Breaking News
Trending Tags

Jumlah Dokter Gigi Spesialis Masih Minim

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id -Indonesia masih sangat membutuhkan dokter gigi spesialis. Oleh karenanya, jumlah dokter gigi spesialis perlu ditingkatkan.

Hal ini disampaikan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri dalam acara talkshow PDGI Kota Bandung di Holiday Inn, pada Rabu, 1 Juni 2022.

“Dokter gigi spesialis di Indonesia ini kurang. Di ASEAN saja, kita setara dengan negara kelas menengah bawah. Kita cuma punya 4.500 jumlah dokter gigi spesialis se-Indonesia. Dan ini rata-rata hanya menumpuk di kota besar,” ujar Usman.

Padahal, menurutnya perlu ada pemerataan tenaga medis sampai ke daerah terpencil. Jika tak ada regulasi dan percepatan regenerasi, dalam kurun 15 tahun kebutuhan akan dokter gigi spesialis tidak bisa terpenuhi.

“Saya berharap Unpad (Universitas Padjadjaran) dan universitas lain di kota besar melalui poli gigi umumnya bisa mencetak dokter gigi baru. Mereka bisa ditempatkan ke daerah terpencil yang kita ikat melalui regulasi,” usulnya.

Menanggapi hal ini, Ketua PDGI Kota Bandung, drg. Sri Mulyanti mengatakan, jika memang sebagian besar dokter gigi terutama spesialis masih menumpuk di kota-kota besar.

“Di Bandung, dokter gigi umum itu ada sekitar 1.400. Itu pun tidak semua aktif praktik ya. Ya memang kalau saya pikir, jumlah dokter gigi itu terlalu menumpuk di kota besar,” ungkap perempuan yang kerap disapa Yanti.

Menurutnya, belum meratanya jumlah dokter gigi di daerah terpencil juga berdampak dari kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai. Sebab, dokter gigi membutuhkan dukungan fasilitas, minimal kursi gigi untuk melakukan tindakan.

“Dokter gigi itu butuh alat, misalnya kursi gigi. Kalau tidak ada fasilitasnya, para dokter gigi juga tidak bisa maksimal melayani. Nantinya malah hanya penyuluhan. Saya pikir perlu didukung juga dengan fasilitas memadai sebelum diterjunkan ke daerah yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan apresiasinya untuk seluruh dokter gigi yang telah memberikan pelayanan maksimal di tengah pandemi.

“Rentan sekali dokter gigi ini terpapar karena Covid-19 itu kan dari droplet air liur ya. Mudah-mudahan setelah Kota Bandung masuk endemi, para dokter gigi bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi pada masyarakat,” tutur Yana. (din)*

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Walikota Bandung Dampingi Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

    Wakil Walikota Bandung Dampingi Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memberikan vaksinasi Covid-19 kepada siapapun, termasuk bagi penyandang disabilitas. Sebab untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity harus mencakup berbagai kelompok masyarakat, termasuk kaum disabilitas. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menegaskan itu saat mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan vaksinasi di Wyata Guna, Jalan Pajajaran Kota Bandung, […]

  • Oded: Olahraga Ciptakan Kebahagiaan

    Oded: Olahraga Ciptakan Kebahagiaan

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id — Olahraga tidak hanya sekedar berkenaan dengan kesehatan semata, tetapi juga turut memberikan sumbangsih menciptakan kebahagiaan. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Bandung berupaya untuk mengakomodir masyarakat berolahraga. Hal itu juga yang dipesankan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat melantik pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Bandung periode 2019-2024 di Auditorium Rosada, […]

  • Anak 12 Tahun ke Bawah Belum Bisa Masuk Mal

    Anak 12 Tahun ke Bawah Belum Bisa Masuk Mal

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Meskipun telah diberikan izin operasional, namun ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh pengelola pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi, dalam melakukan operasional setiap harinya. Salah satunya adalah, dilarangnya anak usia di bawah 12 tahun untuk memasuki pusat perbelanjaan. Irwansyah Manager Citimal Sukabumi berharap, agar ada solusi dari pemerintah terkait peraturan tersebut, Minggu […]

  • SehatQ dan Enervon-C Buka Sentra Vaksinasi di Tangerang

    SehatQ dan Enervon-C Buka Sentra Vaksinasi di Tangerang

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews.id – Startup di bidang health tech SehatQ kembali membuka sentra vaksinasi Covid-19 di pusat perbelanjaan QBig BSD City, Tangerang, Banten. Vaksinasi dosis pertama ini terbuka bagi usia 18 tahun ke atas, yang memiliki KTP tanpa batasan domisili di Indonesia. “SehatQ membuka sentra vaksinasi, kali ini dengan dukungan Enervon-C agar masyarakat yang belum mendapatkan […]

  • Minimnya Penegakan Hukum Sehingga Peningkatan Volume Sampah di Kota Bandung Sulit diatasi

    Minimnya Penegakan Hukum Sehingga Peningkatan Volume Sampah di Kota Bandung Sulit diatasi

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Meski telah melewati masa darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap menerapkan sejumlah strategi dalam menangani peningkatan volume sampah. Mulai dari memilah, mengedukasi, Maggotasi, hingga mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi. Pj Wali Kota Bandung bambang Tirtoyuliono mengatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat sampah di Kota Bandung sulit teratasi. Di antaranya perilaku mindset, […]

  • DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

    DPRD Jawa Barat Kritik Soal Investasi dan Daya Serap Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kota Bandung, Mbinews.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iwan Suryawan mengkritisi masih tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jabar periode Agustus 2024 yang tembus diangka 6,75% tertinggi dibandingkan nasional 4,91%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar disebutkan, tingginya TPT tersebut dikontribusi dari tak terserapnya tenaga kerja […]

expand_less