Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya: FGD Sudah Klimaks

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Suasana cukup hangat dan interaktif kala Focus Grup Discussion (FGD), mengenai boleh tidaknya memungut sumbangan dari orangtua siswa yang diusung oleh Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat (Jabar), berlangsung di Ballroom Hotel Preanger, Kota Bandung, Selasa (12/7/2022).

Hal tersebut tidak lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yakni perbuatan melanggar hukum atau pungutan liar (pungli) oleh satuan pendidikan maupun Dinas Pendidikan (Disdik).

Di samping itu juga untuk melindungi kepala sekolah agar tidak menjadi korban atau sebaliknya, apabila ada orangtua siswa di satuan pendidikan, menitipkan uang sumbangan kepada pihak sekolah dalam upaya memajukan dan meningkatkan kualitas sekolah tidak termasuk ke dalam pungli.

Menghadirkan pemateri dari sesepuh dan tokoh Jabar, akademisi, praktisi pendidikan dan aparat penegak hukum. Mereka adalah Tjetje Hidayat Padmadinata (sesepuh dan tokoh Jabar), Prof Cecep Darmawan, Abdul Hadi Mijaya (Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar), Dede Amar (Ketua PGRI Jabar), Dan Satriana (Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jabar), Iwan Hermawan (Ketua Umum FAGI), Riyono ( Asisten Pidana Khusus Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jabar), AKP Supriatna (Polda Jabar) dan Asep Tapip (Ketua Umum AKSI).

Dedi Supandi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jabar di daulat menjadi pembicara utama

Usai kegiatan kepada awak media Dedi Supandi mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan bagian dari uji publik mengenai sumbangan orangtua siswa.

“Beberapa hal yang sudah kita bahas menjadi bahan masukan, Pergubnya (peraturan gubernur) masih dalam bentuk draf,” kata Dedi di tempat kegiatan.

Nanti rancangannya digabungkan, terpisah atau apa nanti menjadi bagian yang akan kita sampaikan hasil dari uji publik hari ini,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah nantinya sekolah melalui komite sekolah boleh menerima sumbangan orangtua siswa terlebih tahun ajaran baru 2022/2023 sudah di depan mata, menurutnya setelah Pergubnya ada, boleh melakukan itu. “Kita berharap seperti itu,” kata Dedi.

Sedangkan Abdul Hadi Mijaya, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi PKS, yang menjadi pemateri mengatakan bahwa dari FGD sudah mau klimaks ke kesimpulan yang bagus, namun di ujung diskusi ada sedikit kontroversi.

“Kami bisik-bisik di atas panggung akan berkumpul membuat suatu forum kecil, akan rumuskan, matangkan dan ajukan ke gubernur sehingga baku,” kata Gus Ahad, biasa disapa.

“Harusnya Pemprov menjadi leading sektor di sini. Bisa menyelasaikan masalah ini,” imbuhnya.

Dirinya juga menduga kalau seperti ini akan berkepanjangan. Karena adanya ketidak selarasan.

“Bahkan dari penegak hukum yakni Saber Pungli pun berbeda pandangan dengan guru, kepala sekolah dan lainnya,” kata Gus Ahad.

Makanya setelah kegiatan itu dia akan membuat forum kecil yang paham untuk merumuskannya.

“Saya akan melaporkan ke komisi untuk memfasilitasi ini, agar ujung-ujungnya ada sebuah kesimpulan yang pertengahan, lurus dan bisa disepakati dan akan dibakukan lewat Pergub atau Perda akan dibuat disepakati sama-sama,” kata Gus Ahad.

Saat ditanya mengenai bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum bisa mencukupi untuk pembiayaan investasi di satuan pendidikan, kata Gus Ahad maka harus secepatnya mengkomunikasikan hal ini (sumbangan orangtua siswa).

Sementara itu Asep Tapip Ketua Umum AKSI, yang juga Kepala SMKN 13 Kota Bandung, memaparkan mengenai pembiayaan pendidikan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat dan Biaya Opersional Pendidikan Daerah (BOPD) dari Pemprov Jabar, selama ini belum bisa mencukupi standar pendidikan minimal.

Diketahui untuk BOS, per-siswa per-tahun sekitar Rp 1,6 juta, BOPD (sudah berjalan dua tahun) sekitar Rp 160 ribu per-siswa per-bulan. “Kalau angka itu tidak bisa memenuhi semua kebutuhan sekolah.

Termasuk mengejar standar yang ada karena sarana prasarana tidak terpenuhi. Contohnya standar WC perempuan 1 WC untuk 40 orang begitu juga untuk WC pria, kalau siswanya dikali seribu perlu WC berapa?” kata Asep.

Lanjutnya dana bantuan dari pemerintah, selama ini dikelola dan disiasati agar bisa mencukupi biaya operasional dan kegiatan sekolah.

“Contohnya Kalau ada kegiatan lomba-lomba kita pilih yang peluangnya bisa menjadi juara. Kalau dulu saat ada iuran orangtua siswa ada lomba apapun diikuti. Tapi untuk pembelian alat bahan praktek, bisa tercukupi dari dana yang ada,” kata Asep.

Asep juga menjelaskan selama ini para kepala sekolah juga memegang teguh komitmen tidak mencederai mengenai sekolah gratis program Pemerintah Jabar, selalu patuh terhadap aturan yang ada. Makanya selama ini para kepala sekolah tidak pernah melakukan inisiatif memungut kepada orangtua.

Sedangkan Prof Cecep Darmawan, Guru Besar UPI mengatakan bahwa biaya pendidikan dalam undang-undang tidak melarang pungutan, termasuk di sekolah.

“Yang dilarang itu pungutan liar. Di perguruan tinggi ada juga pungutan, itu tidak dilarang,” kata Cecep.

“PP 48 tahun 2008, berujung soal pungutuan sesuai perundang-undangan,” kata Cecep.
Pungutan bisa dilakukan apabila sesuai perundang-undangan.***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Masyarakat Kecil, STAI Syamsul Ulum Sukabumi Dirikan LBH

    Bantu Masyarakat Kecil, STAI Syamsul Ulum Sukabumi Dirikan LBH

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul Ulum mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bernama LBH Syamsul “Ulum, dengan berkantor di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. LBH tersebut, untuk membantu masyarakat kecil yang tidak mampu yang membutuhkan bantuan hukum dalam mencari keadilan. “Pendirian LBH ini ini ditujukan untuk membantu masyarakat tanpa melihat status […]

  • Nenden Sukaesih Dukung Pemberdayaan  Potensi Perempuan Kota Bandung untuk Ekonomi Rakyat

    Nenden Sukaesih Dukung Pemberdayaan Potensi Perempuan Kota Bandung untuk Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Perempuan  Kota Bandung mempunyai potensi yang besar untuk  meningkatkan perkebangan ekonomi  kerakyatan, dengan mengembangkan ekonomi  keluarga, untuk  itu  perlu ditingkatkan kemampuan para kaum wanita  dengan  di bekali pengetahuan melalui program dan kegiatan   Pelatihan Pelatihan,antara lain pelatihan bidang kuliner.  Akibat pandemi   Covid- 19  banyak masyarakat yang menjadi miskin,karena akibat PHk ( Pemutusan Hubungan […]

  • Komisi IV Evaluasi Anggaran Perubahan UPTD LLAJ Wilayah II

    Komisi IV Evaluasi Anggaran Perubahan UPTD LLAJ Wilayah II

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG, Mbinews.id – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Mengunjungi kantor UPTD LLAJ Wilayah II Kabupaten Bandung untuk lakukan evaluasi anggaran perubahan tahun anggaran 2021. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Tetep Abdul Latip mengatakan, evaluasi dilakukan di UPTD wilayah II yang cukup memprihatinkan dan harus menjadi perhatian panitia anggaran dan TAPD terutama […]

  • Dor! Terduga Pembunuh Pedagang Sekoteng di Sukabumi Berhasil Dibekuk

    Dor! Terduga Pembunuh Pedagang Sekoteng di Sukabumi Berhasil Dibekuk

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Petugas Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota, berhasil menangkap terduga pelaku pembunuh pedagang sekoteng di Cibatu, Kabupaten Sukabumi. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin mempimpin langsung konferensi pers yang dilakukan di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (30/8/2021) siang. Zainal mengatakan, terduga pelaku Boni (45) berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota, setelah […]

  • Tandamata Untuk Negeri, Bank bjb Dukung Program GN Lingkaran BPJS Ketrnagakerjaan

    Tandamata Untuk Negeri, Bank bjb Dukung Program GN Lingkaran BPJS Ketrnagakerjaan

    • calendar_month Minggu, 17 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – bank bjb memperpanjang partisipasinya sebagai salah satu donatur dalam program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Keikutsertaan kembali bank bjb dalam mendukung program kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat ini ditandai dengan penyerahan kontribusi secara simbolis di Menara bank bjb, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jawa […]

  • Warga Kampung Baru Sukabumi, Kembali Giatkan Tradisi Gotong Royong

    Warga Kampung Baru Sukabumi, Kembali Giatkan Tradisi Gotong Royong

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SUKABUMI. MBINews.id – Warga Kampung Baru Rw.02 Desa Parungkuda Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi menggagas kembali kekuatan Gotong Royong ditengah perubahan Zaman. Dari berbagai stakeholder tokoh Masyarakat, Pemuda, Alim Ulama sama-sama memperbaiki saluran masjid At-Taqfid dan antusias dalam melakukan kegiatan pembangunan Masjid baru karena diwacanakan masjid yang lama status kepemilikan tanahnya milik PJKA dan akan mengalami […]

expand_less