Breaking News
Trending Tags

Asyiknya Wisata Edukasi Di Museum Geologi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Kota Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak destinasi wisata edukasi seperti museum. Sampai saat ini, tercatat ada 17 museum di Kota Bandung.

Humas Bandung berkesempatan mengunjungi salah satu dari museum tersebut, yakni Museum Geologi pada Selasa 18 Januari 2022.

Museum Geologi merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang sedang melancong ke Bandung.

Dari masa ke masa, Museum Geologi seolah punya tempat di hati para wisatawan. Rasanya, tempat ini seolah menjadi destinasi wajib bagi pelajar di luar Jawa Barat yang melakukan studi tur ke Bandung.

Bagi wisatawan lokal, Museum Geologi juga bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat wisata menarik. Aksesnya yang mudah dijangkau serta harganya yang relatif murah menjadi alasannya.

Cukup merogoh kocek Rp2.000 untuk pelajar dan Rp3.000 untuk wisatawan umum, kita bisa menghabiskan waktu di sana. Oh ya, untuk wisatawan asing, diberlakukan tarif Rp10.000.

Kepada Humas Bandung, Adhitia Ari Nugroho selaku Staff di Sub Koordinasi Edukasi & Informasi Museum Geologi menjelaskan dalam sehari, museum ini bisa menerima kunjungan hingga 3.000 orang. Namun di masa pandemi, jumlah tersebut dibatasi hanya menjadi 600 pengunjung saja.

“Di masa pandemi, kami menggenjot wisata virtual. Semua kunjungan wisatawan dilakukan secara daring. Kapasitasnya mencapai 2.000 pengunjung virtual yang terbagi menjadi dua sesi,” ungkap Adhit.

Khusus wisata virtual saat ini hanya dibuka tiap hari Senin saja. Tarifnya pun gratis dengan melakukan pemesanan di tautan pada bio Instagram resmi Museum Geologi.

Ratusan Ribu Koleksi

Daya tarik Museum Geologi bagi para pengunjung adalah koleksinya yang punya nilai ilmiah tinggi. Per tahun 2022, koleksi di museum ini mencapai 417 ribu.

Sub Koordinator Dokumentasi & Konservasi Unggul Prasetyo Wibowo menjelaskan pembagian denah di museum ini. Secara umum, Museum Geologi dibagi menjadi dua lokasi: ruang koleksi dan ruang pamer atau ruang peraga.

Ruang koleksi berada di belakang bagian museum dan tidak bisa diakses oleh sembarang pengunjung. Anda bisa mengakses ruang ini untuk keperluan tertentu dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pihak museum.

Lalu ada ruang pamer yang tersebar di dua lantai museum. Lantai 1 dibagi menjadi dua bagian: sayap barat dan sayap timur. Di bagian sayap barat, pengunjung bisa melihat benda-benda dan khazanah seputar geologi indonesia dan secara umum

Sedangkan di sayap timur, pengunjung disuguhkan informasi tentang sejarah kehidupan bumi dari awal terbentuknya bumi sampai sekarang.

Lantai 2 pun dibagi menjadi dua bagian: sayap timur dan barat. Di sayap barat, pengunjung bisa mendapat informasi tentang sumber daya geologi, sedangkan di sisi timur pengunjung bisa mendapat edukasi tentang pemanfaatan dan kebencanaan.

Ada pesan khusus yang disampaikan Unggul bagi anda yang hendak berkunjung ke Museum Geologi. Pesan ini terkait upaya kita untuk sama-sama menjaga benda koleksi yang sudah berusia ribuan tahun ini.

“Fosil ini unik. Asalnya dari individu dan enggak ada gantinya kalau sampai rusak. Jadi buat para pengunjung yang mengakses koleksi ini baik secara populer (kunjungan) maupun untuk keperluan riset agar bisa sama-sama menjaganya,” kata Unggul.

Edukasi Masyarakat Lewat Program Seru

Sebelum masa pandemi, Museum Geologi tidak sekadar jadi destinasi yang dikunjungi wisatawan saja. Pihak pengelola juga aktif melakukan berbagai program pengenalan museum dan edukasi geologi ke masyarakat

Kegiatan tersebut masih berlangsung sampai saat ini. Hanya bedanya, seluruh kegiatan tadi belakangan ini dilakukan secara daring.

Adhitya menjelaskan, saat ini Museum Geologi punya lima program publikasi dan edukasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Pertama, ada Collection Talk. Program ini mengupas tuntas satu koleksi museum. Program ini juga menghadirkan siaran langsung di YouTube dengan materi temuan objek geologi di lapangan. Pada pelaksanaannya, Museum Geologi bekerja sama dengan berbagai instansi.

Lalu ada Merdeka Belajar yang merupakan program khusus bagi pelajar untuk memahami materi seputar geologi. Program edukasi ini dikemas secara ringan dan interaktif antara pemateri dan pelajarnya dan dibuka saat musim libur sekolah.

“Penyampaian materi menggunakan media interaktif seperti dongeng dan diskusi,” ungkap Adhit.

Lalu ada program Night at The Museum yang biasa digelar di pekan keempat tiap bulannya. Nyaris dua tahun vakum akibat pandemi, program ini akhirnya digulirkan secara daring belum lama ini.

Dua program menarik lainnya adalah Pojok Kolaborasi dan Layanan Informasi. Pojok Kolaborasi itu sendiri merupakan upaya Museum Geologi untuk mengenalkan diri kepada masyarakat.

“Tujuannya mengaktivasi taman di sisi timur untuk dijadikan tempat berkegiatan. Kami membuka kolaborasi dengan instansi hingga komunitas untuk sama-sama menghidupkan museum,” terang Adhit.

Sementara itu, anda bisa mengakses berbagai informasi di Layanan Informasi Museum Geologi. Informasi yang disebarkan antara lain mengenai materi pemaparan di ruang pamer, kerja sama, hingga lowongan magang di museum.

“Penjelasan di ruang pamer boleh jadi terbatas. Jadi, di layanan informasi, pengunjung bisa bertanya lebih lanjut dengan ahlinya. Oh ya, untuk pengunjung yang mau magang di sini juga bisa menghubungi Layanan Informasi,” jelasnya.

Sebagai penutup, Adhitia mengajak masyarakat Bandung khususnya, untuk lebih dekat dengan museum. Lewat berbagai program sosialisasi dan edukasi, pihaknya berharap persepsi masyarakat tentang museum berubah, tidak sekadar tempat menyimpan barang lawas semata.

“Di negara maju, museum selalu jadi tujuan utama wisatawan. Dengan tarif yang mahal pun wisatawan rela datang ke museum. Sekarang gimana caranya kita mencintai museum dan lebih dekat dengan museum. Jadikan museum sebagai pilihan tempat nongkrong,” tutupnya.

Saat ini, Museum Geologi buka tiap Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Untuk tur virual, saat ini Museum Geologi membukanya di hari Senin. Seluruh informasi berkaitan dengan acara, pemesanan tiket luring hingga tur virtual bisa diakses di Instagram @geomuzee. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Achmad Nugraha: Saya Ingin Mafia Tanah Diberantas

    Achmad Nugraha: Saya Ingin Mafia Tanah Diberantas

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha berharap tidak ada lagi warga Kota Bandung yang menjadi korban penggusuran karena ulah mafia tanah. Hak dan aset milik warga harus mendapat perlindungan. Hal tersebut ia sampaikan saat menerima aspirasi warga bersama Lembaga Bantuan Hukum Pertanahan dan Perumahan, di Kawasan Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, […]

  • Atal S Depari  Jabat President CAJ Periode 2022 – 2024

    Atal S Depari Jabat President CAJ Periode 2022 – 2024

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews id – Selesai dari perhelatan presidensi G20 pada tahun ini, sorot mata dunia akan kembali mengarah pada Indonesia dan Presiden Joko Widodo karena pada tahun 2023, Indonesia kembali akan memegang posisi penting dalam forum internasional sebagai ketua ASEAN, setelah sebelumnya Indonesia pernah menjadi ketua pada tahun 1976, 2003, dan 2011. Selama masa Indonesia […]

  • Kota Sukabumi Raih Predikat Kota Terinovatif 2025, Wujud Komitmen Terus Bergerak Maju

    Kota Sukabumi Raih Predikat Kota Terinovatif 2025, Wujud Komitmen Terus Bergerak Maju

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (10/12/2025), Kota Sukabumi resmi dinobatkan sebagai Kota Terinovatif. Penghargaan prestisius ini diterima langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Ayep, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari […]

  • Nunung Nurasiah Tekankan Makna Ketekunan pada Peserta Pelatihan Kerja

    Nunung Nurasiah Tekankan Makna Ketekunan pada Peserta Pelatihan Kerja

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, S.Pd., menghadiri sekaligus menutup kegiatan program pelatihan pembuatan pastry dalam rangka program pelatihan kerja dan produktifitas tenaga kerja, di LPK AKPARI Kota Bandung, Kamis (21/7/2022). Pelatihan program kerja tersebut merupakan terwujudnya aspirasi masyarakat pada saat Reses Anggota DPRD Kota Bandung Nunung Nurasiah, di Daerah […]

  • Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti

    Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi musnahkan barang bukti tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap. Jumlah barang bukti itu berasal dari 53 perkara terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober 2020. Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman Kejari Kota Sukabumi. Kamis, (8/10/2020). Kepala Kejari Kota Sukabumi Mustaming mengungkapkan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut terdiri dari […]

  • Antisipasi Lonjakan Nataru 2022, DPRD Jabar Usulkan Penguatan Tracing Masyarakat

    Antisipasi Lonjakan Nataru 2022, DPRD Jabar Usulkan Penguatan Tracing Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemprov Jabar mendukung penerapan PPKM Level 3 untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan Covid-19 dan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan Jelang Natal dan Tahun Baru (NATARU) Namun, DPRD Jabar lebih setuju apabila Pemprov menguatkan tracing masyarakat dibandingkan menerapkan PPKM Level 3. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Jabar, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira. Ia mengatakan jika Pemprov harus […]

expand_less