Breaking News
Trending Tags

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya Mengkritisi Kenaikan UMP Jabar Tahun 2024

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews, — Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengkritisi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar Tahun 2024. Sebab kenaikan UMP harus memperhatikan realitas di lapangan, kondisi rakyat, inflasi, kemampuan daya beli masyarakat yang saat ini cenderung melemah.
Adapun UMP Jabar yang telah ditetapkan dengan kenaikan kenaikan 3,57 persen, atau naik Rp 70.825 dari Rp 1.986.670 menjadi Rp 2.057.495.

Menurutnya, para pekerja kurang puas terhadap kenaikan UMP 3,57 persen tersebut, salah satunya 11 perwakilan serikat pekerja Jabar yang baru-baru ini melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Jawa Barat terkait kenaikan UMP Jabar Tahun 20234.

“Kami menangkap (memahami) ketidakpuasan masyarakat, salah satunya dari 11 perwakilan serikat pekerja wilayah Jabar yang mengadukannya kepada kami,” kata Abdul Hadi Wijaya dalam keterangan tertulisnya yang disebar kepada media massa, Jumat (01/12/2023).

Masyarakat atau kelompok serikat pekerja lanjut Abdul Hadi Wijaya, kurang puas karena UMP Jabar 2024 yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 561/Kep.768-Kesra/2023 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan yang diketahui regulasi tersebut merupakan revisi dari PP 36 Tahun 2021 dan PP 78 Tahun 2015.

Selain itu, para pekerja kurang puas karena proses penetapan UMP Jabar Tahun 2024 tersebut dianggap para pekerja tidak mengakomodir aspirasi pekerja.

“Mereka kurang puas, penyebabnya karena UMP Jabar Tahun 2024 mengacu PP Nomor 51 Tahun 2023, dan yang dipermasalahkan pekerja itu prosesnya yang dianggap tidak menampung aspirasi para pekerja, itu yang disampaikan para pekerja kemarin,” tegasnya.

“Para pekerja meminta penetapan UMP Jabar Tahun 2024 itu mempertimbangkan juga kenaikan harga bahan pokok,” sambungnya.

Selain UMP Jabar Tahun 2024, para pekerja pun menyinggung soal Upah Minimum Kota dan Kabupaten atau UMK. Dalam audiensi baru-baru ini, para pekerja mengeluhkan soal UMK para pekerja lama dan baru yang disamaratakan. Para pekerja meminta UMK justru dibedakan antara pekerja lama dan baru.

Menurutnya, keluhan hingga aspirasi para pekerja tersebut akan diperjuangkan atau disampaikan Komisi V DPRD Jawa Barat kepada Pemprov Jabar. Termasuk akan disampaikan juga ke DPR RI, kementerian terkait dan presiden.

“Upah para pekerja yang sudah puluhan tahun dengan pekerja baru diminta dibedakan, mereka (para pekerja) meminta tidak disamaratakan,” tutupnya. ***

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Nama Digodok DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung untuk Pilkada

    Tiga Nama Digodok DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung untuk Pilkada

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil Bupati Bandung di partai Nasdem kabupaten Bandung sudah mengerucut. Sejumlah nama bakal calon Bupati/Wakil Bupati yang telah mendaftar, kini tengah dirapatkan DPD Partai Nasdem. Dalam pleno itu, akhirnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bandung menetapkan sebanyak 3 nama kader terbaik Kabupaten Bandung untuk diusung […]

  • Hari Pertama Pasar Murah, Lebih dari 100 kg Telur Ludes

    Hari Pertama Pasar Murah, Lebih dari 100 kg Telur Ludes

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menggelar Pasar Murah di 30 kecamatan dari 19 September-11 Oktober 2022 mendatang. Hari pertama Pasar Murah diadakan di tiga kecamatan, yakni Rancasari, Cinambo dan Kiaracondong. Antusias warga terlihat dari panjangnya antrean di beberapa stan. Bahkan, menurut Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota […]

  • Akibat Kehabisan Stok,Kepala DKP3 Kota Sukabumi Usulkan Penambahan Pupuk Subsidi Ke Provinsi Jabar

    Akibat Kehabisan Stok,Kepala DKP3 Kota Sukabumi Usulkan Penambahan Pupuk Subsidi Ke Provinsi Jabar

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    SUKABUMI- Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi megalami kelangkaan diwilayahnya. Hal ini setelah ada laporan dari sejumlah para petani yang mengeluhakn pupuk subsidi tersebut sulit didapat.”Benar, pupuk subsidi di wilayah kita habis,”ujar Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan. Kamis, (24/9/2020).Andri juga memebatah jika harga pupuk alami kenaikan harga, […]

  • PLH Kota Bandung Hadiri Rangkaian HUT Ke 77 Polri

    PLH Kota Bandung Hadiri Rangkaian HUT Ke 77 Polri

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menghadiri upacara dan syukuran Hari Ulang Tahun ke-77 Bhayangkara Polri di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu 1 Juli 2023. Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Ema mengucapkan selamat ulang tahun ke-77 Bhayangkara Polri. Ia berharap Pemkot Bandung dan Polri sama-sama menjaga semangat memberikan pelayanan terbaik […]

  • Resesi Ekonomi Berdampak Terhadap Pembangunan Kota Sukabumi

    Resesi Ekonomi Berdampak Terhadap Pembangunan Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, terkait kemungkinan terburuk resesi ekonomi global yang akan terjadi pada tahun 2023 mendatang, tentunya akan berdampak terhadap perencanaan pembangunan di Kota Sukabumi, Jumat (28/10). Menurut Reni, saat ini memang belum terjadi resesi, namun  Pemerintah Kota Sukabumi tentunya harus mengantisipasi […]

  • Dana Zakat untuk Pemberdayaan, BAZNAS Jabar Fasilitasi Hapus Tato Gratis

    Dana Zakat untuk Pemberdayaan, BAZNAS Jabar Fasilitasi Hapus Tato Gratis

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG,Mbinews  – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menggandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur menghadirkan layanan hapus tato gratis bagi masyarakat yang menghadapi kendala dalam memperoleh pekerjaan. Program yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026), menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jabar memanfaatkan dana zakat untuk mendorong […]

expand_less