Breaking News
Trending Tags

Edwin Senjaya : Faktor Sosial di Masyarakat Menjadi Tantangan Serius Bagi Geopolitik Indonesia

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Ketua Angkatan Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lembaga Ketahanan Nasional (PPNK Lemhanas) ke-221 ‘Maung Papandayan’ yang juga merupakan Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M atau akrab disapa Kang Edwin Senjaya menyoroti berbagai faktor sosial di masyarakat yang menjadi tantangan serius bagi geopolitik Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) se-Kecamatan Rancasari, yang berlangsung di Puteri River Inn, Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, Rabu, 14 Januari 2026.

Pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Camat Rancasari, Shinta Parmawati, S.STP., M.Si, serta para Lurah se-Kecamatan Rancasari tersebut, Kang Edwin Senjaya, memberikan materi terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, faktor-faktor yang menjadi tantangan terhadap kondisi geopolitik Indonesia diantaranya, perubahan iklim yang mempengaruhi ketahanan pangan, perang, korupsi, narkoba, pinjaman online dan judi online, serta fenomena perilaku penyimpangan seksual yakni, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Faktor-faktor tersebut menjadi ancaman serius bagi geopolitik di Indonesia, karena turut serta pada kebijakan atau juga dipengaruhi oleh negara lain yang menginginkan adanya ketidakstabilan kondisi di Indonesia.

“Apalagi Indonesia dianggap memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, sehingga ingin coba dimanfaatkan pihak asing,” ujarnya.

Disamping faktor ketahanan pangan, perang, korupsi, dan narkoba, Kang Edwin Senjaya menilai fenomena maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, juga LGBT, menjadi ancaman geopolitik paling serius di masyarakat saat ini.

Dimana, pada faktor fenomena pinjaman online ilegal dan judi online, penguasaan atas data dan ekonomi digital, bukan hanya dapat menguasai sistem keuangan dari suatu negara, namun juga menjadi kekuatan yang dapat mengendalikan perilaku ekonomi masyarakat.

“Fenomena pinjol (pinjaman online) dan Judol, terutama yang ilegal dan yang operatornya diluar negeri menunjukan bagaimana arus modal, teknologi, dan data lintas batas negara, bisa digunakan sebagai alat kontrol ekonomi dan sosial terhadap bangsa lain. Dalam era geopolitik modern, data adalah senjata baru untuk menimbulkan ancaman terhadap keamanan siber dan kedaulatan bangsa,” ucapnya.

Kang Edwin Senjaya mengatakan, bahwa pinjaman online dan judi online memiliki keterikatan yang kuat untuk menjadi ancaman geopolitik di Indonesia. Sebab, dampak dari judi online menyebabkan tingginya pinjaman online dari masyarakat pelaku judi online tersebut.

“Mudahnya mendapatkan uang dari hasil pinjaman online dan rendahnya literasi keuangan masyarakat telah menimbulkan permasalahan ekonomi dan sosial baru bagi Indonesia,” tuturnya.

Sedangkan terkait fenomena penyimpangan seksual LGBT menjadi ancaman geopolitik Indonesia, khususnya pada sektor kesehatan masyarakat terhadap tingginya potensi penyakit menular seksual, dan juga gangguan kesehatan mental.

Tidak hanya kesehatan, isu LGBT juga melibatkan perbedaan fundamental dalam nilai budaya dan hukum antar negara yang mempengaruhi hubungan diplomatik kebijakan luar negeri dan kerja sama internasional.

“Dalam geopolitik modern, kekuatan global tidak hanya tentang berebut wilayah dan sumber daya alam, tetapi juga perebutan pengaruh ideologi dan nilai. Bahkan Menteri Pertahanan kita tahun 2016 lalu, Bapak Ryamizard Ryacudu menyebut bahwa LGBT adalah bagian dari proxywar atau perang terselubung yang dilakukan negara asing untuk melemahkan negara kita,” ucapnya.

Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Kota Bandung bersama-sama dengan panitia khusus 14 DPRD Kota Bandung tengah merumuskan sebuah rancangan peraturan daerah tentang Pencegahan, Pengendalian Perilaku dan Penyimpangan Seksual.

Hal ini pun menjadi pembahasan serius di Lemhanas, karena persoalan LGBT ini merupakan ancaman dari internal maupun juga eksternal, dengan dampak implikasi terhadap sosial, budaya, dan ketahanan keluarga.

Untuk itu, upaya pencegahan fenonema LGBT dapat dimulai dari tatanan keluarga, dimana setiap orang tua perlu melakukan pengawasan, pola pengasuhan dan pembinaan yang baik sejak dini terhadap anak-anaknya, tidak hanya dalam aspek pendidikan formal, tapi juga membentuk karakter dan norma sosial serta norma agama sejak dini.

Selain keluarga, melalui kegiatan keagamaan dan organisasi kemasyarakatan juga memiliki peran strategis dalam upaya edukasi kepada masyarakat sebagai benteng nilai moral dan etika secara berkelanjutan.

Kang Edwin Senjaya menegaskan, dengan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika, diharapkan nilai-nilai tersebut menjadi perekat dan pemersatu bangsa.

Nilai-nilai inilah yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan.

“Melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan tersebut, masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Kecamatan Rancasari dan Kota Bandung diharapkan dapat terus bersatu dalam membangun Kota Bandung, membangun bangsa dan negara, menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan tanah air, serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan Kota Bandung maupun bangsa dan negara secara keseluruhan,” ujarnya.* (Cipta)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Rapid Test, 209 Pendemo yang Diamankan Tolak RUU Cipta Kerja, 13 Reaktif Covid-19

    Hasil Rapid Test, 209 Pendemo yang Diamankan Tolak RUU Cipta Kerja, 13 Reaktif Covid-19

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ratusan pendemo yang diamankan di Polrestabes Bandung Rabu malam, 7 Oktober 2020 tidak hanya berasal dari Kota Bandung langsung dilakukan Rapid tes Beberapa pendemo ada juga dari kabupaten lain juga turut serta untuk ikut demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja, yang berakhir ricuh hingga Rabu malam pukul 21.00 wib, yang bertindak anarkis […]

  • Kota Bandung Pamerkan Karya Kriya Modern di Panggung Fashion PKJB 2025

    Kota Bandung Pamerkan Karya Kriya Modern di Panggung Fashion PKJB 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    BANDUNG, koranprogresif.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia kriya dan ekonomi kreatif melalui peragaan busana pada gelaran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025. Bertempat di Trans Studio Mall Bandung, acara ini berlangsung pada 17-20 Juli 2025. PKJB 2025 menghadirkan produk-produk unggulan hasil kurasi para pengrajin terbaik Kota Bandung. […]

  • IKA UNPAR Beri Bantuan Sebagai Bentuk Dukungan Pemkot Bandung

    IKA UNPAR Beri Bantuan Sebagai Bentuk Dukungan Pemkot Bandung

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Ikatan Alumni (IKA) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memberikan bantuan kepada 92 warung makan di sekitar Unpar cimbuleuit. IKA Unpar juga memberikan makanan bagi masyarakat Ciumbuleuit dan sekitarnya. “Kita berikan kepada 92 warung sekitar Unpar yang terdampak pandemi Covid-19. Kita berikan masing masing Rp1 juta,” […]

  • Melalui PAW, Dede Furqon Resmi Menjadi Anggota DPRD Kota Sukabumi Periode 2019-2024

    Melalui PAW, Dede Furqon Resmi Menjadi Anggota DPRD Kota Sukabumi Periode 2019-2024

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-Dede Furqon resmi menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan menggantikan Alm. Tatan Kustandi. Dede dilantik melalu Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2019-2024. Sahnya Dede menjadi anggota wakil rakyat tersebut, setelah dirinya dilantik oleh Ketua DPRD kota Sukabumi Kamal Suherman, dalam sidang paripurna, dengan acara pengambilan sumpah dan peresmian anggota DPRD Pengganti Antar […]

  • Hari Pers Nasional 2020, Gubernur Kalsel  Launching Armada Bus Pariwisata

    Hari Pers Nasional 2020, Gubernur Kalsel Launching Armada Bus Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANJARMASIN, MBInews.id –  Momen Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan  melahirkan karya inovasi besar dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor,  sejak dilantik menjadi gubernur, 12 Februari 2016,  mengingatkan perangkat kerja di jajarannya untuk menggerakkan kekuatan baru perekonomian daerah dengan menggali potensi sumber daya alam […]

  • PMII Berikan Kartu Kuning Untuk Walikota Sukabumi

    PMII Berikan Kartu Kuning Untuk Walikota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI,  MBInews.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII PC Kota Sukabumi menggelar aksi di halaman Balaikota Sukabumi. Aksi tersebut meminta Pemerintah Kota Sukabumi segera menunaikan beberapa program yang meliputi bidang ekonomi, infrastuktur, kesehatan, dan pendidikan. “Dalam pendidikan, yaitu pendidikan vokasi yang sampai hari ini masih belum jelas atau raba-raba. Dalam ekonomi adalah Sukabumi […]

expand_less