Breaking News
Trending Tags

Minimnya Penegakan Hukum Sehingga Peningkatan Volume Sampah di Kota Bandung Sulit diatasi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Meski telah melewati masa darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap menerapkan sejumlah strategi dalam menangani peningkatan volume sampah.

Mulai dari memilah, mengedukasi, Maggotasi, hingga mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi.
Pj Wali Kota Bandung bambang Tirtoyuliono mengatakan, terdapat beberapa faktor yang membuat sampah di Kota Bandung sulit teratasi.

Di antaranya perilaku mindset, edukasi sosialisasi, dan koordinasi yang masih kurang, volume produksi sampah tinggi, serta minimnya penegakan hukum.
“Edukasi sosialisasi terus kita lakukan. Secara bertahap itu mendorong mindset yang berubah. Dari masyarakat yang tadinya hanya membuang sampah, sekarang jadi mengolah sampah.

Tujuannya agar volume sampah yang dibuang ke TPA itu semakin berkurang,” ungkap Bambang kepada wartawan di balaikota belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan, saat ini sampah organik sudah tidak boleh dibuang ke TPA Sarimukti. Sehingga pengolahannya harus diperbanyak di hulu.

Sejak Januari 2024, dari 151 kelurahan di Kota Bandung, sudah ada 125 kelurahan yang mengoperasikan rumah maggot. Dengan ini, total sampah organik yang sudah diolah dengan maggotisasi mencapai 377 ton hingga

Dudy berharap, targetnya rumah maggot bisa mengolah 1 ton sampah organik per hari di setiap kelurahan. Sehingga totalnya sebanyak 151 ton sampah per hari bisa berkurang jika semua kelurahan aktif mengoperasikan rumah maggot.

Namun, maggot itu siklusnya 35 hari. Sehingga penambahan kapasitasnya perlu waktu. Rencananya kami akan bantu sediakan mesin bubur untuk mengolah sampah organik, sehingga bisa mempercepat pengolahan oleh maggot,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menyuplai maggot ukuran besar dari KBS ke rumah maggot di seluruh kelurahan agar peningkatan sampah organik bisa lebih cepat.
“Kami juga mendorong hotel, resto, kafe di sekitar rumah maggot untuk menyuplai sampah organik ke rumah maggot yang ada di kelurahannya. Rumah maggot yang sudah dibangun bisa dikolaborasikan dengan Buruan Sae agar lebih produktif dalam menghasilkan pangan,” imbuh Dudy.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) siap membantu Pemerintah Kota Bandung mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung. ITB siap mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah.
Pegiat Lingkungan ITB, Indria Diah Pratiwi menyampaikan,ada sejumlah solusi dalam penanganan sampah di Kota Bandung.

“Pendekatan yang coba kami lakukan itu tidak hanya ambil sampah terus dibawa ke satu lokasi, tetapi menitikberatkan pada edukasinya,” jelas Indria.
Menurut Indria, pihak yang bertanggung jawab dalam menangani sampah adalah sumber sampah tersebut.
“Kami Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB memiliki beberapa mitra dalam penanganan sampah komersil di Kota Bandung. Salah satunya adalah hotel bintang 5. Kami mengedukasi dengan cara menjelaskan bahwa dalam pengolahan sampah ini tetap yang bertanggung jawab adalah sumbernya,” jelasnya.

Penggiat lingkungan ITB lainnya, Ramadhani Eka Putra menyampaikan solusi penanganan sampah di Kota Bandung dengan cara mengedukasi sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Salah satu solusi penanganan sampah yang sudah kami (SITH) terapkan adalah dengan mengedukasi ke PAUD, sekolah dasar dan tingkat selanjutnya,” jelas Rama.

Menurutnya, mengedukasi sejak usia dini akan lebih efektif karena mereka belum memiliki kesadaran ego yang tinggi sehingga bisa mudah diedukasi.
“Ke depannya kami akan mengusahakan kepanduan lingkungan sejak PAUD. Semacam Pramuka,” jelasnya.
ITB juga meminta untuk membuat pilot project pengelolaan sampah di salah satu pasar di Kota Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memberikan lampu hijau kepada SITH untuk pengelolaan sampah kompos di salah satu pasar sebagai pilot project.

Baik akan saya izinkan piloting project pengelolaan sampah kompos. Kemungkinan antara Pasar Gedebage atau Pasar Caringin,” jelasnya.

Bambang berharap, ITB bisa mencarikan solusi karena Pemkot Bandung juga memiliki keterbatasan.
“Masalah sampah ini tidak akan selesai jika hanya dari Pemerintah saja, karena membutuhkan peran dari berbagai stakeholder,” pungkasnya.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus I DPRD Jawa Barat Bahas LKPJ Gubernur Jabar ke Bappenas

    Pansus I DPRD Jawa Barat Bahas LKPJ Gubernur Jabar ke Bappenas

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    DKI Jakarta – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2022, DKI Jakarta, Kamis (11/5/2023). Ketua Pansus I LKPJ Gubernur TA 2022 H. Jajang Rohana, S.Pd.I menuturkan, kunjungan kerja ke Kementerian PPN […]

  • Lewat Military Attaché Tour 2026, Kodam Siliwangi Perkenalkan Tugas dan Kesiapan Operasional TNI

    Lewat Military Attaché Tour 2026, Kodam Siliwangi Perkenalkan Tugas dan Kesiapan Operasional TNI

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menegaskan pentingnya diplomasi militer dalam membangun rasa saling percaya, meningkatkan pemahaman bersama, serta memperkuat hubungan pertahanan dengan negara-negara sahabat. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Pangdam III/Siliwangi pada penerimaan delegasi perwakilan militer negara sahabat dalam rangka Military Attaché Tour 2026 di Markas Kodam (Makodam) III/Siliwangi, Bandung, Selasa […]

  • Lindungi Para Atlet  Kota Bandung  yang Berprestasi

    Lindungi Para Atlet Kota Bandung yang Berprestasi

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Perlunya dilindungi para atlet kota Bandung yang berprestasi,hal itu terungkap dalam  Rapat Panitia Khusus (Pansus) 8  DPRD Kota Bandung  dengan  membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bandung  Ir. H Agus Gunawan mengatakan, Perda (Peraturan Daerah ) Penyelenggaraan Keolahragaan dibahas untuk melindungi para atlet berprestasi. Belajar dari.pengalaman, banyak atlet […]

  • Pansus III DPRD Jabar Serap Aspirasi Ojol

    Pansus III DPRD Jabar Serap Aspirasi Ojol

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBIInews..id – Anggota Pansus III DPRD Jabar, Faizal Hafan Farid mengatakan sistem yang digunakan di Indonesia untuk para driver atau pengemudi Ojek Online (Ojol) dengan para aplikator adalah kemitraan. Dalam hal ini, Pansus III DPRD Provinsi Jawa Barat serap masukan dari pihak aplikator layanan ojek online (ojol) saat Rapat Dengar Pendapat dalam rangka Pembahasan […]

  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB. Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15. Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana. Owi/Butet bangkit […]

  • Transparansi Pajak Daerah: BPKPD Kota Sukabumi Sebut Realisasi PBJT 2022–2025 Memuaskan

    Transparansi Pajak Daerah: BPKPD Kota Sukabumi Sebut Realisasi PBJT 2022–2025 Memuaskan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id-  Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi (BPKPD) merilis laporan realisasi Pajak Daerah dan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tahun Anggaran 2022 hingga 2025. Dalam periode tersebut, capaian penerimaan dilaporkan melampaui target yang telah ditetapkan setiap tahunnya. Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, mengatakan publikasi ini […]

expand_less