Titik Panas di Kota Cimahi Meningkat, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Pembakaran Sampah
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Sabtu, 21 Sep 2019
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIMAHI, Mbinews.id-Satuan Polisi dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi hampir setiap hari menerima laporan adanya kebakaran alang-alang. Titik hotspot (titik panas) di Kota Cimahi cenderung meningkat, terutama di area lahan kosong yang berisi alang-alang. Adanya peningkatan titik hotspot itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tak melakukan pembakaran sampah secara berlebihan.
“Bahkan Kamis (19/9) sehari itu ada 3 (tiga) laporan kebakaran alang-alang. Kalau dilihat dari jumlahnya, sepertinya titik hotspot memang ada peningkatan,” kata Komandan Regu I Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Indrahadi saat ditemui di Kantor Damkar Kota Cimahi, Jalan Raya Baros, Jumat (20/9/2019).
Dengan peningkatan titik hotspot itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tak melakukan pembakaran sampah secara berlebihan. Sebab pembakaran sampah menjadi salah satu pemicu kebakaran. Apalagi dimusim kemarau panjang seperti sekarang. Dimana hembusan angin bisa memudahkan api membesar.
“Musim kemarau lebih riskan (kebakaran). Bukan hanya lahan kosong, tapi juga pemukiman,” ujarnya.Selain faktor alam, kata Indrahadi, faktor kelalaian dari masyarakat juga menjadi salah satu penyebab mudahnya api dari pembakaran sampah kerap tak terkendali. Khsusunya di lahan kosong.
“Umumnya mereka membakar sampah lalu ditinggalkan. Nah itu ceroboh, lengah. Dia tidak tahu ketika musim kemarau ini cuaca memang panas dan angin cenderung kencang,” jelasnya.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar