Breaking News
Trending Tags

RSKIA Kota Bandung Telah Gelar Penyuntikan Vaksin 800 Lansia Tahap II

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBINews.id – Sejak 2 Maret 2021, RSKIA Kota Bandung telah menggelar penyuntikan vaksinasi Covid-19 tahap II bagi Lansia di Kota Bandung.

Sebanyak kurang lebih 120 lansia menjadi target setiap penyuntikan. Saat ini telah ada 800 lansia yang terdata.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Djoelaika Fitri Mashyur (ika) yang bertindak sebagai vaksinator sekaligus dokter yang bertugas melakukan skrining terhadap para lansia yang menjadi calon penerima vaksin Covid-19.

“Hari ini merupakan sesi ke-4 proses penyuntikan kepada para lansia di Kota Bandung. Kita vaksinasi 2 kali dalam seminggu. Pekan depan kita akan melakukan 3 kali dalam seminggu untuk mengejar sasaran 800 lansia yang terdaftar di RSKIA” ucap Ika di RSKIA, Rabu, 10 Maret 2021.

Menurutnya, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam proses penyuntikan bagi lansia adalah pada saat skrining kondisi kesehatannya. 

Mengingat para penerima vaksin lansia ini banyak yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Sehingga menurut petunjuk teknis yang ada proses skrining atau penyaringan ini diharuskan lebih teliti dan mendalam.

“Misalnya, kita ambil variabel tensi. Menurut juknis Dinkes tidak boleh melebihi angka 180 per 110 dengan gula darah harus dibawah angka 200,” katanya.

“Selain itu, para lansia yang memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, bahkan auto imun, kita harus periksa karena calon penerima yang memiliki lebih dari 5 penyakit bawaan tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin. Kami sarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokternya terlebih dahulu,” Imbuh Ika.

Ika menjelaskan, hingga saat ini proses penyuntikan vaksin covid 19 bagi lansia di RSKIA berjalan dengan lancar. Hanya terdapat sedikit hambatan terkait administrasi kependudukan yang dimiliki oleh beberapa lansia calon penerima vaksin.

“Beberapa kita temui para lansia ini memang tinggal di Kota Bandung, namun tidak memiliki KTP Kota Bandung. Menurut petunjuk Dinkes untuk saat ini kita hanya dapat memberikan vaksin bagi lansia yang memiliki KTP di Kota Bandung” tutur Ika.

Ika berharap meskipun kendala administrasi masih terjadi, namun proses vaksinasi ini harus tetap berjalan untuk dapat memutus dan menghentikan penyebaran virus covid 19 di Kota Bandung. 

Namun Ika mengingatkan kepada masyarakat bahwa menjaga protokol kesehatan adalah sebuah keharusan.

“Dengan vaksin ini juga belum tentu menjamin seseorang tidak akan terkena virus Covid-19. Oleh karena itu kita harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan” tambah Ika.

Ika menghimbau kepada para lansia di Kota Bandung untuk tidak ragu dalam vaksin Covid-19 ini, karena skrining kesehatan akan dilakukan secara detail dan menyeluruh agar setiap lansia dapat dipastikan secara medis layak atau tidak mendapatkan vaksin covid 19.

Salah satu penerima vaksin Covid-19, Adi Teruna (69) yang juga mantan pekerja di salah satu BUMN mengaku sudah sangat siap dan yakin dalam menerima vaksin. Karena ia ingin tetap sehat dan terhindar dari virus covid 19.

“Menurut saya ini bukan ikhtiar, karena kecenderungannya jadinya coba-coba. Akan tetapi saya sudah sangat yakin dengan disuntik vaksin covid 19 ini akan membuat saya menjadi lebih sehat dan terhindar dari Covid-19,” ucap Adi.

Hal serupa diungkapkan Etty Maeruti (68). Pensiunan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ini menyebut, faktor kesehatan adalah kunci terbesar yang membuat dirinya yakin dan siap untuk divaksin.

“Iya, Ibu yakin kalau vaksin ini salah satu jalan agar tetap sehat dan bisa menghindari serta dan tertulas virus corona,” ujar Etty.

Perlu diketahui, setiap lansia yang telah disuntikan vaksin Covid-19 ini akan dilakukan observasi selama 1 jam (60 menit). Itu untuk memastikan tidak ada efek samping pasca vaksin. 

Setelah itu, para lansia ini akan menerima vaksin dosis kedua setelah 28 hari dengan dibekali tabel monitoring kesehatan yang harus diisi oleh para penerima vaksin. (bag)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Prasejahtera, Baznas Bandung Luncurkan Bass Chicken

    Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Prasejahtera, Baznas Bandung Luncurkan Bass Chicken

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sejak pagi pukul 09.00 WIB, lima orang berseragam merah tengah sibuk di stan masing-masing. Mereka menyiapkan alat dan bahan untuk menggoreng ayam. Aroma semerbak khas ayam goreng pun mulai tercium di sekitar Aula Masjid Al Ukhuwwah Bandung. Acara masak memasak ini bukan sekedar kegiatan biasa. Acara ini merupakan peluncuran program pemberdayaan ekonomi […]

  • Bank BJB Kembali Raih penghargaan Ajang Bisnis Indonesia Award

    Bank BJB Kembali Raih penghargaan Ajang Bisnis Indonesia Award

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (bank bjb) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan pada ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024. Penghargaan dalam kategori Bank Pembangunan Daerah dengan aset lebih dari Rp30 triliun. Adapun penghargaan diterima oleh Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan. Acara penganugerahan ini diselenggarakan di Dian […]

  • Pos Properti & RevivaLTV Luncurkan Point Arena, Gaming House Pertama di Bandung

    Pos Properti & RevivaLTV Luncurkan Point Arena, Gaming House Pertama di Bandung

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pos Properti lagi-lagi mengembangkan bisnis baru pengembangan aset properti, kali ini di bidang esports. Dalam proyeknya yang dinamakan “Point Arena”, anak perusahaan Pos Indonesia ini berkolaborasi dengan RevivaLTV yang namanya sangat dikenal sebagai penggiat esports di Indonesia. Point Arena sendiri merupakan Gaming House atau Gaming Hub pertama di Bandung yang memfasilitasi gamers […]

  • Atasi Sampah, Yuk Belajar ke Sekolah Kang Pisman

    Atasi Sampah, Yuk Belajar ke Sekolah Kang Pisman

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sampah menjadi suatu permasalahan di Kota Bandung. Ragam upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menanggulangi permasalahan ini. Salah satunya adalah program Kang Pisman atau Kurang, Pisahkan, dan Manfaatkan. Program Kang Pisman merupakan rencana lama yang sudah dibuat dari tahun 2018, program ini menjadi suatu program unggulan yang dibuat untuk menanggulangi permasalah […]

  • Setiabudiland, Kembali Hadirkan Dua Perumahan Sekaligus di Kota Sukabumi

    Setiabudiland, Kembali Hadirkan Dua Perumahan Sekaligus di Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setiabudiland, terus mengembangkan usahanya dibidang property. Kali ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Setiabudiland, menghadirkan dua sekaligus perumahan di Kota Sukabumi. Yaitu, Royal Park di Jalan Garuda, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibaureum, dan Qiana Residance 2, Jalan Ciandam, Keluarahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibaureum. “Iya, hari ini kami luncurkan dua perumahan di Kota Sukabumi,”ujar Founder & Chief […]

  • Muhammad Farhan, Menyoroti Lonjakan Harga Plastik Kemasan

    Muhammad Farhan, Menyoroti Lonjakan Harga Plastik Kemasan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi secara tiba-tiba di Kota Bandung dan berdampak langsung pada pelaku usaha khususnya UMKM kuliner. Farhan mengungkapkan, kenaikan harga plastik tersebut bahkan mencapai hingga empat kali lipat dalam waktu singkat. Kondisi ini mulai dirasakan pelaku usaha sejak akhir pekan lalu. “Saya mendapat […]

expand_less