Breaking News
Trending Tags

Sebanyak 13 Warga Kota Bandung Siap Kerja Di Negeri Sakura

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Sebagai tindak lanjut Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan Pemerintah Kota Toyota Jepang, sebanyak 13 warga Kota Bandung akan berangkat ke Jepang untuk bekerja.

Pekerjaan yang bakal dijalani selama di Jepang yaitu sebagai ‘care worker’ atau perawat lansia yang ada di rumah sakit daerah di Kota Toyota.

Sebanyak 13 warga Bandung ini ditempatkan di beberapa pelayanan kesehatan yang disebar di kota Toyota seperti Gunma, Shiga, Fukuoka, Nigata hingga Kagoshima.

Para perawat lansia yang akan berangkat ke Jepang, lulusan Poltekkes Kemenkes Bandung, SMKN 15 Bandung, SMK Madani Bandung, Stikes Aisyiyah Bandung, SMK ICB Cinta Teknika, Poltekkes TNI AU Ciumbuleuit. SMK Bhakti Kencana dan Universitas Padjadjaran.

Perusahaan yang akan menaungi para pekerja tersebut yaitu Medical Corporation Yuhokai, Social Welfare Corporation Yotsubakai, Social Welfare Corporation Djunkai, Social Welfare Corporation Mokuseikai, Cedar Co. LTD, Pine Co., LTD, Social Welfare Corporation Chuetsuro, Social Welfare Corporation Shuho Kai.

Sebanyak 13 perawat lansia itu kelahiran 1996 hingga 2002 itu akan berangkat dalam waktu dekat, di antaranya pada 25 Maret 2022 hingga bulan April mendatang.

Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengucapkan selamat atas terpilihnya peserta yang akan berangkat ke Jepang.

“Atas nama Pemkot Bandung saya apresiasi kegiatan ini mudah-mudahan bisa terlaksana. Lebih sering dan banyak peserta melakukan magang juga bekerja di Jepang maupun negara lain,” tuturnya di Balai Kota Bandung, Jumat 18 Januari 2022.

Yana berpesan kepada para perawat agar mampu bekerja dengan baik. Juga menjaga nama baik Kota Bandung. Karena para perawat ini sebagai duta Kota Bandung di Jepang.

“Selama di sana jaga nama baik Kota Bandung. Mereka sebagai delegasi harus membuktikan bahwa warga Bandung itu Someah (ramah),” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Arief Syaifudin menerangkan, program ini merupakan tindak lanjut MoU bersama Toyota city dengan Pemkot Bandung. Pemkot Bandung menyiapkan perawat lansia untuk diberangkatkan ke Kota Toyota.

“Pada tahun 2020 program pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Pada saat itu kami rekrut dari kursus beberapa lulusan SMK, D3 dan S1 keperawatan,” ujarnya.

“Saat itu tidak mengurangi semangat kami adakan juga online untuk pelatihan. Kami laksanakan kegiatan pelatihan selama 5 bulan. Target level N4,” katanya.

Untuk gaji, kata Arief, relatif mencukup yaitu sekitar Rp 15-25 juta per bulannya. Jika para peserta lulus ujian nasional di Jepang otomatis berlanjut.

“Kegiatan MoU ini punya waktu 5 tahun. Pendapatan para pekerja ini tahun pertama Rp 15 juta, tahun berikutnya Rp 20 juta hingga Rp 25 juta,” ujarnya.

“Biasanya memang semakin besar jadi ‘care worker’ bersertifikasi. Dalam ujian nasional Jepang bertahap sampai 3 kali. Kalau tidak lulus, maka kembali (ke Indonesia), jika lulus bisa sampai 2 hingga 5 tahun,” katanya.

Menurutnya, pemerintah Jepang menanggung fasilitas tiket pesawat hingga pondok tempat tinggal.

“Pihak Jepang banyak fasilitas yang diberikan, seperti tiket pesawat, pondokan hingga gaji pertama saat datang susah dikasih,” katanya.

Salah satu peserta yang akan berangkat, Endah Permatasari (26) merasa bersyukur terpilih untuk bekerja di Jepang.

“Saya lulus D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bandung. Alhamdulilah dari Disnaker Kota Bandung bisa memberikan pekerjaan di Jepang. Saya sekitar 3 tahun lamanya disana mengurus lansia,” katanya.

Endah yang masih muda mengaku baru pertama kali mengurus lansia nantinya. Namun ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan bisa menjadi pengalaman tersendiri.

“Baru pertama kali. Senang bisa cari pengalaman di luar negeri apalagi di Jepang. Di negeri benar disiplin terutama waktu,” ucapnya. (yan-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KI Jabar Gelar Monitoring Dan Evaluasi Keterbukaan, 49 Badan Publik Belum Kembalikan Kuesioner Monev 2020

    KI Jabar Gelar Monitoring Dan Evaluasi Keterbukaan, 49 Badan Publik Belum Kembalikan Kuesioner Monev 2020

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – KI Jabar mengelar monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik dengan batas akhir pengembalian kuesioner tersebut tertanggal 25 September 2020 jam 24.00 melalui e mail KI Jabar. “68 Badan Publik telah mengembalikan kuesioner (SAQ) secara tepat waktu, satu badan publik mengembalikan kuesioner telat satu hari dari titi mangsa pengembalian yang telah ditentukan,” Ketua […]

  • Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    Isoman Penuh, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Pastikan Tambah Tempat Isolasi Mandiri

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan untuk menambah tempat isolasi mandiri. Hal ini sebagai langkah antisipasi mengingat tempat isolasi mandiri yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini penuh. Untuk itu, Ema terus mendorong agar seluruh kecamatan di Kota Bandung memiliki tempat isolasi mandiri. Saat ini tinggal beberapa kecamatan […]

  • Putus Mata Rantai Covid-19, Clothing Herze Berikan Baju Hazmat Dan Masker Ke PWI Kota Sukabumi

    Putus Mata Rantai Covid-19, Clothing Herze Berikan Baju Hazmat Dan Masker Ke PWI Kota Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Sebuah perusahaan clothing Herze membagikan alat pelindung diri (APD) kepada orang rentan terpapar virus Covid-19 di Kota Sukabumi. Pantain di Lokasi, Tim perusahaan Herze tersebut membagikan beberapa APD berupa baju Hazmat dan masker kepada salah satu organisasi wartawan yang ada di Kota Sukabumi. “Alhamdulillah kita dapat berbagi kepada PWI Kota Sukabumi yang […]

  • Pemkot Bandung Siap Tindak Langsung Bagi yang Buang Sampah Sembarangan

    Pemkot Bandung Siap Tindak Langsung Bagi yang Buang Sampah Sembarangan

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan seluruh wilayah kota. Termasuk di Jalan Cikutra dan Jalan Ahmad Yani sekitar Rumah Sakit (RS) Santo Yusup. Pemkot Bandung menerima laporan jika oknum warga terpantau membuang sampah sembarangan di Jalan Cikutra dan Ahmad Yani sekitar RS Santo Yusup. Atas laporan itu, Wakil […]

  • Diskar PB: Masyarakat Harus Paham Mitigasi Bencana

    Diskar PB: Masyarakat Harus Paham Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Guna menguatkan peran kewilayahan agar mandiri dalam menanggapi bencana dan mengenali potensinya, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung terus menyosialisasi mitigasi bencana. Harapannya, terbentuk Kelurahan Tangguh di Kota Bandung. Kepala Seksi Mitigasi Bencana Diskar PB Kota Bandung, Amires Pahala mengakui, Diskar PB tidak dapat melakukan sosialisasi dan edukasi mitigasi […]

  • TP-PKK Salurkan Ribuan Paket Sembako Untuk Keluarga Rawan Stunting

    TP-PKK Salurkan Ribuan Paket Sembako Untuk Keluarga Rawan Stunting

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bandung mulai mendistribusikan 3.987 paket sembako bagi keluarga rawan stunting (gagal tumbuh) seperti ibu hamil dan ibu menyusui. Ribuan paket sembako tersebut berhasil dihimpun atas bantuan dari berbagai komunitas dan pengusaha di Kota Bandung. Mereka di antaranya Komunitas Masyarakat Tionghoa Peduli, Bank Jabar Banten […]

expand_less