Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Yana: Calon Pengantin Wajib Konseling Terkait HIV/AIDS

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (pemkot) Bandung kembali mengingatkan agar para calon pengantin melakukan konseling dan pemeriksaan HIV/AIDS sebelum melaksanakan pernikahan. Hal ini sebagai upaya mencegah terjadinya penularan baru HIV/AIDS.

Hal itu juga telah tercantum dalam Pasal 31 ayat 4 Perda tahun 2015 tentang Napza dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Setiap calon pengantin diwajibkan melaksanakan konseling terkait HIV/AIDS,” beber Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada kegiatan Program Pencegahan HIV/AIDS pada Calon Pengantin, Kamis 26 Agustus 2021.

Para calon pengantin bisa melakukan konseling di Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, dan rumah sakit.

“Kami menyediakan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin. Salah satunya pemerikasan darah untuk mendeteksi berbagai penyakit termasuk HIV,” kata Yana melalui zoom meeting.

Menurutnya, deteksi ini sangat penting bagi para calon pengantin untuk mengetahui statusnya.

“Deteksi ini sangat penting, dengan mengetahui staus HIV/AIDS, calon ini dapat memutuskan lebih awal sebelum terlambat,” kata Yana.

Yana menerangkan, selain pelayanan kesehatan, sosisalisasi maupun edukasi juga wajib dijalankan. Bukan hanya di umur remaja saja yang menjadi usur produktif menikah, tetapi orang tua juga yang hendak menikahkan anak-anaknya.

“Sosialisasi dan edukasi perlu terus dijalankan. Tidak saja kepada muda mudi yang menjadi objek kebijakan, tapi juga orang tua yang hendak menikahkan anaknya,” tutur Yana.

Ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan mencatat per bulan April 2021 lalu terdapat 5.716 kasus, penambahan 300-400 orang per tahun.

Berdasarkan klasifikasinya, kasus terbanyak pada usia 20-39 tahun atau 80,97 persen dari total kasus.

“Kita tahu usia tersebut merupakan usia produktif dan masuk siklus pada jenjang pernikahan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Bandung, Momon Ahmad Imron menyampaikan, kasus HIV/AIDS hampir merata pada jenis kelamin. Ketika terinfeksi, ada risiko untuk mengintervensi pasangannya yang berpotensi kepada bayi dan anak.

“Startegi pencegahan merupakan kunci dalam menanggulangi HIV tidak masuk ke keluarga. Ini meliputi pencegan dari semua mode penularan HIV ke anak,” beber Momon yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Tidak hanya persalinan, sejalan dengan ini akan bersama mencegah dan menanggulangi penyebaran di Kota Bandung,” tambahnya.

Kegiatan pencegahan ini bertujuan mencegah infeksi. Sehingga calon pengantin di Kota Bandung sehat.

“Ini menjadi kunci. Kota Bandung telah menyusun dengan membuat Surat Edaran tentang pelaksaan pelayan kesehatan bagi calon pengantin,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, intervensi berdasarkan siklus hidup, berada pada calon pengantin untuk konseling pranikah, konseling gizi seimbang dan sebagainya.

“Pelayanan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Kesehatan reproduksi kepada KUA dan lembaga agama serta bimbingan perkawain dan konseling,” jelas Ahyani.

“Tujuannya, masalah yang ditemukan dapat diobati atau dikontrol sebelum calon pengantin menikah. Tak hanya itu, calon pengantin juga punya cukup waktu untuk mempersiapkan fisik dan mental dan menempuh kehidupan rumah tangga,” tuturnya.

Ahyani mengatakan, kasus HIV sampai Juni 2021 sebanyak 5.741 orang. Rata-rata temuan baru pertahun 300-400 kasus.

Terbanyak faktor risiko heteroseksual 39,57 persen, penggunaan napza suntik 31,39 persen homoskeusal 22,47 persen dan perinatal 2,61 persen.

Kelompok risiko dominan menularkan HIV/AIDS di Kota Bandung terdapat pada kelompok faktor risiko Heteroseksual naik 2-3 persen per tahun, IDU (pengguna Napza disuntik) turun 2-3 persen pertahun.

“Hanya dari 2 kelompok resiko penularan HIV berdampak pada 69,94 persen kasusu HIV AIDS di Kota Bandung,” jelas Ahyani.

Ia menambahkan, walaupun heteroseksual dan IDU merupakan 2 kelompok dominan risiko penularan HIV, akan tetapi pada kelompok homoskesual mengalami kenaikan 1-2 persen per tahun.

Penularan HIV pada ibu rumah tangga melalui transmisi seks yang saat ini mencapai 11,11 persen dari kasus HIV total rata-rata 40 orang IRT terinveksi HIV pertahun.

Peningkatan kasus pada IRT dapat berdampak peningkatan status epidemic dari terkonsentrasi menjadi generalized epidemic. Maka dari itu harus skrining HIV bagi calon pengantin.

Terdapat program untuk mengatasi hal tersebut yakni “Eta Si Catin” merupakan singkatan edukasi kesehatan reprosduksi bagi calon pengantin.

“Tagline-nya ‘Tah Eta Deui’ (talasemia, HIV/HepB/Sifilis (triple Eliminasi) enyahkan stunting pada anak dengan edukasi dini). Sebagai salah satu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya. (yan-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KLB PWI Segera Digelar bulan Agustus

    KLB PWI Segera Digelar bulan Agustus

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan Kongres Luar Biasa (KLB) PWI akan digelar Agustus ini di Jakarta. Semua PWI Provinsi sebagai pemilik suara diminta mempersiapkan diri. “Panitia KLB PWI sudah ditetapkan dalam rapat bersama Dewan Penasihat dan Dewan Kehormatan. Mantan Ketua PWI DKI Jakarta, Bang Marah Sakti Siregar, […]

  • Aksi  Spontan Brigpol Natan Doris Hentikan Pelanggar lalu Lintas

    Aksi Spontan Brigpol Natan Doris Hentikan Pelanggar lalu Lintas

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  – Video  Viral yang beredar di medsos, aksi upaya Brigpol Natan Doris menghentikan pelanggar lalu lintas hingga dirinya menempel di kap mobil dan terbawa beberapa meter , Brigpol Natan Doris mengungkap alasan dirinya ‘menempel’ di kap mobil pelanggar lalu lintas di Jalan HOS Cokroaminoto atau Pasirkaliki pada Kamis 25 Juli 2019 siang. Saat […]

  • Program PTSL, BPN dan Pemkot Bandung Lantik Satgas dan Panitia Ajudikasi

    Program PTSL, BPN dan Pemkot Bandung Lantik Satgas dan Panitia Ajudikasi

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandung terus berupaya menggenjot program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sebagai upaya percepatan, Kantor ATR/BPN Kota Bandung melantik 42 Panitia mulai dari Panitia Ajudikasi, Satgas Fisik PTSL, Satgas Yuridis PTSL dan Satgas Administrasi PTSL, di Kantor Kecamatan Coblong, Senin 5 Februari 2024. […]

  • DPRD Kabupaten Bandung, Hj Titik Soroti Jalan hingga Irigasi di Dapil I

    DPRD Kabupaten Bandung, Hj Titik Soroti Jalan hingga Irigasi di Dapil I

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Hj. Titik Kartika, Anggota DPRD Kab Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa dari Dapil I gelar reses di Aula Kantor Desa Jatisari Kec Kutawaringin Kab Bandung, Rabu (12/3/2025 ) . Usai acara reses Hj Titik kepada awak media mengatakan, ” Untuk reses kali ini di Aula desa Jatisari, aspirasi yang muncul dari […]

  • Pemkot Sukabumi Dorong Peningkatan Tenaga Kerja Terampil Melalui FPD Disnaker 2026

    Pemkot Sukabumi Dorong Peningkatan Tenaga Kerja Terampil Melalui FPD Disnaker 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Tahun 2026 dengan tema “Pengembangan Tenaga Kerja yang Terampil Berbasis Vokasi di Wilayah Kota Sukabumi”,  di Aula Politeknik Kota Sukabumi. Senin (9/2/2026). Acara tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki,  perwakilan Bappeda, Direktur Politeknik Sukabumi, para kepala SKPD, serta sekitar 100 peserta dari […]

expand_less