Breaking News
Trending Tags

Yuk Main Sambil Belajar Di Warung Kebon Cipadung Kulon

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Jan 2022
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Warga Bandung yang sedang mencari tempat wisata edukasi bersama keluarga, bisa coba kunjungi Warung Kebon (Warbon) Cipadung Kulon. Berlokasi di RW 10, dekat kantor Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Warung Kebon menawarkan integrasi urban farming.

Pada Kamis, 20 Januari 2022, Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berkunjung ke tempat wisata ini. Tak hanya berkeliling melihat ragam tanaman, Yana juga ikut menanam bibit pohon mangga di lahan yang tersedia. Setelah berkeliling, ada satu tempat yang menarik perhatiannya, yakni leuit.

Leuit merupakan tempat menyimpan persediaan beras bagi masyarakat Sunda pada zaman dulu. Bentuknya mirip rumah panggung mini. Bangunannya terbuat dari kayu dan anyaman bambu.

“Wah, sudah lama enggak lihat leuit. Jadi ingat masa kecil. Di sini juga banyak tanaman-tanaman sayuran dan buah ya dari hasil Buruan SAE. Tadi saya sudah minum tiga jenis minuman. Ada telang, jeruk, sekarang mah mau coba teh hangat aja,” ujar Yana sembari menyeruput teh hangatnya.

Lahan seluas 3.000 meter persegi ini memiliki beragam varian agro edukasi. Di jalur kanan, terdapat tanaman sayuran hijau berjajar. Ada cabai, sawi, pakcoy, jeruk nipis, tomat, dan terong.

Ada juga tanaman-tanaman buah dan herbal di lahan seberangnya, seperti kumis kucing, lavender, pohon mangga, dan rambutan. Bahkan ada pula tanaman telang yang sedang hit belakangan ini.

Bukan hanya tanaman, pengunjung juga bisa melihat lima rumah lebah yang ada di Warung Kebon ini. Kepala Pengelola Warbon, Hani Yuhani menjelaskan, hewan-hewan ternak di sini semuanya termasuk dalam kategori langka dan unggul, misalnya saja lebah. Lebah di sini termasuk jenis primitif yakni, lebah klanceng.

“Orang-orang juga biasanya sebut dengan nama madu trigona. Madu ini termasuk jenis yang lumayan mahal karena lebahnya juga merupakan jenis langka ya. Tergantung berapa mililiter. Untuk 200 ml saja itu kira-kira bisa sampai Rp170.000,” ujarnya.

Tak hanya lebah, ada ternak unggul lainnya juga di Warung Kebon ini. Ada ayam pelung, ayam ciung, dan bebek yang juga sedang mereka kembangbiakkan di sini.

Selepas lelah berkeliling, pengunjung bisa melipir ke warung jajanan yang tersedia. Di warung ini, tak hanya menjual makanan, tapi juga hasil dari olahan sampai baik organik maupun anorganik. Hani memaparkan, tujuan akhir dari Warbon ini memang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Hani menjelaskan, sejak berdiri pada Mei 2021, tujuan adanya Warbon ini memang untuk mengedukasi masyarakat, terutama kaum muda agar lebih melestarikan lingkungannya.

Bagi Hani, sekarang sudah bukan lagi zamannya “Jangan buang sampah sembarangan”, tapi harus berganti ke “Olah sampah sampah jadi bernilai ekonomi”.

“Dari dulu sampai sekarang, masalah lingkungan itu selalu terpinggirkan. Kalau pemerintah saja yang bergerak pasti sulit, harus ada dukungannya juga dari masyarakat untuk mengedukasi tentang lingkungan,” jelasnya.

“Kita ajarkan masyarakat memilih sampah dan mengolahnya. Ada yang jadi bahan kerajinan seperti dompet. Ada juga yang berupa pupuk cair organik (PCO) dan pupuk kering. Hasil panen tanaman juga kita bantu pasarkan lewat online,” tambah Hani.

Warbon ini pun menjadi pusat kegiatan para aktivis lingkungan. Salah satu yang terlibat ialah komunitas Barang Bekas Antik (Rastik).

Founder dan creator Rastik, Enie Mualifah mengatakan, pengunjung yang datang ke Warbon bisa belajar membuat prakarya menggunakan barang-barang bekas elektronik.

“Tiap Selasa kami datang ke sini untuk memberikan pelatihan cara mengelola limbah elektronik jadi beragam karya seni yang antik,” ujar Enie.

Plt. Wali Kota Bandung juga sempat melihat-lihat hasil karya di stan Rastik. Ada gelas yang terbuat dari bambu, pot dari bekas teko, dan lampu hias pajangan dari bekas barang-barang elektronik.

Untuk memperluas gerakan cinta lingkungan, Warbon juga membuka peluang untuk siswa-siswa Bandung yang ingin melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Salah satu siswa yang sedang menjalankan PKL adalah Agis, murid kelas XI di SMKN 7 Bandung. Selama magang, Agis belajar bagaimana cara mengolah PCO dan kegiatan lainnya terkait lingkungan.

“Di sini ada 10 orang yang magang. Kita belajar cara membuat PCO, bikin virgin coconut oil, bikin biokomposter juga. Senang, jadi belajar banyak tentang lingkungan di sini,” ungkapnya.

Dengan adanya siswa yang melakukan PKL di Warbon, Hani berharap, mereka bisa menjadi agen perubahan untuk membuat lingkungan Kota Bandung menjadi lebih baik lagi ke depannya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin Sambut Prajurit Usai Latma dengan US Army di Hawaii

    Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin Sambut Prajurit Usai Latma dengan US Army di Hawaii

    • calendar_month Sabtu, 19 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MEDAN, MBInews.id – Pangdam I/BB, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE, MSi, menyambut Prajurit Kodam I/BB yang telah menyelesaikan rangkaian Latihan Bersama (Latma) dengan US Army di Hawaii, Jumat (18/12/2022) pagi. Acara penerimaan yang digelar di Gedung AH Nasution Makodam I/BB itu juga dihadiri Kasdam I/BB, Brigjen TNI Rifky Nawawi, Irdam, Kapoksahli, para Asisten dan […]

  • Puluhan Ormas Garis Geruduk Kantor DPRD Kota Sukabumi

    Puluhan Ormas Garis Geruduk Kantor DPRD Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Puluhan massa ormas Gerakan Reformis Islam mendatangi kantor DPRD Kota Sukabumi, di Jalan Ir. Djuanda Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, ormas garis menanyakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan terutama pendidikan jarak jauh. Pasalnya menurut Ketua GARIS Sukabumi Raya Ust. Asep Saefullah, pelaksanaan belajar daring seolah-olah tidak disikapi pemerintah dengan serius, termasuk kendala […]

  • Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, DPRD Jawa Barat Apresiasi Prestasi Pemprov Jabar 

    Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, DPRD Jawa Barat Apresiasi Prestasi Pemprov Jabar 

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat drh.H. Achmad Ru’yat, M.Si mengapresiasi prestasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 12 kali dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2022. Dua belas kali (12) berturut-turut mendapatkan Opini WTP […]

  • Yana Minta Toko Buku Dan Penerbit Bantu Tingkatkan Literasi Warga

    Yana Minta Toko Buku Dan Penerbit Bantu Tingkatkan Literasi Warga

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta seluruh elemen masyarakat membantu meningkatkan literasi. Pasalnya, literasi merupakan salah satu kunci peningkatan sumber daya manusia. Hal itu Yana ungkapkan saat peresmian Konsep Store Clavis Indonesia, Sabtu 28 Mei 2022. “Mudah-mudahan Penerbit Clavis dan Big ini bisa membantu buku buku ke pojok pojok baca dan pojok […]

  • Sah! 118 CPNS Di Kota Sukabumi Tinggal Menunggu SK

    Sah! 118 CPNS Di Kota Sukabumi Tinggal Menunggu SK

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebanyak 118 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan I, II dan III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi tahun 2021, dinyatakan lulus. Bahkan pada tahun ini, Kota Sukabumi mencatat sejarah baru, dengan diraihnya nilai yang meuaskan lebih dari 50 perse perseta kegiatan tersebut. “Tahun ini merupakan sejarah bagi […]

  • Dicantumkan Jadi Pembina PWKC, Kajari Cimahi Akan Klarifikasi Penulisan Nama Institusinya

    Dicantumkan Jadi Pembina PWKC, Kajari Cimahi Akan Klarifikasi Penulisan Nama Institusinya

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Mbinews.id– Kepala Kejari Cimahi klarifikasi mengenai penulisan institusinya sebagai pembina Pokja Wartawan Kota Cimahi (PWKC), ini merupakan pelanggaran sebab terkesan asal tulis nama. Hal ini diungkapkan Kepala Kejari Cimahi, Harjo, SH,MH kepada wartawan Wartawan di kantor Kejari Cimahi, Jl. Sangkuriang, Cimahi, Kamis (03/10) lalu.  “Saya merasa keberatan dengan pencatutan nama ataupun instansinya sebagai pembina PWKC, […]

expand_less