Breaking News
Trending Tags

Petani di Kota Sukabumi Keluhkan Harga Pupuk Naik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI-MBInews.id – Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa jenis pupuk saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Kelompok Tani asal Kampung Cibungur, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Aisyah (57), dirinya mengaku dengan tingginya harga pupuk terpaksa harus menghentikan tanam padinya.Padahal Aisyah sebelumnya sudah melakukan penggemburan lahanya.”Pas saya mau beli pupuk untuk memupuk benih padi yang akan ditanam, eh harga pupuk naik, terpaksa saya hentikan dulu menanam padinya,”keluh Aisyah. Rabu, (23/9/2020).
Aisyah menuturkan, pupuk yang naik itu jenis urea yang biasanya satu kilo itu dibandrol sekitar Rp2.500, kini menjadi Rp7 ribu/kg, begitu juga dengan jenis phonska yang tentu saja akan lebih tinggi dari harga pupuk urea.”Dulu harga Pupuk urea itu per karung mencapai Rp90 ribu, dan phonska per karungnya Rp115 ribu, tapi kata teman saya phonska itu menjadi Rp140 ribu per karungnya. Selain naik, pupuk juga sulit didapat saat ini,”bebernya.
Aisyah mengutarkan, jika tetap dipaksakan tentu saja akan merugi, sebab tak sebanding dengan pendapatan. Apalagi saat ini tenaga penggarap juga ikut naik, tentu saja akan sangat merugi.”Rugi dong Pak, biaya produksi saya akan lebih tinggi dibanding dengan hasilnya nanti,”ungkapnya.
Aisyah merasa bingung kenapa harga pupuk bisa naik, sementara harga jual gabah tetap. Jika situasi ini berlanjut, tentu saja akan berdampak juga terhadap perkonomian petani di wilayahnya.”Harga gabah basah yang saya jual itu masih diangka Rp400 ribu per satu kwintal, dengan lahan yang saya miliki 2.500 are. Disisi lain harga pupuk naik, tapi harga gabah tetap. Saya pusing pak,”tuturnya.
Aisyah berharap pemerintah bisa memberikan solusinya, atas kenaikan pupuk tersebut. Ditambah pupuk subsidi juga susah didapat.”Saya minta pemerintah mencarikan solusinya, jangan sampai petani akam berhenti memproduksi padi,”pungkasnya. ardan

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Samudera Indonesia Beri Bantuan 60 Tabung Oksigen Untuk RSUD Kota Bandung

    PT Samudera Indonesia Beri Bantuan 60 Tabung Oksigen Untuk RSUD Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Dalam rangka membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengakselerasi penanganan pandemi Covid-19, PT. Samudera Indonesia memberikan bantuan berupa 60 tabung okisgen ukuran 7 meter kubik dengan total nilai Rp350 Juta kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung. Secara simbolis, penyerahan bantuan dilakukan di Balai Kota Kota Bandung, Rabu 25 Agustus 2021. Turut […]

  • IKWI Jabar Ikuti Mukernas 2022 di Kendari Sultra, IKWI Dorong Semangat Berorganisasi yang Berkualitas

    IKWI Jabar Ikuti Mukernas 2022 di Kendari Sultra, IKWI Dorong Semangat Berorganisasi yang Berkualitas

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Barat mengikuti  Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IKWI di Kendari Sulawesi Tenggara, Selasa 8 Februari 2022. Mukernas Kendari 2022 dihadiri oleh 18 Provinsi dengan 34 peserta dan 100 peninjau. Mukernas Kendari 2022 sebagai ajang pemaparan program kerja 2021 yang telah dilakukan dan target program kerja yang akan […]

  • Walikota Sukabumi Targetkan Angka Kemiskinan Dibawah 5 Persen

    Walikota Sukabumi Targetkan Angka Kemiskinan Dibawah 5 Persen

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id — Angka kemiskinan di Kota Sukabumi alami penurunan. Jika di tahun 2018 lalu jumlah warga miskin mencapai 8,03%, tahun 2019 ini berada di posisi 7,12% dari jumlah penduduk sebanyak 328 ribu. “Target saya, angka kemiskinan di bawah 5 persen, Insya Allah selama periode saya  bisa terwujud,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi usai menyerahkan […]

  • Gebrak Masker, TP-PKK Bagikan 15 Ribu Masker Kepada Warga Se-Kota Bandung

    Gebrak Masker, TP-PKK Bagikan 15 Ribu Masker Kepada Warga Se-Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung akan membagikan 15 ribu masker kepada warga. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan oleh TP PKK seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kota Bandung. Aksi ini merupakan bagian dari kegiatan “Gebrak Masker” yang digagas oleh Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian. Kegiatan tersebut diresmikan langsung […]

  • Wali Kota Kejar PAD Rp650 Miliar pada 2026

    Wali Kota Kejar PAD Rp650 Miliar pada 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp650 miliar dari Rp535 miliar pada 2026, dengan membentuk Tim 10 Optimalisasi Pajak Daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. “Tim 10 ini berisi seluruh kepala perangkat daerah untuk menormalkan kepatuhan pajak sesuai aturan dan tidak keluar dari koridor hukum,”ujar Ayep usai memimpin Rapat Evaluasi Optimalisasi […]

  • Penataan Kabel di Kota Bandung Terus Dilaksanakan Capai 123 Kilometer

    Penataan Kabel di Kota Bandung Terus Dilaksanakan Capai 123 Kilometer

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengakselerasi penataan kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan membahayakan. Sejak tahun 2022, penataan kabel telah mencapai panjang total sekitar 123 kilometer dan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah kota terbebas dari kabel udara. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menilai, penataan ini menyangkut keamanan […]

expand_less