Breaking News
Trending Tags

Hari Lahir Bung Karno: Menelusur Jejak Di Kota Kembang

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Bulan Juni identik dengan kelahiran Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno. Sudah jadi rahasia umum pula, Bandung adalah bagian terpenting dalam perjalanannya.

Tak tanggung-tanggung, ada satu perkataan Bung Karno tentang Kota Bandung yang cukup menyentuh.

“Hanya ke Bandung lah aku kembali kepada cintaku yang sesungguhnya”, demikian ungkapan Bung Karno saat menyebut Bandung.

Bukan sekadar menuntut ilmu lalu menjadi pemimpin negara, Bung Karno juga meninggalkan banyak jejak di kota ini. Humas Bandung merangkum jejak-jejaknya ke dalam beberapa tempat ini. Simak ulasannya, yuk!

  1. Rumah Ibu Inggit
    Rumah Inggit Garnasih adalah rumah yang berada di Jalan Ciateul No. 8, Bandung (sekarang Jalan Inggit Garnasih). Rumah ini merupakan wujud penghormatan kepada seorang perempuan yang ikut merintis kemerdekaan Indonesia, yaitu Inggit Garnasih.

Seperti diketahui, Inggit adalah salah satu istri Presiden Soekarno. Saat itu, Soekarno muda saat itu hendak melanjutkan sekolahnya di Bandung. Ia kemudian bersekolah di Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang kini jadi ITB.

Setelah menikah dengan Inggit, keduanya tinggal di rumah ini.

Selanjutnya, rumah ini menjadi saksi perjuangan Soekarno untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia sebelum Ia dan Inggit Garnasih dibuang ke Flores dan Bengkulu.

Ia sering melakukan pertemuan dan diskusi dengan kawan-kawannya di rumah ini dan berhasil membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dan sebagai ganti dari PNI terbentuklah PARTINDO pada 29 April 1931.

Berbagai sumber menyebut rumah ini ditempati Inggit Garnasih dan Soekarno sejak tahun 1926 sampai dengan pertengahan tahun 1934 yang saat itu masih berbentuk rumah panggung.

Selanjutnya, rumah tersebut ditempati oleh Inggit untuk kedua kalinya seorang diri pada tahun 1949 sampai tahun 1984.

  1. Gedung Indonesia Menggugat
    Awalnya, gedung ini merupakan tempat tinggal Belanda yang dibangun pada 1907. Sepuluh tahun kemudian, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda.

Dekade 1930-an, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Soekarno menjadi salah satu yang diadili.

Pada saat diadili, Soekarno memberontak dalam sidang dan melakukan pembelaan dengan judul Indonesia Menggugat. Peristiwa tersebut sangat menggegerkan Belanda hingga akhirnya pembelaan Soekarno tersebut dijadikan nama untuk gedung tersebut, yang masih digunakan hingga sekarang.

Sepanjang perjalanannya, Gedung ini mengalami beberapa perubahan fungsi. Mulai dari kantor Palang Merah Indonesia (PMI) dekade 1950-an, Gedung Keuangan (hingga 1973), juga Kantor Dinas Perdagangan & Perindustrian Provinsi Jawa Barat (1973-1999).

Setelah mengalami pengubahan fisik, gedung tersebut diberi nama menjadi Gedung Indonesia Menggugat oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, HC Mashudi pada 2005.

Baru pada 2007, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), secara resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya kelas A yang harus dirawat dan dijaga.

Saat ini, gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi.

  1. Institut Teknologi Bandung
    Institut Teknologi Bandung (dulu bernama de Technische Hoogeschool te Bandung) berdiri pada 3 Juli 1920 di bawah Pemerintah Kolonial Belanda.

Laman resmi ITB menyebut, sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920 hingga 1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH dengan hanya ada 2 orang Indonesia.

Soekarno sempat meninggalkan jejak di kampus ini. Tercatat pada 3 Juli 1926, Soekarno menjadi insinyur dari kampus ini. Ia masuk sebagai satu dari empat insinyur pribumi pertama di kampus ini.

Hingga saat ini, Institut Teknologi Bandung masih jadi salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Kota Bandung.

  1. Penjara Banceuy
    Penjara ini identik dengan perjalanan Soekarno dalam memproklamirkan kemerdekaan. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di sini.

Berbagai sumber menyebut di penjara itu, Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet non permanen.

Pada ruangan pengap ini pula, Ia menyusun pidato pembelaan (pledoi), yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad (kini Gedung Indonesia Menggugat) di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi dengan judul Indonesie Klaagt Aan (Indonesia Menggugat) pun menjadi terkenal.

Pada perkembangannya, tahun 1983, bangunan Penjara Banceuy dirobohkan untuk dijadikan pertokoan yang kelak bernama Banceuy Permai. Sementara Penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno-Hatta.

Hanya satu sel bekas Soekarno dan salah satu bagian menara pengawas dari bangunan penjara ini yang dibiarkan tersisa hingga sekarang.

  1. LP Sukamiskin
    Penjara ini dibangun pada 1918 gaya Arsitektur Eropa oleh seorang arsitek bernama Prof. CP Wolff Schoemaker.

Di penjara ini, Soekarno pernah menghuni Kamar Nomor 1 Blok Timur Atas. Ia menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel penjara Sukamiskin.

Bung Karno ditahan karena saat itu memiliki konflik politik dimana Ia bertentangan dengan Penguasa Belanda.

Kini, sel penjara yang pernah ditempati Bung Karno tersebut dijadikan sebuah museum dan diberi tulisan: “Bekas Kamar Bung Karno”.

Lapas ini juga menjadi saksi atas lahirnya sebuah karya buku berjudul “Indonesia Menggugat” yang ditulis oleh Bung Karno. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksinasi Pelajar Bukan Syarat Sekolah Tatap Muka

    Vaksinasi Pelajar Bukan Syarat Sekolah Tatap Muka

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi bersiap akan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Hal tersebut disampaikan pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sukabumi Cecep Mansur melalui sambungan telepon, Selasa (31/8/2021) siang. “Secepatnya kami akan menlakukan koordinasi kepada Wali Kota Sukabumi terkait rencana KBM secara tatap muka,” ujar Cecep kepada Mbinews.id, […]

  • PTM Satelite Borong Juara di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi

    PTM Satelite Borong Juara di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Persatuan Tenis Meja (PTM) Satelite sukses meraih kemenangan gemilang di Turnamen Tenis Meja PWI Cup-1 Kota Sukabumi yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Turnamen yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025 ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani […]

  • Pembahasan LKPJ Pansus 6 DPRD Kota Bandung Untuk Rekomendasi Kinerja Walikota tahun 2025

    Pembahasan LKPJ Pansus 6 DPRD Kota Bandung Untuk Rekomendasi Kinerja Walikota tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mninews — Pansus 6 DPRD Kota Bandung, tengah membahas Laporan Keterangan Pertanggungjwaban Wali Kota Bandung 2023-2024 yang kala itu dijabat oleh penjabat walikota (pj). Ketua Pansus 6 DPRD Kota Bandung Eko Kurniato W, S.T., M.PMat. mengatakan, pembahasan LKPJ oleh Pansus 6 ini, merupakan amanah Undang-undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Derah. Bahwa setelah […]

  • Komisi V Minta Pemprov Jabar Perhatikan Anggaran Optimalisasi Pelayanan PPSGRA Kabupaten Subang

    Komisi V Minta Pemprov Jabar Perhatikan Anggaran Optimalisasi Pelayanan PPSGRA Kabupaten Subang

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KABUPATEN SUBANG, Mbinews.id — Komisi V Minta Pemprov Jabar Perhatikan Anggaran Optimalisasi Pelayanan Ppsgra Kabupaten Subang. DPRD Provinsi Jawa Barat prihatin terhadap kebijakan anggaran yang belum maksimal di UPTD PPGSRA Subang. Terutama terkait dengan pendidikan anak-anak yang berada ditempat tersebut. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya saat […]

  • Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandung Dorong Akselerasi Inovasi Digital dan Peningkatan SDM Pelayanan Admindukcapil

    Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandung Dorong Akselerasi Inovasi Digital dan Peningkatan SDM Pelayanan Admindukcapil

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., menjadi narasumber dalam talk show di Radio PRFM Bandung, dengan mengusung tema “Akselerasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Admindukcapil) di Kota Bandung”, pada Selasa, 21 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Radea […]

  • Periode Januari Hingga September, Realisasai Pajak Daerah di Kota Sukabumi Mencapai 103,14 Persen

    Periode Januari Hingga September, Realisasai Pajak Daerah di Kota Sukabumi Mencapai 103,14 Persen

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Realisasai penerimaan pajak daerah di Kota Sukabumi pada periode Januari sampai September mencapai Rp37.940.940.330, atau mencapai 103,14 persen. Jumlah perolehan tersebut tentunya bisa dikatakan sudah melebihi batas yang sudah ditentukan.”alhamdulillah, meskipun situasi pandemi Covid-19 ini, pendapatan pajak daerah yang masuk mencapai Rp37 miliar lebih,”ungkap Kabid Pendataan dan Penetapan Pajak Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) […]

expand_less