Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Ombudsman Apresiasi Penanganan Aduan Masyarakat Lewat SP4N LAPOR! Pemkot Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menyelesaikan aduan masyarakat melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).

Sebanyak 97,4 persen aduan sepanjang tahun 2021 tuntas terselesaikan.

Meski demikian, masih ada beberapa catatan dari Ombudsman Jabar terkait zona kuning pelayanan publik yang masih terjadi di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bandung.

Untuk memastikan pelayanan publik Kota Bandung bisa menjadi percontohan bagi kota dan kabupaten lainnya, Kepala Ombudsman Perwakilan Jabar, Dan Satriana mengusulkan, perlu dibentuknya tim monitoring dan evaluasi (monev).

Tim ini berfungsi sebagai penyamarataan kualitas pelayanan publik di seluruh SKPD Kota Bandung.

“Kami berharap ada tim yang melakukan monev secara berkala karena ini juga dijadikan penilaian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB),” kata Dan seusai diskusi bersama Wali Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Senin, 13 Juni 2022.

“Sehingga di Kota Bandung tidak terjadi jomplang zona, ada yang sudah hijau, tapi yang lain masih kuning, bahkan merah,” imbuh Dan.

Ia juga menekankan agar Pemkot Bandung terus mengoptimalkan aplikasi LAPOR! dengan memperkuat kapasitas para operator yang ada di seluruh unit layanan.

“Sebab, indikator dari kota cyber itu bukan banyaknya jumlah aplikasi, tapi seberapa besar manfaat dari aplikasi ini untuk masyarakat dan menjadi bahan pengambilan keputusan bagi pemerintah,” jelasnya.

Senada dengan Dan, Kepala Keasistenan Pencegahan Malaadministrasi Ombudsman Jabar, Fitri Agustin mengatakan, beberapa pihak terkait yang bisa menjadi tim monev pelayanan publik antara lain Inspektorat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Bagian Organisasi.

“Ada kolaborasi antar SKPD maupun lintas instansi. Harapannya, di era digital ini, website pelayanan publik bisa lebih baik,” tuturnya.

“Kami tidak melihat dari sisi mewahnya, tapi lebih kepada kejelasan dari informasi yang diberikan SKPD kepada masyarakat. Sehingga potensi dari malaadministrasi jadi rendah,” papar Fitri.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, Pemkot Bandung terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik terutama dalam menyelesaikan semua pengaduan yang masuk melalui aplikasi LAPOR!.

“Kami distribusikan ke dinas-dinas, bahkan sampai kewilayahan. Setiap pengaduan yang masuk ke LAPOR! dalam tiga hari sudah harus direspon oleh dinas terkait atau yang memberikan pelayanan publik di Kota Bandung,” ujar Yana.

Ia juga mengakui, masih banyak pelayanan yang perlu ditingkatkan, terutama pada fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas yang menjadi kebutuhan banyak orang.

“Di Kota Bandung, SKPD yang masih zona kuning itu ada Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) mkarena memang dinamikanya sangat luar biasa,” kata Yana.

“Dinkes juga karena memang garda terdepan dalam kesehatan melalui 80 puskesmas, pasti ada hal-hal yang perlu kita perbaiki bersama,” tambahnya.

Dalam diskusi ini, Diskominfo Kota Bandung ditetapkan sebagai penanggung jawab utama tim monev pelayanan publik.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A. Brilyana mengaku akan memastikan agar seluruh aduan yang masuk dalam LAPOR! bisa terselesaikan dalam waktu maksimal 14 hari pasca menerima laporan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan seluruh admin LAPOR! yang ada di SKPD untuk menyelesaikan semua aduan masyarakat. 3 persen laporan yang belum tuntas tahun 2021 juga alhamdulillah sudah kami selesaikan,” kata Yayan

Ia juga memastikan akan membantu para SKPD di Kota Bandung untuk memiliki standar pelayanan yang terbaik melalui website.

“Kita harus memberikan standar pelayanan yang baik di website. Website yang bagus itu jika komunikatif, informatif, dan terigrasi. Maka, kami juga membuka pengaduan terbuka lewat PPID,” imbuhnya.

Masukan lain dari Ombudsman Jabar dalam pelayanan publik Pemkot Bandungberupa penataan dan pengelolaan aset daerah yang harus terinventarisasi dengan baik sampai pada sertifikasi. Dengan begitu, bisa meminimalisasi aduan-aduan aset di kemudian hari. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Kota Sukabumi Sosialisasikan Ambulance SIGAP dan Home Care

    Dinkes Kota Sukabumi Sosialisasikan Ambulance SIGAP dan Home Care

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, mendampingi Dinas Kesehatan  Kota Sukabumi menggelar sosialisasi pelayanan ambulance siap, ikhlas, segera antar jemput pasien (SIGAP) dan home care. Lurah Subangjaya Jumyati menjelaskan, ambulance SIGAP dari Dinkes ini siap melayani masyarakat secraa gratis bagi yang sakit. “Adapun, program home care pelayanan kesehatan dan perawatan buat masyarakat yang […]

  • Dinkes Kota Sukabumi  Susun Anggaran Untuk Penanganan Covid-19

    Dinkes Kota Sukabumi Susun Anggaran Untuk Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi masih menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 yang akan diajukan ke Pemerintah Daerah. “Kemarin sudah diajukan sekian rupiah, namun karena ada perubahan dinamika yang cepat, jadi kita akan susun usulan anggaran untuk penanganan Covid-19 tersebut,”tutur Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Sukabumi dr Wahyu Handriana, […]

  • Ratusan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi, BRI Turun Langsung Salurkan Bantuan

    Ratusan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sukabumi, BRI Turun Langsung Salurkan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sukabumi || MBInews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui aksi nyata Insan BRILian bergerak cepat memberikan respons terhadap bencana pergerakan tanah yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil menyusul ditetapkannya Status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi selama tujuh hari, terhitung sejak 4 […]

  • Reses Anggota DPRD Kabupaten Bandung di Desa Jagabaya

    Reses Anggota DPRD Kabupaten Bandung di Desa Jagabaya

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Dalam upaya mendengarkan suara masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, Dadang Hemayana, S.Ip., melaksanakan reses Masa Sidang III tahun 2025 di cafe ebod yang terletak di Desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung pada Kamis (21/8/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh Desa Jagabaya, perwakilan desa, ibu-ibu TP PKK, […]

  • Desa Gunungsari Banjir 38 Kali: Butuh TPT Sungai Ciberes

    Desa Gunungsari Banjir 38 Kali: Butuh TPT Sungai Ciberes

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    MBInews.id – Sungai Ciberes sangat membutuhkan pembuatan senderan sebagai tanggul penahan tanah (TPT). Hal itu disampaikan masyarakat Desa Gunungsari kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady ketika melakukan reses di desa tersebut. 11 Nopember 2022 Daddy menyatakan bahwa, “Ciberes sudah 38 kali kebanjiran. Seluruh masyarakat dan pemerintah Desa Gunungsari mengajukan pembuatan TPT Sungai Ciberes. […]

  • Akibat Kemarau Panjang, Tiga Sumber Mata Air Milik PADM-TBW Kota Sukabumi Susut.

    Akibat Kemarau Panjang, Tiga Sumber Mata Air Milik PADM-TBW Kota Sukabumi Susut.

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Menyusutnya tiga sumber mata air baku yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PADM-TBW) Kota Sukabumi, berdampak terhadap penditribusian air ke pelanggan. Pasalnya, tiga sumber mata air yang ada saat ini debit airnya sudah menyusut mencapai 50 sampai 60 persen lebih dimusim kemarau ini.”Menyusutnya cukup besar 50 hingga 60 […]

expand_less