Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

MUI Jabar Menolak Keras Legalisasi Ganja Untuk Pengobatan

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBImews.id  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menolak upaya beberapa kalangan di Indonesia yang menuntut legalisasi ganja untuk pengobatan. Penolakan itu disampaikan Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, Jumat (19/7/2019).

Menurut Rafani, kajian legalisasi ganja untuk pengobatan belum tuntas. Dari kajian yang pernah diia ikuti, banyak pendapat yang menyatakan ganja tidak bisa digunakan untuk obat. Selain itu, ukuran atau parameter kedaruratan ganja sebagai obat pun tidak jelas.

“Justru unsur memabukkan atau mudaratnya lebih besar dibanding manfaatnya (sebagai obat). Karena itu (ganja) tetap haram,” kata Rafani.

Atas dasar pertimbangan itu, ujar Rafani, MUI Jabar tegas menolak legalisasi ganja apa pun alasan yang mendasarijya, termasuk menjadikan ganja sebagai obat atau pengobatan suatu penyakit.

“Jika dilegalkan, justru akan semakin disalahgunakan atau penggunaan ganja tanpa pengetahuan medis. Orang bisa berdalih untuk obat atau apa gitu. Tapi nanti digimanain lagi lah, dioplos, dicampur. Jangankan dilegalisasi untuk obat, tidak (dilegalisasi atau dilarang) pun orang merekayasa ya,” ujar dia.

Disinggung tentang dalih orang bahwa ganja dapat menyembuhkan beberapa penyakit, Rafani menuturkan, hal itu harus dinilai dari keseriusan penyakit dan tindakan medisnya terlebih dulu.

“Makan babi pun boleh kalau dalam keadaan darurat. Orang nyasar di tengah hutan enggak ada apa-apa, kalau enggak makan dia mati, ada babi, baru dia boleh (makan). Jadi keadaan daruratnya jelas.  Tapi kan sekarang keadaan darurat dibutuhkannya ganja itu seperti apa? Sekarang obat masih banyak, macem-macem. Maka kami menolak dan tidak merekomendasi (ganja sebagai obat), karena banyak tidak manfaatnya,” tutur Rafani. (**)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Kembali Raih Penghargaan Tingkat  Nasional Bidang Kesehatan

    Pemkot Bandung Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional Bidang Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menambah koleksi penghargaan di tingkat nasional. Kali ini, penghargaan bidang kesehatan dalam Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Award III-2019. Pemkot Bandung mendapatkan penghargaan Platinum Award dalam kategori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Yaitu atas inovasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung yakni Bandung Emergency Service Quality […]

  • IKWI Gelar Webinar Tema: Sehat Kelola Dana dengan Fasilitas Pinjol dan Uang Digital

    IKWI Gelar Webinar Tema: Sehat Kelola Dana dengan Fasilitas Pinjol dan Uang Digital

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id –  Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar Webinar di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (9/8). Acara dalam rangkaian HUT Ke-61 IKWI mengambil tema “Sehat Kelola Dana dengan Fasilitas Pinjol dan Uang Digital”. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan, pemahaman mengenai Pinjol penting karena banyak anggota […]

  • TMI PPDB Jabar 2019, Penerimaan PPDB Online Tingkat SMA Tidak Transparan

    TMI PPDB Jabar 2019, Penerimaan PPDB Online Tingkat SMA Tidak Transparan

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Koordinator Kajian Tim Monitoring Independen (TMI) PPDB Jabar 2019 menilai penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 online tingkat SMA tidak transparan. Hal itu tampak pada tidak adanya data passing grade siswa diterima dan tidak. Koordinator Kajian TMI PPDB Jabar 2019 Iwan Hernawan menyayangkan tidak munculnya data detail calon peserta didik pada PPDB […]

  • Agar Bisa Bersaing Ditingkat Global, Cotton USA  Komitmen Mendampingi Para Pelaku Industri Manufaktur Di Indonesia

    Agar Bisa Bersaing Ditingkat Global, Cotton USA Komitmen Mendampingi Para Pelaku Industri Manufaktur Di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id  –  Cotton Council International (CCI), asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dan produk kapas manufaktur di seluruh dunia dengan merek dagang Cotton USA, kembali berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Seminar bersama  yang diadakan oleh CCI dan API dengan Rieter India yang bertemakan “The Economics of The Mills” oleh […]

  • Made Rediyudana Dilantik Menjadi Ketua Peradi Bale Bandung, Segera Launching Aplikasi Akang Desa

    Made Rediyudana Dilantik Menjadi Ketua Peradi Bale Bandung, Segera Launching Aplikasi Akang Desa

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Sebanyak 100 lebih Pengurus DPC Peradi Bandung Raya secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Peradi, Oto Hasibuan di gedung Sabilulungan Soreang (31/5/2024) dan juga disaksikan Bupati Bandung Dr. HM.Dadang Supriatna SIp. MSI. Oto Hasibuan mengatakan, pelantikan DPC Peradi Bale Bandung sangat luar biasa sekali, ternyata Ketua DPC banyak penggemarnya dan ini […]

  • Diduga Terafiliasi Parpol, Seleksi Komisioner KPU di Empat Wilayah Resmi Diulang

    Diduga Terafiliasi Parpol, Seleksi Komisioner KPU di Empat Wilayah Resmi Diulang

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Menyikapi kekosongan komisioner di tubuh KPU yang terdapat pada empat kota dan kabupaten di Jawa Barat, Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia membenarkan terjadinya hal tersebut. Menurut Hedi saat dikonfirmasi usai menghadiri kegiatan Kirab Pemilu Tahun 2024 di Kota Sukabumi, dirinya menyebutkan bahwa ada kekosongan komisioner pada KPU di Kota Sukabumi […]

expand_less