Breaking News
Trending Tags

Mang Oded Menangis Saat Lakukan Interaksi Teleconference Dengan Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Sebanyak 27 tenaga kesehatan di Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar dari mereka adalah pegawai puskesmas yang bertugas melakukan pengecekan dan pemantauan para pasien, baik Orang dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien dengan Pengawasan (PDP).

Sebagian dari mereka dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung. Sebagian lainnya mengisolasi mandiri di rumah.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial tak kuasa membendung air mata saat mendengar cerita para tenaga kesehatan yang sedang melakukan isolasi di tempat masing-masing. Mereka adalah para pejuang kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. 

Mang Oded, sapaan karib Wali Kota Bandung, menghubungi para tenaga kesehatan melalui konferensi video jarak jauh, Senin (22/6/2020). Ia ingin mendengar kabar dari mereka yang tengah berjuang untuk sembuh dari penyakitnya. Dengan kehadirannya, ia berharap dapat menghibur dan memotivasi mereka agar tetap semangat dan segera pulih.

Suasana haru sangat terasa ketika Oded melakukan interaksi tanya jawab dalam Teleconference tersebut, tak henti hentinya ia mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada tenaga medis sebagai garda terdepan yang rela berjuang memerangi Covid-19. 

Ia mendengar cerita para tenaga kesehatan itu selama menjalani isolasi. Salah satunya adalah tenaga puskesmas dengan inisial KMS. Ia adalah petugas surveillans yang setiap hari bertugas untuk melacak dan memantau para ODP dan PDP yang berada di sekitar wilayah kerjanya.

“Saya sehari-hari berhadapan dengan pasien ODP dan PDP. Setiap pasien saya tracing dengan tulus. Saya selalu tanya, apa kabar hari ini, setiap hari selama tiga bulan,” tuturnya.

Beberapa pekan lalu, KMS menjalani tes swab sebagai bagian dari upaya pelacakan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Bagai mendengar petir di siang bolong, KMS kaget saat mengetahui dirinya positif Covid-19.

“Awalnya saya tidak terima, saya berpikir sudah bekerja dengan tulus, tapi mengapa harus positif? Awalnya sedih karena saya di sini sendirian, jauh dari orang tua. Orang tua saya di Sumatera, jadi saya benar-benar sendiri di sini,” katanya.

Ia pun menjalani pengobatan dan mengisolasi diri di rumah singgah RSKIA Kota Bandung. Ia optimis dengan disiplin dalam berobat ia bisa sembuh dari penyakit itu.

“Saya berpikir, saya tenaga medis, enggak mungkin Tuhan enggak tolong saya. Orang lain pun bisa sembuh, jadi saya juga pasti bisa sembuh. Saya bersyukur untuk kesempatan ini, walaupun dalam kondisi diisolasi, saya bersyukur dapat dukungan penuh dari Pak Wali Kota,” ujarnya.

KMS lalu berterima kasih kepada Oded yang telah menyempatkan waktu untuk bertemu dengan para tenaga kesehatan meskipun dari jarak jauh.

“Terima kasih Pak Wali, sudah melakukan zoom meeting. Saya sangat senang karena betul-betul merasa diperhatikan, di-support banget untuk kita yang ada di sini. Semoga kami semua yang positif baik nakes maupun bukan diberi kesehatan. Pak Wali dan tim dari Dinas Kesehatan diberi kesehatan oleh Tuhan. Lalu saya kan masih kontrak APBD, mudah-mudahan bisa dapat rejeki bisa jadi ASN,” ucapnya.

Tenaga kesehatan lainnya, GMS, juga mengalami hal serupa. Ia juga petugas surveillans yang setiap hari memantau perkembangan kesehatan warga yang ODP dan PDP. Suatu hari, salah seorang PDP dinyatakan postif Covid-19. Namun, ia tidak bisa menghubungi pasien tersebut.

“Ketika kami mendapat informasi ada PDP yang terkonfirmasi, tiba-tiba enggak bisa ditelepon sehingga kami harus kunjungan rumah,” tuturnya.

Kendati terkonfirmasi positif Covid-19, GMS mengaku tetap mencintai pekerjaannya. Ia ikhlas harus menjalani segala perawatan yang diperlukan agar ia bisa kembali sembuh, meskipun ia tetap merasa takut menularkan virus kepada keluarganya.

“Saya senang dan enjoy melakukan pekerjaan ini. Tapi ketika dapet kabar kita positif Covid asa gimana, gitu Pak Wali. Karena saya punya anak, punya suami. Saya stress, saya lagsung kebayang gimana anak dan suami saya,” tuturnya sambil tak kuasa menahan tangis.

Tak terasa air mata Oded pun berlinang mendengar penuturan para pahlawan kesehatan itu. Ia paham betul beban yang harus dipikul oleh para tenaga kesehatan itu. Ia semakin melihat bahwa virus ini merupakan musuh yang harus diperangi dengan kedisiplinan bersama..

Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bandung. Selama tiga bulan, Pemerintah Kota Bandung bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah berjibaku, bahu membahu melawan wabah yang sedang melanda dunia itu.

“Selama ini para nakes ini sangat luar biasa. Mereka adalah pasukan garda terdepan yang berkontribusi dalam penanganan pandemi ini. Walaupun Mang Oded tidak menafikan peran anggota gugus tugas lainnya. Tapi Mang Oded harus jujur nakes ini yang terdepan, luar biasa tugasnya, mengedukasi, melacak jejak para pengidapnya, dan lain-lain,” tutur Oded.

Ia terus memotivasi para tenaga kesehatan untuk segera pulih dari sakitnya dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Ia pun meminta masyarakat untuk terus berdisiplin dalam menaati protokol kesehatan.

“Mang Oded mengucapkan terima kasih dari lubuk hati terdalam kepada para tenaga kesehatan. Ada yang meninggalkan keluarga di rumah, ada yang masih sendirian, ini semua merupakan bagian dari perjuangan mereka sebagai pahlawan kesehatan. Saya memohon kepada Allah semoga mereka yang sakit diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tugas mulia dan sangat luar biasa ini,” ucap Oded.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Yorisa Sativa menyatakan telah memperketat protokol kesehatan di lingkungan puskesmas. Para tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif langsung ditugaskan untuk mengisolasi diri di tempat masing-masing.

“Kemarin ada kebijakan dari Dinas Kesehatan, pada saat ada beberapa nakes yang terkonfirmasi positif harus dirumahkan dua minggu ke depan. Mereka patuhi itu, lalu isolasi mandiri di rumah,” jelas Yorisa.

Selain itu, Puskesmas disinfeksi secara masif terus menerus. Hal itu untuk menjaga agar puskesmas tetap steril dari virus SARS Cov-2.

“Tadinya disinfeksi sehari sekali, jadi dua sampai tiga kali sehari,” imbuhnya.

Tak hanya itu, puskesmas yang terdampak juga menerapkan sistem baru dalam pelayanan. Warga yang ingin ke puskesmas harus mendaftar dulu secara daring. Lalu, petugas akan memberi tahu pukul berapa ia harus datang ke puskesmas.

“Itu untuk menjaga agar tidak ada penumpukan massa di puskesmas, jadi enggak berkerumun. Mereka datang sesuai jamnya,” terangnya..

Para petugas yang tidak bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah juga disediakan rumah singgah. Mereka ditempatkan di lantai 11 RSKIA Kota Bandung.

“Untuk mereka yang tidak bisa mengisolasi mandiri, misalnya karena rumahnya kecil, atau ada keluarga lain selain keluarga inti, itu kami sediakan tempat di RSKIA. Bukan di tempat perawatan pasien tetapi di rumah singgahnya di lantai 11,” tuturnya.

Saat ini, seluruh tenaga kesehatan ini sudah negatif Covid-19. Mereka hanya harus menyelesaikan fase isolasi mandiri sampai tuntas.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanpa SKKH, Hewan Ternak Dilarang Masuk Ke Kota Bandung!

    Tanpa SKKH, Hewan Ternak Dilarang Masuk Ke Kota Bandung!

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Hewan kurban dari luar daerah yang akan masuk ke Kota Bandung harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Jika tidak, semua hewan yang datang akan ditolak dan harus kembali lagi ke daerah asal. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna saat rapat koordinasi strategis terkait pencegahan Penyakit Mulut dan […]

  • Lagi, Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional

    Lagi, Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi dinilai berhasil dalam mewujudkan ‘Kota Sehat’ dengan menyajikan sarana umum yang higienis diberbagai lokasi. Hal tersebut, merupakan unsur utama yang membuat Pemerintah Kota Sukabumi, mendapatkan penghargaan Kota Sehat Tahun 2021 dengan kategori Swasti Saba padapa, Rabu (17/11/2021). Penganugerahan penghargaan, dilakukan secara virtual di Balaikota Sukabumi, dan dihadiri langsung oleh […]

  • B.E.R.E.S – Tangguh, Cepat, dan Beres

    B.E.R.E.S – Tangguh, Cepat, dan Beres

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Tidak semua pahlawan mengenakan seragam. Sebagian memilih menjadi relawan, meninggalkan kenyamanan, dan berlari menuju tempat yang justru dihindari banyak orang. Di Kota Bandung, semangat itu tumbuh dari sebuah panggilan kemanusiaan. Tahun 2023 menjadi awal perjalanan. Sejumlah relawan yang memiliki tekad sama membentuk Bandung Response Team, sebuah komunitas yang hadir untuk memberikan pertolongan pertama dalam setiap […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung, Bahas Berbagai Solusi Masalah Kota Bersama Pimpinan Muhammadiyah

    Ketua DPRD Kota Bandung, Bahas Berbagai Solusi Masalah Kota Bersama Pimpinan Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., menghadiri acara silaturahmi dengan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung di Kantor PDM Muhammadiyah Kota Bandung, Kamis, 19 Desember 2024 malam. Dalam kesempatan ini jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung menyampaikan sejumlah masalah yang ada di Kota Bandung. Mulai dari masalah kesehatan mental, […]

  • Barnas Adjidin: Acara Bimbingan Mental Dan keagamaan Akan Berdampak Baik Bagi Kehidupan

    Barnas Adjidin: Acara Bimbingan Mental Dan keagamaan Akan Berdampak Baik Bagi Kehidupan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id —  Sekretariat DPRD Jawa Barat menggelar bimbingan mental dengan tema peningkatan iman dan takwa guna mewujudkan pegawai yang berakhlak. Kegiatan  tersebut dilakukan di rooptof DPRD Jawa Barat, Bandung, Kamis (05/10/2023). Dalam sambutannya, Sekretaris DPRD Jawa Barat Barnas Adjidin menyambut positif kegiatan bimbingan mental tersebut. Bahkan pihaknya berharap kegiatan bimbingan mental dengan pendekatan agama […]

  • Kolaborasi Bersama Kadin Diupayakan Percepat Pemulihan Ekonomi

    Kolaborasi Bersama Kadin Diupayakan Percepat Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., dan Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menghadiri halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, di Gedung de Majestic, Bandung Tedy mengatakan, (8/6) , dalam menciptakan percepatan pemulihan ekonomi ada dua hal yang perlu diperhatikan secara khusus. Yang pertama, […]

expand_less