Breaking News
Trending Tags

Asyiknya Wisata Edukasi Di Museum Geologi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak destinasi wisata edukasi seperti museum. Sampai saat ini, tercatat ada 17 museum di Kota Bandung.

Humas Bandung berkesempatan mengunjungi salah satu dari museum tersebut, yakni Museum Geologi pada Selasa 18 Januari 2022.

Museum Geologi merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang sedang melancong ke Bandung.

Dari masa ke masa, Museum Geologi seolah punya tempat di hati para wisatawan. Rasanya, tempat ini seolah menjadi destinasi wajib bagi pelajar di luar Jawa Barat yang melakukan studi tur ke Bandung.

Bagi wisatawan lokal, Museum Geologi juga bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata menarik. Aksesnya yang mudah dijangkau serta harganya yang relatif murah menjadi alasannya.

Cukup merogoh kocek Rp2.000 untuk pelajar dan Rp3.000 untuk wisatawan umum, kita bisa menghabiskan waktu di sana. Oh ya, untuk wisatawan asing, diberlakukan tarif Rp10.000.

Kepada Humas Bandung, Adhitia Ari Nugroho selaku Staff di Sub Koordinasi Edukasi & Informasi Museum Geologi menjelaskan dalam sehari, museum ini bisa menerima kunjungan hingga 3.000 orang. Namun di masa pandemi, jumlah tersebut dibatasi hanya menjadi 600 pengunjung saja.

“Di masa pandemi, kami menggenjot wisata virtual. Semua kunjungan wisatawan dilakukan secara daring. Kapasitasnya mencapai 2.000 pengunjung virtual yang terbagi menjadi dua sesi,” ungkap Adhit.

Khusus wisata virtual saat ini hanya dibuka tiap hari Senin saja. Tarifnya pun gratis dengan melakukan pemesanan di tautan pada bio Instagram resmi Museum Geologi.

Ratusan Ribu Koleksi

Daya tarik Museum Geologi bagi para pengunjung adalah koleksinya yang punya nilai ilmiah tinggi. Per tahun 2022, koleksi di museum ini mencapai 417 ribu.

Sub Koordinator Dokumentasi & Konservasi Unggul Prasetyo Wibowo menjelaskan pembagian denah di museum ini. Secara umum, Museum Geologi dibagi menjadi dua lokasi: ruang koleksi dan ruang pamer atau ruang peraga.

Ruang koleksi berada di belakang bagian museum dan tidak bisa diakses oleh sembarang pengunjung. Anda bisa mengakses ruang ini untuk keperluan tertentu dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pihak museum.

Lalu ada ruang pamer yang tersebar di dua lantai museum. Lantai 1 dibagi menjadi dua bagian: sayap barat dan sayap timur. Di bagian sayap barat, pengunjung bisa melihat benda-benda dan khazanah seputar geologi indonesia dan secara umum

Sedangkan di sayap timur, pengunjung disuguhkan informasi tentang sejarah kehidupan bumi dari awal terbentuknya bumi sampai sekarang.

Lantai 2 pun dibagi menjadi dua bagian: sayap timur dan barat. Di sayap barat, pengunjung bisa mendapat informasi tentang sumber daya geologi, sedangkan di sisi timur pengunjung bisa mendapat edukasi tentang pemanfaatan dan kebencanaan.

Ada pesan khusus yang disampaikan Unggul bagi anda yang hendak berkunjung ke Museum Geologi. Pesan ini terkait upaya kita untuk sama-sama menjaga benda koleksi yang sudah berusia ribuan tahun ini.

“Fosil ini unik. Asalnya dari individu dan enggak ada gantinya kalau sampai rusak. Jadi buat para pengunjung yang mengakses koleksi ini baik secara populer (kunjungan) maupun untuk keperluan riset agar bisa sama-sama menjaganya,” kata Unggul.

Edukasi Masyarakat Lewat Program Seru

Sebelum masa pandemi, Museum Geologi tidak sekadar jadi destinasi yang dikunjungi wisatawan saja. Pihak pengelola juga aktif melakukan berbagai program pengenalan museum dan edukasi geologi ke masyarakat

Kegiatan tersebut masih berlangsung sampai saat ini. Hanya bedanya, seluruh kegiatan tadi belakangan ini dilakukan secara daring.

Adhitya menjelaskan, saat ini Museum Geologi punya lima program publikasi dan edukasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Pertama, ada Collection Talk. Program ini mengupas tuntas satu koleksi museum. Program ini juga menghadirkan siaran langsung di YouTube dengan materi temuan objek geologi di lapangan. Pada pelaksanaannya, Museum Geologi bekerja sama dengan berbagai instansi.

Lalu ada Merdeka Belajar yang merupakan program khusus bagi pelajar untuk memahami materi seputar geologi. Program edukasi ini dikemas secara ringan dan interaktif antara pemateri dan pelajarnya dan dibuka saat musim libur sekolah.

“Penyampaian materi menggunakan media interaktif seperti dongeng dan diskusi,” ungkap Adhit.

Lalu ada program Night at The Museum yang biasa digelar di pekan keempat tiap bulannya. Nyaris dua tahun vakum akibat pandemi, program ini akhirnya digulirkan secara daring belum lama ini.

Dua program menarik lainnya adalah Pojok Kolaborasi dan Layanan Informasi. Pojok Kolaborasi itu sendiri merupakan upaya Museum Geologi untuk mengenalkan diri kepada masyarakat.

“Tujuannya mengaktivasi taman di sisi timur untuk dijadikan tempat berkegiatan. Kami membuka kolaborasi dengan instansi hingga komunitas untuk sama-sama menghidupkan museum,” terang Adhit.

Sementara itu, anda bisa mengakses berbagai informasi di Layanan Informasi Museum Geologi. Informasi yang disebarkan antara lain mengenai materi pemaparan di ruang pamer, kerja sama, hingga lowongan magang di museum.

“Penjelasan di ruang pamer boleh jadi terbatas. Jadi, di layanan informasi, pengunjung bisa bertanya lebih lanjut dengan ahlinya. Oh ya, untuk pengunjung yang mau magang di sini juga bisa menghubungi Layanan Informasi,” jelasnya.

Sebagai penutup, Adhitia mengajak masyarakat Bandung khususnya, untuk lebih dekat dengan museum. Lewat berbagai program sosialisasi dan edukasi, pihaknya berharap persepsi masyarakat tentang museum berubah, tidak sekadar tempat menyimpan barang lawas semata.

“Di negara maju, museum selalu jadi tujuan utama wisatawan. Dengan tarif yang mahal pun wisatawan rela datang ke museum. Sekarang gimana caranya kita mencintai museum dan lebih dekat dengan museum. Jadikan museum sebagai pilihan tempat nongkrong,” tutupnya.

Saat ini, Museum Geologi buka tiap Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Untuk tur virual, saat ini Museum Geologi membukanya di hari Senin. Seluruh informasi berkaitan dengan acara, pemesanan tiket luring hingga tur virtual bisa diakses di Instagram @geomuzee. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pendidikan dan Pemkot Sukabumi Lepas Riza Kalandara Alfatih ke Ajang SEAMO 2026

    Dinas Pendidikan dan Pemkot Sukabumi Lepas Riza Kalandara Alfatih ke Ajang SEAMO 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat  secara resmi melepas seorang siswa Taman Kanak-Kanak (TK) yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) 2026 tingkat Asia Tenggara di Bali pada 17 Januari 2026. Siswa tersebut adalah Riza Kalandara Alfatih dari TK Global Islamic Bilingual School (GIBS). Pelepasan berlangsung […]

  • Banyak Yang Terjangkit, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tekan Angka Kasus DBD

    Banyak Yang Terjangkit, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tekan Angka Kasus DBD

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, terus berupaya menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Apalagi, berdasarkan data yang ada, warga yang terjangkin kasus tersebut mencapai 639. “Kasus DBD di Kota Sukabumi tergolong masih tinggi. Hingga April 2024, tercatat ada 369 warga yang terjangkit,”kata, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, […]

  • Terkait Tata Ruang Di Kota Bandung, Kementrian ATR/BPN : Kota Bandung Barometer Bagi Kabupaten Dan Kota Lain

    Terkait Tata Ruang Di Kota Bandung, Kementrian ATR/BPN : Kota Bandung Barometer Bagi Kabupaten Dan Kota Lain

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Kementerian Agraria dan Tata Bandan Pertanahan Nasional Ruang Republik Indonesia (Kementerian ATR/BPN) mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait penanganan permasalahan penyelenggaraan penataan ruang di Kota bandung. Hal itu diungkapkan oleh Direktur penertiban pemanfaatan ruang Andi Renald usai mendengarkan paparan Wali Kota Bandung Oded M. Danial tentang penyelenggaraan penataan ruang yang dilakukan […]

  • Terkait PAW, DPRD Kota Sukabumi Masih Tunggu Surat Dari Provinsi Jabar

    Terkait PAW, DPRD Kota Sukabumi Masih Tunggu Surat Dari Provinsi Jabar

    • calendar_month Kamis, 9 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), hingga saat ini masih menunggu surat dari Provinsi Jawa Barat. Sehingga belum dipastikan jadwal proses PAW tersebut akan dilakukan oleh DPRD setempat. “Mengenai PAW, kami masih menunggu surat keputusan dari Pak Gubernur Jawa Barat,”ujar Ketua DPRD Kota […]

  • Walikota Bandung Mengandeng Ulama Untuk Membangun Kota Yang Unggul Dan Agamis

    Walikota Bandung Mengandeng Ulama Untuk Membangun Kota Yang Unggul Dan Agamis

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wali Kota Bandung Oded M Danial  Mengatakan salah satu visi untuk menciptakan Kota Bandung yang unggul dan agamis adalah perlu meningkatkan hubungan dan dukungan para ulama dan umaro. “Yang Terpenting adalah meningkatkan perkembangan  dan kemajuan kota Bandung yang unggul dan Agamis ,”kata Oded .Pada Acara forum silaturahmi Ulama dan Umaro,di balai kota […]

  • DPRD Jabar Dorong Pembentukan Daerah Otonomi Baru, Bogor Barat, Selatan dan Timur

    DPRD Jabar Dorong Pembentukan Daerah Otonomi Baru, Bogor Barat, Selatan dan Timur

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KAB.BOGOR, MBInews.id – Warga Kabupaten Bogor khususnya masyarakat Kecamatan Pamijahan terus menantikan pemekaran di wilayahnya. Sebab, mereka mengeluhkan akses pelayanan publik yang kerap menjadi kendala administrasi dan lainnya. Anggota DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya mengaku pihaknya selalu mendorong pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) bahkan tidak hanya Bogor Barat tetapi Selatan dan Timur. Hal itu bertujuan untuk […]

expand_less