bjb telah melakukan berbagai upaya mitigasi risiko guna meminimalisir penyebaran Covid-19, bank bjb sebagai salah satu sektor esensial yaitu sektor keuangan tetap melayani kegiatan operasional […]

  • Ridwan Kamil Terima Penghargaan Gubernur Insiator Pasagi dari KPID

    Ridwan Kamil Terima Penghargaan Gubernur Insiator Pasagi dari KPID

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KAB. SUMEDANG,Mbinews.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima penghargaan sebagai Gubernur Insiator Pasagi atau Pengawasan Media Digital. Penghargaan diterima Gubernur pada Malam Anugerah Penyiaran 2023 Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di Asia Plaza Sumedang, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/8/2023). Gubernur menuturkan Pemdaprov Jabar selama lima tahun telah menerima 553 penghargaan. Ini menandakan luar […]

  • Januari 2024, Inflasi Kota Sukabumi Mencapai 0,47 Persen

    Januari 2024, Inflasi Kota Sukabumi Mencapai 0,47 Persen

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Nilai inflasi Kota Sukabumi pada Januari 2024 mencapai 0,47 persen. Angka inflasi tersebut di hitung secara month to month (mtm). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, inflasi disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Diantaranya, makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen, perumahan, air, listrik, dan […]

  • Pansus 7 DPRD Kota Bandung Gelar Rapat Kerja Bersama Diskar PB dan Bagian Hukum

    Pansus 7 DPRD Kota Bandung Gelar Rapat Kerja Bersama Diskar PB dan Bagian Hukum

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id –  Pansus 7 menggelar rapat kerja membahas Raperda tentang Pencegahan Bahaya Kebakaran dan Penanggulangan Bencana bersama Diskar PB dan Bag.Hukum, di Ruang Rapat Komisi C DPRD Kota Bandung, Kamis (3/2/2022). Hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan dan anggota Pansus 7, juga SKPD terkait. Pansus 7 membahas terkait Raperda Pencegahan Bahaya Kebakaran dan Penanggulangan Kebencanaan, […]

  • Bupati Dadang Supriatna Sebut Badawang Ciri Khas Kesenian Kabupaten Bandung

    Bupati Dadang Supriatna Sebut Badawang Ciri Khas Kesenian Kabupaten Bandung

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengenalkan warisan budaya dan seni badawang serta wayang golek yang saat ini terus dilestarikan masyarakat Kabupaten Bandung, saat silaturahmi dan pengambilan foto untuk penerbitan majalah “Anugerah PWI” serta pembuatan video penerima anugerah dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Kantor PWI  Pusat Gedung Dewan Pusat Lt. […]

  • PWI Kab Kudus Sambangi PWI Kota Bandung, Annas: Program Yang Luar Biasa Untuk di Adopsi

    PWI Kab Kudus Sambangi PWI Kota Bandung, Annas: Program Yang Luar Biasa Untuk di Adopsi

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id –  Pengelolaan tata organisasi dan inovasi kegiatan yang dilakukan PWI Kota Bandung Jawa Barat, diam-diam mencuri perhatian PWI Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kedatangan sebanyak 22 oarang pengurus dan anggota PW Kudus tersebut bermaksud untuk melaksanakan studi banding disamping kunjungan silaturahmi. Rombongan jurnalis yang dipimpin oleh Ketua PWI Kudus, Saeful Annas MS itu diterima […]

expand_less