Terbitkan 16 Klarifikasi Hoaks di Triwulan I 2026, Diskominfo Kota Sukabumi Himbau Warga Lebih Waspada
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 270
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi mengkalim, sudah melakukan klarifikasi terhadap 16 konten karab hoaks selama triwulan pertama di tahun 2026. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran informasi palsu sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.
Berdasarkan data Diskominfo, pada Januari 2026 diterbitkan tujuh konten klarifikasi, disusul lima konten pada Februari, dan empat konten pada Maret. Selain itu, Diskominfo juga mempublikasikan dua konten edukasi yang berisi tips menghindari paparan hoaks.
Pranata Humas Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Diskominfo Kota Sukabumi, Riksan Satya Prawira, menyampaikan, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital. Imbauan tersebut disampaikan melalui konten Instagram pada 20 Februari 2026.
“Periksa terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” ujarnya. Senin, (13/4/2026).
Selama periode tersebut, kata Riksan, salah satu hoaks yang sempat beredar terkait Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi yakni, kasus pemesanan catering yang mengatasnamakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dalam modus tersebut, pelaku menghubungi penyedia jasa catering dengan mengaku sebagai pegawai DLH dan bahkan mengirimkan surat pemesanan palsu.
“Kami bersama DLH segera melakukan koordinasi dan menerbitkan klarifikasi, melalui media sosial resmi masing-masing guna mencegah kerugian lebih lanjut,”ungkapnya.
Selain itu, sambungnya, Diskominfo juga menangani kasus percobaan penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah, seperti penyaluran Bantuan Subsidi Upah.
“Modus penipuan ini dilakukan dengan tujuan mencuri data pribadi korban, salah satunya dengan meminta akses akun Telegram,”terangnya.
Diskominfo menilai praktik penipuan digital semacam ini masih kerap terjadi, sehingga penguatan literasi digital, khususnya terkait keamanan data pribadi, menjadi hal yang sangat penting.
“Melalui berbagai konten klarifikasi dan edukasi yang dipublikasikan, Diskominfo berharap masyarakat semakin waspada, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar