Breaking News
Trending Tags

Minimnya Penegakan Hukum Sehingga Peningkatan Volume Sampah di Kota Bandung Sulit diatasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Meski telah melewati masa darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap menerapkan sejumlah strategi dalam menangani peningkatan volume sampah.

Mulai dari memilah, mengedukasi, Maggotasi, hingga mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi.
Pj Wali Kota Bandung bambang Tirtoyuliono mengatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat sampah di Kota Bandung sulit teratasi.

Di antaranya perilaku mindset, edukasi sosialisasi, dan koordinasi yang masih kurang, volume produksi sampah tinggi, serta minimnya penegakan hukum.
“Edukasi sosialisasi terus kita lakukan. Secara bertahap itu mendorong mindset yang berubah. Dari masyarakat yang tadinya hanya membuang sampah, sekarang jadi mengolah sampah.

Tujuannya agar volume sampah yang dibuang ke TPA itu semakin berkurang,” ungkap Bambang kepada wartawan di balaikota belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan, saat ini sampah organik sudah tidak boleh dibuang ke TPA Sarimukti. Sehingga pengolahannya harus diperbanyak di hulu.

Sejak Januari 2024, dari 151 kelurahan di Kota Bandung, sudah ada 125 kelurahan yang mengoperasikan rumah maggot. Dengan ini, total sampah organik yang sudah diolah dengan maggotisasi mencapai 377 ton hingga

Dudy berharap, targetnya rumah maggot bisa mengolah 1 ton sampah organik per hari di setiap kelurahan. Sehingga totalnya sebanyak 151 ton sampah per hari bisa berkurang jika semua kelurahan aktif mengoperasikan rumah maggot.

Namun, maggot itu siklusnya 35 hari. Sehingga penambahan kapasitasnya perlu waktu. Rencananya kami akan bantu sediakan mesin bubur untuk mengolah sampah organik, sehingga bisa mempercepat pengolahan oleh maggot,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyuplai maggot ukuran besar dari KBS ke rumah maggot di seluruh kelurahan agar peningkatan sampah organik bisa lebih cepat.
“Kami juga mendorong hotel, resto, kafe di sekitar rumah maggot untuk menyuplai sampah organik ke rumah maggot yang ada di kelurahannya. Rumah maggot yang sudah dibangun bisa dikolaborasikan dengan Buruan Sae agar lebih produktif dalam menghasilkan pangan,” imbuh Dudy.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) siap membantu Pemerintah Kota Bandung mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung. ITB siap mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah.
Pegiat Lingkungan ITB, Indria Diah Pratiwi menyampaikan,ada sejumlah solusi dalam penanganan sampah di Kota Bandung.

“Pendekatan yang coba kami lakukan itu tidak hanya ambil sampah terus dibawa ke satu lokasi, tetapi menitikberatkan pada edukasinya,” jelas Indria.
Menurut Indria, pihak yang bertanggung jawab dalam menangani sampah adalah sumber sampah tersebut.
“Kami Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB memiliki beberapa mitra dalam penanganan sampah komersil di Kota Bandung. Salah satunya adalah hotel bintang 5. Kami mengedukasi dengan cara menjelaskan bahwa dalam pengolahan sampah ini tetap yang bertanggung jawab adalah sumbernya,” jelasnya.

Penggiat lingkungan ITB lainnya, Ramadhani Eka Putra menyampaikan solusi penanganan sampah di Kota Bandung dengan cara mengedukasi sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Salah satu solusi penanganan sampah yang sudah kami (SITH) terapkan adalah dengan mengedukasi ke PAUD, sekolah dasar dan tingkat selanjutnya,” jelas Rama.

Menurutnya, mengedukasi sejak usia dini akan lebih efektif karena mereka belum memiliki kesadaran ego yang tinggi sehingga bisa mudah diedukasi.
“Ke depannya kami akan mengusahakan kepanduan lingkungan sejak PAUD. Semacam Pramuka,” jelasnya.
ITB juga meminta untuk membuat pilot project pengelolaan sampah di salah satu pasar di Kota Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memberikan lampu hijau kepada SITH untuk pengelolaan sampah kompos di salah satu pasar sebagai pilot project.

Baik akan saya izinkan piloting project pengelolaan sampah kompos. Kemungkinan antara Pasar Gedebage atau Pasar Caringin,” jelasnya.

Bambang berharap, ITB bisa mencarikan solusi karena Pemkot Bandung juga memiliki keterbatasan.
“Masalah sampah ini tidak akan selesai jika hanya dari Pemerintah saja, karena membutuhkan peran dari berbagai stakeholder,” pungkasnya.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Dari Wafatnya Asih, Yana Minta Seluruh Faskes Sigap

    Belajar Dari Wafatnya Asih, Yana Minta Seluruh Faskes Sigap

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengingatkan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung untuk terus memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Pelayanan harus diberikan tanpa membeda-bedakan jenis fasilitas kesehatan yang dimiliki pasien. Hal itu ditegaskan Yana usai mengunjungi kediaman Arif Susanto (36) di Gang Laksana, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Sabtu 21 Mei 2022. […]

  • Puluhan Tahun Membuat Anyaman Bambu, Sarah Luput Dari Perhatian Dinas Terkait Kota Sukabumi

    Puluhan Tahun Membuat Anyaman Bambu, Sarah Luput Dari Perhatian Dinas Terkait Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Bantu suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Sarah (50) warga Jalan Bhayangkara, Gg. Alhuda, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, rela banting tulang membuat anyaman bambu untuk kemasan kueh mochi. Usaha tersebut, telah dilakukannya sejak tahun 1995 silam, Senin (11/12). Dalam keterangannya Sarah menyebutkan, dari usaha yang telah digelutinya selama puluhan tahun tersebut, dinilai […]

  • Pemkot Sukabumi Berikan Jaminan Kesehatan Kepada RT/RW se-Kota Sukabumi

    Pemkot Sukabumi Berikan Jaminan Kesehatan Kepada RT/RW se-Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Melalui Program peningkatan peran Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berusaha untuk meguatkan kembali peran RT dan RW, khususnya dalam penanganan Covid-19 saat ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Adri Setiawan Hamami, saat menghadiri kegiatan pelatihan dan bimbingan kepada RT dan […]

  • Pansus II Jawa Barat, Siti Muntamah Pelajari Perda Disabilitas Ke Yogyakarta

    Pansus II Jawa Barat, Siti Muntamah Pelajari Perda Disabilitas Ke Yogyakarta

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    D.I YOGYAKARTA, Mbinews.id — Panitia Khusus (Pansus II) DPRD Provinsi Jawa Barat mengapresiasi penerapan Perda tentang Hak Disabilitas yang sudah diberlakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan adanya Perda No. 5 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat mendapatkan informasi yang menyeluruh agar bisa diterapkan […]

  • Sopir Angkutan Mudik di Kota Bandung Terbebas dari Narkoba dan Alkohol

    Sopir Angkutan Mudik di Kota Bandung Terbebas dari Narkoba dan Alkohol

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BANDUNG,  Mbinews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memeriksa para pengemudi angkutan umum yang akan membawa penumpang mudik ke kampung halamannya. Para sopir diwajibkan dalam kondisi sehat untuk bisa membawa penumpang. Hl0al ini merupakan bagian dari uji kelayakan kendaraan alias rampcheck yang dilaksanakan Pemkot Bandung di Terminal Cicaheum, Kamis 27 Maret 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad […]

  • Jelang Pesta Rakyat, GMNI Sukabumi Raya : Akomodir Kepentingan Rakyat Jangan Datang Disaat Butuh Saja!!

    Jelang Pesta Rakyat, GMNI Sukabumi Raya : Akomodir Kepentingan Rakyat Jangan Datang Disaat Butuh Saja!!

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya Anggi Fauzi ingatkan calon kepala daerah Kabupaten Sukabumi agar senantiasa mengakomodir kepentingan rakyat. Anggi mengatakan, bahwasanya GMNI sebagai organisasi penyambung lidah rakyat tentunya berangkat dari pada amanat penderitaan rakyat yang disampaikan kepada stakeholder, terlebih hari ini bagaimana dalam menjelang momentum pesta rakyat demokrasi yang […]

expand_less