Breaking News
Trending Tags

Anggota Komisi IV DPRD Hasbullah Rahmad Siap Terus Serap dan Menyampaikan Aspirasi Masyarakat Jawa Barat

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews, — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Sekaligus Ketua Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, terus berupaya  memaksimalkan perannya dalam menyerap dan menyampaikan aspirasi warga Jawa Barat, khsusnya di Depok dan Bekasi agar bisa direalisasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selama menjabat sebagai wakil rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat, sudah banyak aspirasi masyarakat yang di kawal Hasbullah Rahmad.

Beberapa aspirasi yang dikawal Hasbullah di antaranya adalah subsidi SPP bagi siswa siswi di sekolah negeri maupun swasta, yang ada di Provinsi Jawa Barat.

“Saya  dan rekan – rekan di Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat tetap mempertahankan susbsidi SPP sekolah, baik itu sekolah negeri, swasta, hingga madrasah,” ucap pria yang juga anggota Banggar DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Menurut Hasbullah, perjuangan untuk mempertahankan subsidi SPP terbilang cukup berat, lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi, Hasbullah akan terus berupaya apa pun caranya  agar subsidi SPP tetap ada.

“Subsidi itu bisa Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta per siswa se Jawa Barat. Ini kan sangat besar sekali menguras APBD. Tapi demi keberlangsungan regenerasi di Jawa Barat, kami tetap mempeprtahankan subsidi SPP ini, karena pendidikan adalah urusan wajib bagi pemerintah,” tutur dia.

Selain masalah pendidikan, Hasbullah juga fokus dalam mengawal ketersediaan lahan sawah di Jawa Barat. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga ketahanan pangan warga Jawa Barat.

“Sawah di Jawa Barat ini sekarang kan ada  750 ribu hektar. Karena saya menjadi ketua pansus tata ruang wilayah Jawa Barat, diprediksi sampai tahun 2040an penduduk Jawa Barat kan sudah 60 juta jiwa.  Maka kalau kita bandingkan secara grafis jika tahun 2040 penduduk jawa barat sudah 60 juta lebih,  maka harus ada ketersediaan minimum tujuh juta  hektar sawah,” ungkap dia.

Oleh karena itu, lanjut Hasbullah, dari 750 ribu hektar sawah yang ada saat ini, pihaknya akan menaikkan 30 persen lahan untuk  mengimbangi pertumbuhan penduduk sampai 2040.

“Sekarang kan jumlah penduduk Jawa Barat hampir 50 juta jiwa. Itu kenapa kami targetkan naik 30% karena kami menginginkan suplai asupan pangan di Jawa Barat terpenuhi,” imbuh dia.

Hasbullah menjelaskan, untuk menunjang pertambahan lahan sawah baru ini, pihaknya akan membangun irigasi baru.

“Contoh, kami pernah membangun irigasi di Caringin Sukabumi.  Kalau irigasi di Caringin sudah nyambung maka kita bisa menciptakan 1600 hektar sawah di situ. Kedua,  kami juga akan membangun irigasi pada lahan sawah yang bercocok tanamnya hanya setahun sekali karena  mengandalkan hujan. Kalau itu kami masukan air irigasi kan bisa setahun tiga kali bercocok tanam,” kata dia.

Dia menyebut, untuk  meningkatkan produktivitas panen sawah dalam rangka  memenuhi kebutuhan pangan di  Jawa Barat, ada dua cara yang tertuang dalam aturan Perda RT/RW  Jawa Barat.

“Pertama kami  akan mengkonversi lahan lahan Palawija untuk menjadi sawah,  lewat pembangunan irigasi baru. Yang kedua, sawah yang sudah ada exciting yang mengandalkan tandan hujan itu kalau bisa dimasukan irigasi itu bisa produktivitasnya meningkat. itu bisa dua kali setahun dan tiga kali setahun,” beber dia.

Bagi Hasbullah, dengan meningkatkan kapasitas produksi di exciting lahan yang sudah ada 750 ribu hektar ini,  dan menambah luas sawah baru itu, kelak di 2040 ketika Jawa Barat sudah 60 juta penduduk, Pemerintah Jawa Barat tidak akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarkat.

“Ya kita tidak akan impor beras dari provinsi lain gitu, kan terencana programnya. agar keseimbangan ruang terbuka pangan dengan jumlah kebutuhan penduduk itu bisa seimbang,” terang dia.

Sedangkan khusus di Kota Depok, tambah Hasbullah, tidak ada lagi sawah. Hanya ada kawasan pertanian kota skala kecil. Menurut Habsullah, lahan pertanian kota di Depok ada kurang lebih 5-4 hektar pemberian dari Pemerintah Pusat kepada Kota Depok.

“Gak ada lagi sawah di Depok, adanya hanya lahan pertanian kota yang diberikan Pemerintah Pusat ke Kota Depok, itu ada di daerah Citayam. Tanaman di sana hanya berupa Palawija dan pertanian kota pada umumnya,” beber dia.

Dia menambahkan, ke depan, dia akan terus fokus mengawal pembangunan di Kota Depok. Beberapa aspirasi yang sedang dia perjuangkan adalah pembangunan sekolah baru, pembangunan destinasi wisata berbasis situ.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pembahasan Raperda APBD Perubahan Tahun 2021 Kota Sukabumi

    Ini Pembahasan Raperda APBD Perubahan Tahun 2021 Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang perubahan APBD tahun anggaran 2021, yang akan dibahas oleh Badan Anggaran DPRD Kota Sukabumi, sudah memasuki tahapan penjelasan Wali Kota Sukabumi. Sehingga, pembahasan yang dijadwalkan tuntas sampai dengan akhir bulan ini oleh anggota dewan bisa sesuai dengan target. “Iya, tadi pembahasan Raperda APBD perubahan tahun 2021 sudah masuk […]

  • Bangkitkan Ekonomi, Pemkot Bandung Upayakan Permudah Akses Keuangan Bagi Warga

    Bangkitkan Ekonomi, Pemkot Bandung Upayakan Permudah Akses Keuangan Bagi Warga

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Untuk mempermudah warga Kota Bandung memperoleh akses keuangan, Pemerintah Kota Bandung melakukan sejumlah langkah terobosan. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), ada 6 program yang dapat diakses warga. Enam program TPAKD yaitu Simpanan Pelajar, Kredit Usaha Rakyat, Bandung Melawan Rentenir, Program Bank Sampah (Kang Pisman), Buruan Sae dan Salapak Mircoshop. Pelaksana […]

  • Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Literasi dan Arsip Daerah

    Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Literasi dan Arsip Daerah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, dalam memperkuat budaya literasi dan tata kelola arsip kembali ditegaskan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Hal itu disampaikannya, saat menghadiri Silaturahmi dan Ekspose Pendataan Perpustakaan Tahun 2025, yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Sukabumi, di Lantai 3 Gedung Dispusip. Selasa (9/12/2025), Dalam kegiatan yang memaparkan konsolidasi pendataan […]

  • Akibat Harga Komoditas Naik Harga di Bulan Mei, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,09 Persen

    Akibat Harga Komoditas Naik Harga di Bulan Mei, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0,09 Persen

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mencatat, nilai inflasi pada bulan Mei 2021 sebesar 0,09 persen.”Bulan Mei kemarin, nilai inflasi Kota Sukabumi berada diangka 0,09 persen, dengan Indek Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,61,”ujar Asisten Daerah (Assda) II, Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Sukabumi, Cecep Mansur. Rabu, (23/6/2021). Cecep Mengatakan, inflasi terjadi dikarenakan, adanya kenaikan harga di […]

  • Cegah Angka Stunting, TP-PKK Kota Sukabumi Edukasi Remaja Pra Nikah

    Cegah Angka Stunting, TP-PKK Kota Sukabumi Edukasi Remaja Pra Nikah

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menekan angka stunting terus dilakukan. Bahkan, selain OPD, TP-KK Kota Sukabumi Juga ikut berkontribusi dalam penekanan permasalahan tersebut, dengan memberikan edukasi Pra-Nikah kepada para pelajar puteri, khusuanya kelas XII yang berdomisili di wilayah Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Kegiatan yang digagas oleh bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sukabumi ini, dalam […]

  • Bulan Nopember 2019, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0.28 Persen

    Bulan Nopember 2019, Kota Sukabumi Alami Inflasi Sebesar 0.28 Persen

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kota Sukabumi alami inflasi sebesar 0,28% di bulan November. Tentunya ini berbeda jika dibandingkan dengan dua bulan kebelakang, dimana Kota Sukabumi alami deflasi.”Memang kalau melihat dua bulan belakang, yakni September dan Oktober Kota Sukabumi alami deflasi. Sedangkan di bulan November alami inflasi sebesar 0,28 persen,”ujar Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota […]

expand_less