Breaking News
Trending Tags

Bandung Lautan Api Di Balik Lirik Lagu Halo Halo Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Siapa yang menyangka, lagu perjuangan Halo Halo Bandung ini ternyata berasal dari lagu romantis loh, warga.

Kalau kita menyimak versi awal dari lirik lagu “Hallo Bandung” menunjukkan, lagu ini lahir sebagai ungkapan rasa rindu yang sentimental, bukan dimaksudkan sebagai lagu perjuangan.

Dikutip dari sejumlah sumber, liriknya berangkat dari kisah Ismail Marzuki yang sempat mengungsi ke Bandung bersama istrinya, Eulis Zuraidah demi menghindari pendudukan tentara Inggris dan Belanda di Jakarta.

Sayangnya, tak lama setelah mereka menetap di Bandung, terbit ultimatum dari pihak Inggris yang memerintahkan pihak tentara pejuang Indonesia untuk segera meninggalkan kota kembang ini.

Kemudian, pihak pejuang Indonesia membalas dengan sengaja membakar rumah dan gedung di penjuru wilayah selatan kota Bandung sebelum mereka meninggalkan kota pada 24 Maret 1946. Peristiwa ini pun dikenal sebagai Bandung Lautan Api .

Ismail dan istrinya pun kembali ke Kota Batavia. Namun kenangan indah selama menetap di Bandung selalu melekat dalam ingatannya.

Hal tersebut mendorongnya untuk menciptakan lagu berbahasa Sunda dengan judul “Hallo Bandung”. Tak hanya itu, ia juga menciptakan beberapa lagu lainnya seperti, “Bandung Selatan di Waktu Malam” dan “Saputangan dari Bandung Selatan”.

Peristiwa Bandung Lautan Api mengilhami Ismail Marzuki beserta para pejuang Indonesia saat itu untuk mengubah dua baris terakhir dari lirik lagu “Hallo Bandung” menjadi lebih patriotis dan membakar semangat perjuangan.

Segera setelahnya, lagu Halo Halo Bandung menjadi sangat dikenal dan menjadi salah satu lambang perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah

Meski lagu tentang tanah Sunda, kita akan menemukan kata “beta” dalam lirik lagu tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa kata “beta” dalam lagu ini diambil dari bahasa daerah Ambon, Maluku, yang berarti “saya”. Namun, ada pula yang mengatakan “beta” berasal dari bahasa Melayu.

Halo, halo Bandung, ibu kota Periangan
Halo, halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali. (din-pipi).

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulihkan Ekonomi, Pemkot Bandung Dorong Belanja Produk Lokal Melalui E-Katalog

    Pulihkan Ekonomi, Pemkot Bandung Dorong Belanja Produk Lokal Melalui E-Katalog

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Walikota Bandung Yana Mulyana meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) yang beroperasi di Kota Bandung untuk berbelanja produk lokal untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Salah satu caranya melalui e-katalog yang merupakan aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP). Aplikasi ini menyediakan […]

  • Banyak Investor Asing, Bank BJB Harus Siap Dalam Persaingan Perbankan

    Banyak Investor Asing, Bank BJB Harus Siap Dalam Persaingan Perbankan

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KOTA CIMAHI, Mbinews.id – Produktivitas Bank Jabar Banten (BJB) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus semakin ditingkatkan, mengingat saat ini persaingan antar bank terus meningkat terlebih pada sisi investasi dari dalam ataupun luar negeri. Melihat hal itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Galih mengatakan jika performa bank milik daerah Jawa Barat […]

  • Tatang Muhtar resmi Jabat Kepala DP3APM

    Tatang Muhtar resmi Jabat Kepala DP3APM

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tatang Muhtar resmi menjabat sebagai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung (DP3APM). Hal itu setelah ia menerima jabatan dari Plt Kepala DP3APM, Kamalia Purbani, di Kantor DP3APM Jalan Seram,Bandung, Selasa (16/7/2019). Acara serah terima jabatan ini disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Usai serah terima, Ema […]

  • Inflasi Kota Sukabumi Terendah Pertama di Jabar

    Inflasi Kota Sukabumi Terendah Pertama di Jabar

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Kota Sukabumi merupakan kota atau kabupaten yang nilai inflasinya terendah pertama di Jawa Barat (Jabar), sedangkan tingkat Nasional terndah ke dua setelah Jakarta. Kota Sukabumi sendiri, merupakan 7 Kota di Jawa barat yang dihitung tingkat inflasinya. Inflasi sendiri dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum, dan terus menerus dalam jangka waktu […]

  • Pansus 15 DPRD Bandung Fokus Sinkronisasi Program dan Kinerja Pemerintah Daerah

    Pansus 15 DPRD Bandung Fokus Sinkronisasi Program dan Kinerja Pemerintah Daerah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  — Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota Bandung merampungkan rangkaian pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari. Pembahasan tersebut dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) Sinkronisasi dan Penajaman Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2027 berbasis evaluasi kinerja dan rekomendasi LKPJ Tahun 2025, yang digelar di Ruang Rapat […]

  • OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

    OPTIMALKAH PPKM DARURAT?

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    olehDaddy RohanadyAnggota DPRD Provinsi Jabar ANTARA PERUT DAN MAUT hampir semua pedagang kini meradangmereka merasa bernasib samaotak mereka diperasagar tabungan dan isi rumah tidak terkurasrepotnya yang tak punya tabunganbantuan yang ada pasti tak cukupapalagi kalau larangan diperpanjangbagaimana menyambung hidup kalau dagang dilarang? memang tidak boleh putus asaJika tak ada jalan keluar? solusi seakan buntudilarang berkerumun […]

expand_less