Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Hari Lahir Bung Karno: Menelusur Jejak Di Kota Kembang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bulan Juni identik dengan kelahiran Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno. Sudah jadi rahasia umum pula, Bandung adalah bagian terpenting dalam perjalanannya.

Tak tanggung-tanggung, ada satu perkataan Bung Karno tentang Kota Bandung yang cukup menyentuh.

“Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya”, demikian ungkapan Bung Karno saat menyebut Bandung.

Bukan sekadar menuntut ilmu lalu menjadi pemimpin negara, Bung Karno juga meninggalkan banyak jejak di kota ini. Humas Bandung merangkum jejak-jejaknya ke dalam beberapa tempat ini. Simak ulasannya, yuk!

  1. Rumah Ibu Inggit
    Rumah Inggit Garnasih adalah rumah yang berada di Jalan Ciateul No. 8, Bandung (sekarang Jalan Inggit Garnasih). Rumah ini merupakan wujud penghormatan kepada seorang perempuan yang ikut merintis kemerdekaan Indonesia, yaitu Inggit Garnasih.

Seperti diketahui, Inggit adalah salah satu istri Presiden Soekarno. Saat itu, Soekarno muda saat itu hendak melanjutkan sekolahnya di Bandung. Ia kemudian bersekolah di Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang kini jadi ITB.

Setelah menikah dengan Inggit, keduanya tinggal di rumah ini.

Selanjutnya, rumah ini menjadi saksi perjuangan Soekarno untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia sebelum Ia dan Inggit Garnasih dibuang ke Flores dan Bengkulu.

Ia sering melakukan pertemuan dan diskusi dengan kawan-kawannya di rumah ini dan berhasil membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dan sebagai ganti dari PNI terbentuklah PARTINDO pada 29 April 1931.

Berbagai sumber menyebut rumah ini ditempati Inggit Garnasih dan Soekarno sejak tahun 1926 sampai dengan pertengahan tahun 1934 yang saat itu masih berbentuk rumah panggung.

Selanjutnya, rumah tersebut ditempati oleh Inggit untuk kedua kalinya seorang diri pada tahun 1949 sampai tahun 1984.

  1. Gedung Indonesia Menggugat
    Awalnya, gedung ini merupakan tempat tinggal Belanda yang dibangun pada 1907. Sepuluh tahun kemudian, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda.

Dekade 1930-an, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Soekarno menjadi salah satu yang diadili.

Pada saat diadili, Soekarno memberontak dalam sidang dan melakukan pembelaan dengan judul Indonesia Menggugat. Peristiwa tersebut sangat menggegerkan Belanda hingga akhirnya pembelaan Soekarno tersebut dijadikan nama untuk gedung tersebut, yang masih digunakan hingga sekarang.

Sepanjang perjalanannya, Gedung ini mengalami beberapa perubahan fungsi. Mulai dari kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dekade 1950-an, Gedung Keuangan (hingga 1973), juga Kantor Dinas Perdagangan & Perindustrian Provinsi Jawa Barat (1973-1999).

Setelah mengalami pengubahan fisik, gedung tersebut diberi nama menjadi Gedung Indonesia Menggugat oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, HC Mashudi pada 2005.

Baru pada 2007, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), secara resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya kelas A yang harus dirawat dan dijaga.

Saat ini, gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi.

  1. Institut Teknologi Bandung
    Institut Teknologi Bandung (dulu bernama de Technische Hoogeschool te Bandung) berdiri pada 3 Juli 1920 di bawah Pemerintah Kolonial Belanda.

Laman resmi ITB menyebut, sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920 hingga 1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH dengan hanya ada 2 orang Indonesia.

Soekarno sempat meninggalkan jejak di kampus ini. Tercatat pada 3 Juli 1926, Soekarno menjadi insinyur dari kampus ini. Ia masuk sebagai satu dari empat insinyur pribumi pertama di kampus ini.

Hingga saat ini, Institut Teknologi Bandung masih jadi salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Kota Bandung.

  1. Penjara Banceuy
    Penjara ini identik dengan perjalanan Soekarno dalam memproklamirkan kemerdekaan. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di sini.

Berbagai sumber menyebut di penjara itu, Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet non permanen.

Pada ruangan pengap ini pula, Ia menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Pada perkembangannya, tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan yang kelak bernama Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta.

Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang.

  1. LP Sukamiskin
    Penjara ini dibangun pada 1918 gaya Arsitektur Eropa oleh seorang arsitek bernama Prof. CP Wolff Schoemaker.

Di penjara ini, Soekarno pernah menghuni Kamar Nomor 1 Blok Timur Atas. Ia menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel penjara Sukamiskin.

Bung Karno ditahan karena saat itu memiliki konflik politik dimana Ia bertentangan dengan Penguasa Belanda.

Kini, sel penjara yang pernah ditempati Bung Karno tersebut dijadikan sebuah museum dan diberi tulisan: “Bekas Kamar Bung Karno”.

Lapas ini juga menjadi saksi atas lahirnya sebuah karya buku berjudul “Indonesia Menggugat” yang ditulis oleh Bung Karno. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Tiga Besar Kelurahan Tangguh Se-Jabar, Antapani Kidul Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

    Masuk Tiga Besar Kelurahan Tangguh Se-Jabar, Antapani Kidul Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Meski dua tahun lebih pandemi Covid-19 melanda Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung beserta pemangku kebijakan kewilayahan terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi. Hal ini terlihat dari laporan Kelurahan Antapani Kidul mengenai jumlah pelaku UMKM di Antapani Kidul yang terus mengalami kenaikan. Tahun 2021 yang semula terdapat 138 pelaku UMKM, bertambah menjadi 915 […]

  • POSDIGI Tersedia di Tokopedia, Meterai Asli Kini Bisa Dibeli Online

    POSDIGI Tersedia di Tokopedia, Meterai Asli Kini Bisa Dibeli Online

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – PT Pos Finansial Indonesia (POSDIGI) mendukung langkah PT Pos Indonesia (Persero) dalam memperluas distribusi meterai tempel asli terbitan PERURI (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) melalui kanal digital modern. Masyarakat dapat membeli meterai resmi secara mudah dan aman melalui Official Store Tokopedia Pos Finansial Indonesia. Inisiatif untuk mencegah peredaran meterai tempel palsu […]

  • Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Kota Sukabumi Pada Semester I Tahun 2024, Capai 62,7 Persen

    Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Kota Sukabumi Pada Semester I Tahun 2024, Capai 62,7 Persen

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan (BPKPD) Kota Sukabumi, mencatat hingga akhir semester awal tahun 2024, telah terkumpul 27 milyar Rupiah lebih pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sukabumi dari sektor pajak. Kepala Bidang Pengelola Perpajakan pada BPKPD Kota Sukabumi, Ziad Panji Nurhari mengatakan, hingga Juli 2024, total realisasi penerimaan pajak telah mencapai 62,7 […]

  • Layanan Vaksinasi Di Puskesmas Kota Bandung Tetap Buka Saat Libur Lebaran

    Layanan Vaksinasi Di Puskesmas Kota Bandung Tetap Buka Saat Libur Lebaran

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Layanan Vaksinasi di Puskesmas yang beroperasi 24 jam di Kota Bandung tetap buka pada libur Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah ini. Sedangkan puskesmas non 24 jam hanya tutup pada tanggal merah. “Termasuk 80 puskesmas tetap kerja sesuai jam kerjanya, yang non 24 jam hanya tutup di tanggal merah,” ujar Kepala Seksi Pelayanan […]

  • PosIND Dipercaya Kirim 53 Ribu Koper Jamaah Haji Indonesia

    PosIND Dipercaya Kirim 53 Ribu Koper Jamaah Haji Indonesia

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG ,Mbinews – Musim Haji 2025 PT Pos Indonesia (Persero) dipercaya mengirimkan koper, tas kabin, dan kursi roda Jemaah Haji asal Indonesia. Pengiriman ini dilakukan dari berbagai Kantor Cabang Utama maupun Kantor Cabang Pos Indonesia di seluruh Indonesia. Pengiriman dilakukan dari berbagai Lokasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menuju bandara keberangkatan maupun asrama haji masing-masing […]

  • Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Teknologi Harus Bekerja untuk Rakyat

    Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Teknologi Harus Bekerja untuk Rakyat

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

      BANDUNG,Mbinews  – Pemerintah Kota Bandung terus mempersiapkan diri menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kota terdepan dalam penerapan AI yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat membuka kegiatan NGULIK (Ngobrol […]

expand_less